Adinda Ephi Dan Dunsanak Palanta nan Ambo hormati. Alhamdulilah, Ambo la pernah makan di sinan. Rasanya ENAK, HARGANYA MURAH, prinsip Ekonomi he he he. Yang jadi pertanyaan. Apakah setelah pecah kongsi rasanya tetap alias tidak berubah ?.
Omong-omong tentang pecah kongsi, adalah suatu kejadian yang Jamak adanya, bisa terjadi di Rumah Makan, dalam keluarga (Perkawinan) / Bercerai Dan terjadi juga di Pemerintahan yang kita sebut PEMEKARAN. Beberapa contoh rumah makan pecah kongsi di Padang, sepengetahuan Ambo ANTARA lain : RUMAH MAKAN "BERNAMA" Dan "TANPA NAMA". Di Daerah Pondok, juga Ada Es Durian Pecah Kongsi yang letaknya berhadapan yaitu : NAN LAMO Dan GANTI NAN LAMO, untuk sementara ini, GANTI NAN LAMO Lebih Unggul alias banyak pengunjungnya. PEMEKARAN !,,,,,,,banyak nian. Contohnya .Propinsi Dan kabupaten. Atas dasar Survey kecil-kecilan yang dilakukan Radio Swasta, dari sekian banyak Respondent, tak satupun DAPAT menjawab dengan Benar JUMLAH PROPINSI YANG SAAT INI ADA DI INDONESIA, apalagi kalau menanyakan jumlah Kabupaten, harus nyontek dulu KE Mamak Google UNTUK MENDAPATKAN jawabannya. Pecan kongsi ini, menarik juga untuk diperbincangkan sebab musababnya. Bisa jadi, seribu satu alasan yang melatarbelakanginya. Ditinjau dari sisi Mudarat dan Manfaatnya, pecah kongsi dal am Perkawinan alias Bercerai, kami berpendapat Lebih banyak Mudarat dibandingkan Manfaatnya. Demikian juga dengan pecah kongsi/PEMEKARAN Nagari menjadi beberapa desa. Karena Mudarat Lebih banyak dibandingkan Manfaatnya, makanya kita Kembali KE Nagari. Sedangkan Pecah Kongsi Rumah Makan Dan PEMEKARAN dal am Pemerintahan, Mudarat Dan Manfaatnya sepertinya memerlukan penelitian yang ilmiah, namun, kami berpendapat apakah itu Pecah Kongsi atau PEMEKARAN mudaratnya Lebih banyak dari Manfaatnya. Alasannya ?. BERSATU KITA TEGUH, BERCERAI KITA RUNTUH. Wassalam. Reflus/ L. 53 tahun. On Oct 12, 2011, at 4:37 PM, Ephi Lintau <[email protected]> wrote: > sumber : http://blog.ephi.web.id/?p=995 > > Kuliner : Rumah Makan Ajo Paris > > Posted on 22/03/2010 > Jika dahulu Anda pernah tinggal di sekitar daerah lolong, asratek, belanti di > kota padang, pasti tahu keberadaan rumah makan yang satu ini, RUMAH MAKAN AJO > PARIS, dahulunya rumah makan ini selalu di sebut rumah makan Ajo Lolong > karena lokasinya yang memang berada di lolong, namun beberapa waktu yang > lalu, sepertinya ‘pecah kongsi’ pihak pengelolanya, maka sekarang di daerah > tersebut terdapat dua rumah makan yang sama-sama menawarkan masakan khasnya, > yaitu ikan dan ayam bakar. > > > RM. Ajo Paris > > Rumah makan ini dulunya sangat disukai oleh para mahasiswa yang berada di > sekitarnya, karena harganya yang ‘merakyat’ rasanyapun khas. Jika Anda mampir > kesini pada jam makan siang, maka bersiaplah untuk berebutan dengan pelanggan > lainnya. Tidak seperti rumah makan kebanyakan, Rumah Makan Ajo Paris ini > hanya menyediakan dua menu utama yaitu ikan bakar dan ayam bakar, menu ini > ditemani oleh kuah gulai kuning plus sayur anyang. > > > Ikan Bakar > > > Bersayur Anyang dan Kuah Gulai Kuning > > Sambil makan, tidak ketinggalan suara pengamen akan menemani Anda serta > seorang bapak penjual kerupuk JENGKOL dan Emping. Keberadaan dua orang ini > hampir juga menjadi ciri khas rumah makan ini, namun yang sudah pasti selalu > adaalah bapak penjual kerupuk Jengkol. Mungkin disini anda menemukan kerupuk > jengkol yang enak punya. > > > Kerupuk Jengkol > > Tidak ada salahnya, jika anda berada di padang, sekali-kali mampir dan > menikmati masakan Ajo Paris ini yang berlokasi di depan taman makam pahlawan > lolong. Padang. Selamat mencoba. Perhatikan gaya makan jagoan saya yang satu > ini, sewaktu mencicipi masakan RM. Ajo Paris. > > > Dzaky Dengan Ayam Bakarnya > > Padang, 16 Maret 2010. (Yuhefizar a.k.a Ephi Lintau) > > > > -- > =========== Salam Hormat ========== > Yuhefizar a.k.a Ephi Lintau | Laki2 | 35 th > www.ephi.web.id | http://blog.ephi.web.id > FB : www.facebook.com/yuhefizar > e-Mail : [email protected] > Handphone : 08126777956 > ================================ > > > > > -- > . > * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain > wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet > http://groups.google.com/group/RantauNet/~ > * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. > =========================================================== > UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: > - DILARANG: > 1. E-mail besar dari 200KB; > 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; > 3. One Liner. > - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: > http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1 > - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting > - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply > - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti > subjeknya. > =========================================================== > Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: > http://groups.google.com/group/RantauNet/ -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1 - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
