Mengenai semangat dan kepercayaan diri untuk bisa mandiri, Pak JK jelas
tidak asal bicara. Perusahaan keluarga beliau PT Hadji Kalla, yang akan
menginvestasikan dana sebesar Rp 4 triliun untuk pembangunan monorel
sepanjang 34,3 kilometer yang akan menghubungkan Terminal Daya-Pasar Sentral
(14,1 km), Terminal Daya-Bandara Sultan Hasanuddin (8,1 km), dan lingkar
dalam Kota Makassar (12,1 km), hanya mengandalkan kepada kemampuan
engineering lokal (Kompas 26/7/2011). Sewaktu masih menjadi Wapres, beliau
juga pernah memercayakan pembuatan kendaraan lapis baja kepada PT Pindad,
dan berhasil.

Wassalam, HDB-SBK

=================

Jusuf Kalla: Stop Ekonomi Konglomerasi!

M.Latief | Latief | Sabtu, 8 Oktober 2011 | 15:55 WIB

MALANG, KOMPAS.com - Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla menyatakan,
pertumbuhan ekonomi Indonesia yang selama ini hanya bertumpu pada
konglomerasi tidak lagi bisa dipertahankan dan harus segera dihentikan. Hal
tersebut menimbulkan berbagai kepincangan yang menghalangi rakyat untuk
meningkatkan ekonomi dan kesejahteraannya.

Demikian ditegaskan Jusuf Kalla (JK) di Malang, Sabtu (8/10/2011), dalam
pidato akademik penganugerahan gelar doktor kehormatan (honoris causa)
bidang Pemikiran Ekonomi dan Bisnis dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Universitas Brawijaya, Malang. Menurut dia, kondisi ekonomi seperti sekarang
tidak bisa dipertahankan terus-menerus, sebaliknya harus diperbaiki dengan
memberdayakan ekonomi rakyat, di antaranya meningkatkan peran koperasi.

Hanya saja, lanjut JK, mengembangkan koperasi yang sehat, kuat, mampu hidup
berkesinambungan, dan dapat bersaing dengan kekuatan ekonomi lainnya adalah
tantangan Indonesia ke depan. Oleh karena itu, perlu dukungan kebijakan dari
pemerintah, yakni kebijakan memberi prioritas kepada koperasi dan ekonomi
rakyat secara keseluruhan, sehingga koperasi bisa bersaing dengan
kekuatan-kekuatan pasar lainnya.

"Kalau koperasi masih bertahan dengan pola kelembagaan dan pengelolaan
manajemen seperti 20 tahun lalu, tentu koperasi tidak akan mampu bersaing
dengan kekuatan ekonomi lainnya," kata JK.

Ia mengakui, secara statistik, kondisi koperasi tetap berkembang dari tahun
ke tahun, tetapi kontribusinya terhadap ekonomi nasional tetaplah kecil.
Selain persoalan realitas ekonomi yang masih pincang, ujarnya, kemandirian
bangsa Indonesia juga belum terwujud karena Indonesia sendiri selalu merasa
tidak mampu.

"Artinya, kita kurang memiliki semangat dan kepercayaan diri untuk bisa
mandiri," tegasnya.

Dalam konteks ini, lanjutnya, Indonesia selalu minta bantuan dana, keahlian,
dan konsultasi dari pihak-pihak asing. Padahal, dalam banyak kasus, para
konsultan asing mendapat gaji begitu besar, tetapi tidak memiliki
pengetahuan memadai tentang ekonomi dan kehidupan masyarakat Indonesia.

"Sekarang sudah saatnya bagi kita untuk membangun kemandirian dan bukan
berarti kita anti asing. Membangun kemandirian sangat mutlak untuk
mengurangi ketergantungan kita pada pihak luar, sekaligus untuk meningkatkan
harkat dan martabat bangsa dan negara kita," tegas JK.

http://nasional.kompas.com/read/2011/10/08/15551861/Jusuf.Kalla.Stop.Ekonomi
.Konglomerasi

 

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke