Wa’alaikumsalam Pak Abraham,Pak Azmi Dt.Bagindo,Ibu Evy Nizhamul serta adi 
dunsanak semuanya,

Terimakasih banyak atas masukan dan jawabannya atas pertanyaan ambo sehubungan 
dengan Harta Pusaka tinggi ini.
Walaupun demikian,menurut hemat ambo dan pendapat ambo pribadi dalam pandangan 
Allah SWT,semua harta itu sama saja,apakah Harta Pusaka Tinggi atau pun Harta 
Pusaka Rendah,seluruhnya  pada hakikatnya adalah ciptaan dan Milik Allah SWT 
(Bumi,Langit, dan seisinya,adalah Milik Allah SWT,begitu kata Allah dalam Al 
Qur’an) begitu keyakinan kita semua sebagai penganut Agama Islam,dan manusia 
yang terlahir  dan ditakdirkan oleh Allah SWT menjadi Masyarakat 
Minangkabau,tidak lebih dari hanya sekedar pemegang amanah Allah terhadap 
harta2 itu, dan Harta2 itu tidak lain adalah sebagai ujian  hidup bagi kita 
semua sebelum ajal menjemput kita semua.

Ibaraik kito anak sakolah saisuak,kalau kito ujian Fisika,tantu nan tahu 
jawaban ujian Fisika ko tidak lain adalah guru Fisika nyo juo,karena beliau nan 
mambuek ujian Fisika ko.Tentunyo,kurang bijaksana awak kalau Ujian Fisika 
ko,jawabannyo kito tanyokan ka Urang Mangaleh Lado…karena Ujian Fisika ko kan 
bukan beliau nan mambueknyo…

Baitu pulo dengan Ujian Harta ko yang diujikan kepada Manusia,apakah Harta 
Pusaka tinggi ataukah harta Pusaka Randah,nan mambuek dan sebagai pemilik yang 
hakiki Harta ko tidak lain adalah Allah SWT,dan yang memberikan ujian kepada 
Manusia,adalah Allah SWT juo,dan sudah barang tentu Yang Maha Tahu akan jawaban 
yang tepat terhadap ujian Harta ko pun tentunyo Allah SWT juo….Tentunyo kurang 
bijaksana awak,kalau jawaban Ujian Harta ko kito tanyokan ka manusia dan 
memakai referensi manusia,yang hanya sekedar peserta ujian sajo….1000 manusia 
peserta ujian,tantu saribu pulo jawaban ujiannyo…

Pertanyaannya sekarang

Kalau kebiasaan aturan waris Harta Pusaka Tinggi ini,akhirnya telah banyak 
mewarnai pola fikir dan mempengaruhi tabiat masyarakat di Ranah Minang saat 
ini,sehingga akhirnya aturan waris Harta Pusaka Rendah pun akhirnya mengikuti 
aturan adat pula sehingga hanya pihak perempuan saja yang menerima harta waris 
dari usaha dan hasil beli dari Orang tua mereka…...Dek tabiaso pakai 
Honda,akhirnya Suzuki pun disabuik Honda,Yamaha pun disabuik Honda..Kawasaki 
pun disabuik honda….alah samo sajo,ameh jo Loyang…. …

Lalu siapa yang salah dan yang harus bertanggung jawab untuk meluruskan pola 
fikir yang salah ini? Aturan adat ternyata telah lebih mendarah dagiang di 
masyarakat Minangkabau ketimbang aturan agama Islam (Aturan Allah SWT)…Waktu 
ketek tabiaso…waktu gadang tabao-tabao….alah gaek tarobah tido….Pola fikir adat 
ternyata telah mendominan dalam kehidupan sehari2 masyarakat kita ketimbang 
aturan agama Islam …

Kesimpulan ambo


Malaikat Mungkar Nangkir di Dalam Kubur nanti,tidak tahu aturan Adat 
Minangkabau dan aturan Minangkabau tidaklah akan menjadi rujukan bagi 
mereka,yang menjadi rujukan mereka tidak lain hanya Aturan Allah SWT,Tuhan 
semesta Alam…yang termaktub dalam Al Qur’an dan Hadist2 RasulNya Muhammad 
SAW…apakah aturan Allah SWT itu kita pakai dan kita amalkan atau tidak, dalam 
hidup dan kehidupan kita di dunia  saat ini,hanya itu pertanyaan Mungkar 
Nangkir di dalam kubur nanti…Dan masing2 kita harus mempertanggung jawabankan 
aturan2 yang kita buat  dan yang kita amalkan di dunia saat ini nantinya 
dihadapan mereka berdua….harta2mu engkau dapat dari mana….dan engkau belanjakan 
kemana?



(Sebagian hartaku ,aku dapat dari harta pusako tinggi malaikat, sebagai harta 
wakaf dari Nenek Moyang kami saisuak yang turun temurun ke kami berdasarkan 
aturan Adat Minangkabau yang dibuek oleh Kakek Nenek Moyang kami saisuak di 
Ranah Minang,…lalu harta ko kami usahakan untuak makan keluarga kami)….Lai ka 
ta tarimo dek Malaikat Mungkar Nangkir jawaban ko kiro2 nantinyo?)…Silahkan 
jawab di diri kita masing2….


Solusi dari Ambo :



Karena sesungguhnya kebenaran itu adalah Milik Allah SWT,dan hanya Allah lah 
yang Maha tahu kebenaran yang hakiki itu,sehingga ambo mengusulkan kepada diri 
ambo dan kita semua,dalam menghadapi ujian Harta,terlebih khusus untuk Harta 
Pusaka Tinggi ini,marilah kita  masing2 menanyakan masalah ini ke hati sanubari 
kita masing2 dan minta petunjuk kepada Allah SWT lewat shalat tahajjud dan 
shalat istigharah pada sepertiga malam,semoga Allah SWT nantinya akan 
memberikan jawaban yang tepat dan tanda2 kebenaranNya kepada hati kita masing2…



Jikalau nanti tibo keragu2an di dalam hati sanubari kita,mungkin sebaiknya 
jangan dimakan harta pusaka tinggi itu,karena bisa jadi ada bahaya akibatnya ke 
diri dan keluarga kita masing2 nantinya di belakang hari….



Silahkan dilakukan, mudah2an nanti akan ada jawaban dan tanda2 kebenaran dari 
Allah ke lubuk hati kita masing2 setelah melakukan shalat tahajjud dan Shalat 
Istiqharah itu… InsyaAllah…

Demikian saja,sedikit urung rembug ambo pagi ko,terlebih terkurang ambo mohon 
ma’af,dan kepada Allah jualah kita kembalikan semua urusan,semoga Allah akan 
memberikan petunjuk yang benar kepada hati2 kita masing2,Amin Yarrabal’alamin.

Wasalam,
Kurnia Chalik


From: azmi abu kasim azmi abu kasim [mailto:[email protected]]
Sent: Thursday, September 22, 2011 11:12 PM
To: [email protected]
Cc: Chalik, Kurnia(JKT-SSD)
Subject: UNDANGAN DIALOG INTEREKTIF ADAT MINANGKABAU

Assalamualikum w.w                                Kelapa Gading 22 September 
2011
Bapak            Kurnia  Chalik                    sarato                       
                                                           dunsanak di palanta 
nan ambo hormati.
Menanggapi tulisan dibawah ko, nan berkebtulan di tujukan ke ambo. Dan sasuai 
pulo jo janji ambo, sewaktu kito basuo di JCC pada waktu dialog MAPPAS, bahwa 
ambo bajanji akan mencubo manangapinyo. Mako dibawah ko ambo cubo untuak 
mananggapinyo sesuai dengan kemampuan nan ado pado ambo. Tanggapan ambo, ambo 
buek dibawah tulisan pak Kurnia dengan huruf miring sebagai berikut :
UNDANGAN DIALOG INTEREKTIF ADAT MINANGKABAU
Rabu, 14 September, 2011 10:58
Dari: "Chalik, Kurnia(JKT-SSD)" 
<[email protected]<mailto:[email protected]>>
Kepada: "[email protected]<mailto:[email protected]>" 
<[email protected]<mailto:[email protected]>>

Wa’alaikumsalam Pak Azmi Dt.Bagindo sarato adi dunsanak kasadonyo,

Pertamo2 Ambo mengucapkan terimakasih banyak dan penghargaan yang setinggi2nya 
kepada Pak Azmi beserta seluruh jajaran panitia,semoga Dialog Interaktif Adat 
Minangkabau ini akan berlangsung dengan lancar dan produktif,Amin.              
                                                                                
         Tanggapan :  Ambopun mengucapkan terima kasih atek perhatian Bapak 
kepada panitia Dialog Interaktif Adat Minangkabau, alhamdulillah acara tersebut 
telah berjalan sesuai rencana, laporan pandangan mata atas jalanyo acara 
tersebut telah di buat oleh Bapak m.m St.Rangkayo Kaciek, dapek dilihat di 
milis awak ko.

Ambo kemungkinan besar tidak bisa ikut acara dialog ini, dikarenakan pada jam 
yang sama ambo harus menghadiri rapat di kantor ambo sendiri,walaupun ambo 
sendiri sebetulnya sangat tertarik untuk ikut.                                  
                Tanggapan : Indak baa do, mudah-mudahan dilain waktu bisa 
hadir, tetapi nan paralu doanyo lai sampai.




-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke