Propinsi | Kamis, 13/10/2011 06:46 WIB

Padang, (ANTARA) - Anggaran rehabilitasi dan rekonstruksi
infrastruktur dan fasilitas umum yang rusak akibat gempa 2009 di
Sumatera Barat senilai Rp3,3 trliun lebih masih kabur, karena belum
jelas pos anggaran dari pemerintah pusat.

Hal ini terungkap dalam pertemuan Tim Pengawasan Penanggulan Bencana
Alam (PPBA) DPR asal daerah pemilihan (Dapil) Sumbar dengan Gubernur
Irwan Prayitno di gubernuran, Rabu malam.

Hadir dalam pertemuan itu, Koordinator Tim PPBA DPR, Refrizal,
Nudirman Munir, Dasrizal Basir, Hermanto, Mohammad Ichlas El Qudsi dan
Zumiat serta sejumlah kepala dinas provinsi.

Gubernur Irwan Prayitno memaparkan dana untuk rehab-rekon
infrastruktur perkantoran dan fasilitas umum lainnya itu, sudah
diusulkan pada 2012 senilai Rp600 juta dan tahun berikutnya dengan
nilai yang sama.

Namun, baru sebatas pengusulan dan belum ada kesepakatan yang konkret
dengan pemerintah pusat, dalam hal ini kementerian keuangan.

Upaya untuk menggolkan anggaran ini, tambahnya, sudah tiga kali
mengirimkan surat dan bahkan telah pernah langsung ke Kementerian
Keuangan untuk mempertanyakan alokasi anggaran tersebut.

Akan tetapi belum juga adanya kepastian alokasi anggaran untuk
rehab-rekon gedung pemerintahan, sarana pendidikan dan fasilitas umum
lainnya.

Kendati demikian, berkaitan dengan rehab-rekon rumah masyarakat yang
rusak berat dan sedang sudah dianggap selesai. Pada tahap III --sedang
berjalan-- sudah tersedia anggaran Rp300 miliar.

Rehab-rekon perumahan harus tuntas pada tahun anggaran 2011, makanya
pada tahap IV nanti dananya sudah jelas dijanjikan pemerintah dan sama
besaran jumlahnya dengan tahap III.

Karena itu, kata Irwan, sangat diharapkan dukungan anggota DPR RI asal
Dapil Sumbar mendorong pemerintah pusat untuk mengalokasikan, karena
daerah tak memiliki anggaran untuk rehab-rekon infrastruktur tersebut.

Selain itu, pos anggaran rehab-rekon infrastruktur tersebut tetap
diminta pada pemerintah pada satu pintu, artinya bukan melalui
kementerian dan lembaga yang ada.

Gubernur mengatakan, dalam ketentuan pada kemnterian dan kelembagaan
tidak ada yang namanya pos anggaran untuk bencana. Makanya
pengalokasiannya melalui BNBP agar satu pintu.

Dana Dinas Prasarana Jalan Tata Ruang dan Permukiman Sumbar, merinci
kebutuhan rencana aksi pasca gempa 30 September 2009 untuk
infrastruktur dan fasilitas umum sebesar Rp3,3 triliun lebih.

Meliputi untuk rehab-rekon senilai Rp2,2 triliun, bangunan Satuan
Kerja Perangkat Daerah (SKPD) provinsi senilai Rp484 miliar. Bangunan
gedung SKPD kabupaten/kota senilai Rp1,4 triliun lebih.

Rehab-rekon gedung Perguruan Tinggi senilai Rp79 miliar, rehabilitasi
air minum dan sanitasi senilai Rp75 miliar, Sumber Daya Air (SDA)
senilai Rp210 miliar.

Kemudian untuk mitigasi senilai Rp1,1 triliun, pembangunan jalan
evakuasi sebesar Rp671 miliar dan gedung tempat evakuasi (shelter)
senilai Rp315 miliar serta Shelter Menara berjumlah Rp130 miliar.

Dalam kesempatan itu, gubernur juga menyampaikan untuk anggaran
rehabilitasi dan rekonstruksi akibat bencana gempa dan tsunami
Mentawai sudah dialokasikan pemerintah pusat. (*/wij)

http://www.antara-sumbar.com/id/berita/propinsi/d/1/190937/anggaran-rekonstruksi-sumbar-rp33-triliun-masih-kabur.html
============

DPR akan Pertanyakan Anggaran Rekonstruksi Infrastruktur Sumbar

Padang, (ANTARA) - Anggota DPR RI tergabung dalam tim Pengawasan
Penanggulangan Bencana Alam (PPBA) Sumatera Barat akan mempertanyakan
anggaran rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur dan fasilitas
umum yang rusak akibat gempa 7,9 SR pada 2009.

Tim PPBA dipimpin Refrizal kunjungan kerja ke Daerah Pemilihan (Dapil)
Sumbar dan menggelar pertemuan dengan Gubernur Irwan Prayitno serta
jajarannya guna melihat perkembangan rehabilitasi dan rekonstruksi
pasca gempa 2009, berlangsung di gubernuran, Rabu malam.

Dalam pertemuan itu, hadir tim PPBA DPR, Nudirman Munir, Darizal
Basir, Hermanto, Mohammad Ichlas El Qudsi, Zumiat dan Wakil Wali Kota
Padang Mahyeldi Asharullah serta sejumlah kepala dinas provinsi.

Para anggota tim PPBA DPR terlihat kaget ketika Gubernur Sumbar Irwan
Prayitno memaparkan tentang belum jelasnya alokasi anggaran
rehab-rekon untuk sektor infrastruktur dan fasilitas umum itu.

Pada pertemuan itu, tim PPBA DPR dengan gubernur Sumbar menyepakati
pos anggaran satu pintu, artinya melalui Daftar Isian Anggaran (DPA)
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (PNBP).

Refrizal menyakatan, tim minta dukungan Badan Anggaran (Banggar) DRP
untuk pengalokasian anggaran rehab-rekon infrastruktur provinsi dan
kabupaten yang rusak akibat gempa dua tahun lalu itu.

Bahkan, pihaknya akan mengagendakan pertemuan dengan Banggar pada awal
pekan depan, guna mencarikan solusi anggaran tersebut. Pasalnya, ada
dana optimalisasi sekitar Rp6 triliun yang berpeluang dapat dialokasi
untuk rehab-rekon sebelum dibagikan ke kementerian.

Justru itu, katanya, gubernur Sumbar agar menyegerakan membuat surat
kembali tentang usulan dana rehab-rekon ke pimpinan DPR, ditembukan ke
Banggar dan tim PPBA.

Nurdirman Munir menambahkan, anggota DPR Dapil Sumatera Barat akan
diminta komitmen bersama dalam bentuk pernyataan sebagai bentuk
dukungan percepatan anggaran rehab-rekon fasilitas umum dan gedung
pemerintahan itu.

Pasalnya, sekitar 100 orang anggota DPR asal Dapil Sumbar berada di
parlemen atau sudah hampir sepertiga dari seluruh anggota DPR RI,
tentu punya kekuatan untuk dapat menggolkan anggaran tersebut.

Selama ini, tambahnya, laporan data yang diperoleh tim PPBA sebelumnya
tidak terinci dan perkembangan tindaklanjut dari upaya BNPB tak
diketahui tim.

Jadi, selama ini terjadi miskomunikasi dan diharapkan setelah adanya
data dan laporan yang kompreheshif ini, tim akan memperjuangkan dan
mendorong pemerintah untuk pengalokasian anggaran itu.

"Kita dapat memaklumi kondisi anggaran pemerintah, tapi kalau
infrastruktur pemerintahan, sarana pendidikan dan fasilitas umum
dibiar lama tak direkonstruksi berdampak terhadap pelayanan
masyarakat," katanya.

Gubernur Sumbar melaporkan, rincian kebutuhan rencana aksi pasca gempa
30 September 2009 untuk infrastruktur dan fasilitas umum sebesar Rp3,3
triliun lebih.

Meliputi untuk rehab-rekon senilai Rp2,2 triliun, bangunan Satuan
Kerja Perangkat Daerah (SKPD) provinsi senilai Rp484 miliar. Bangunan
gedung SKPD kabupaten/kota senilai Rp1,4 triliun lebih.

Rehab-rekon gedung Perguruan Tinggi senilai Rp79 miliar, rehabilitasi
air minum dan sanitasi senilai Rp75 miliar, Sumber Daya Air (SDA)
senilai Rp210 miliar.

Kemudian untuk mitigasi senilai Rp1,1 triliun, pembangunan jalan
evakuasi sebesar Rp671 miliar dan gedung tempat evakuasi (shelter)
senilai Rp315 miliar serta Shelter Menara berjumlah Rp130 miliar.

Dalam kesempatan itu, gubernur juga menyampaikan untuk anggaran
rehabilitasi dan rekonstruksi akibat bencana gempa dan tsunami
Mentawai sudah dialokasikan pemerintah pusat. (*/wij)

http://www.antara-sumbar.com/id/berita/propinsi/d/1/190936/dpr-akan-pertanyakan-anggaran-rekonstruksi-infrastruktur-sumbar.html

-- 



Wassalam
Nofend/34+ CKRG

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke