Pak Marah Hoessein Salim, yang saya hormati Iya benar pak, saya melihat restoran minang itu dipojok jalan dekat pintu TWM dan saat itu ada gulai kepala ikan etalase masakannya. Suasana di sekitar kawasan ini memang teramat melayu . Saya Tidak menyangka, ada beberapa pengemis pula duduk2 didekat jalan menuju Mesjid (namanya saya lupa) ditengah gambaran kemakmuran Negara Singapore yang kaya raya. Yang saya kasihani mereka itu Melayu. Mudahan bukan orang minangkabau
Saya lagi2 ingin bertanya nih atau mendiskusi dengan pak Hoessein, yaitu : 1. Kalaulah memang TWM menerima replika Rumah Gadang dan merupakan hadiah dari Wali Kota Sawahlunto Bapak Amran Nur ke TWM. Begitu pula Mantan Gabenor Sumbar Hasan Basri Durin yang menghadiahkan alat2 muzik talempong ke Persatuan Minangkabau Singapura dalam usaha masyarakatkan Melayu keturunan Minang. Maka menurut saya tentunya tetap menonjokan MINANGKABAU dalam setiap event itu . Apalagi untuk menyemarakkan semangat Minang diperantauan. 2. Jika Adinda Murah, pelatih tari di Sanggar Sri Warisan di TWM merupakan lulusan Akademi Seni Karawitan Indonesia Padang Panjang ( ASKI) dan sudah banyak melatih anak2 Melayu dalam tarian Minang, maka akulturasi budaya itu mutlak terjadi. Apalagi dengan mengajarkan tarian2 tradisional Minang di depan Presiden, PM, Yang DiPertuan Agong Malaysia, dan lain2 di TWM itu. Dalam hal ini, saya bertanya kepada bapak. Sejauh mana kebanggaan kita yang berdarah Minangkabau ini, jika kelak terjadi pengaburan asal usul produk seni budaya dari Minangkabau di singapura. Kemudian berubah menjadi kebanggaan Melayu belaka ( melayu Singapore). 4. Saya minta tolong pak Hoessein...karena bapak kami anggap sebagai kurator dari Warisan Melayu Singapore ., maka kami mohon agar menjaga setiap Karya Cipta. Semua produk keseniaan Yang berasal dari Minangkabau itu tetap disebut Minangkabau bukan Melayu.... Meskipun Minangkabau adalah bagian rumpum Melayu pada umumnya, namun bagi kami - MINANGKABAU adalah MINANGKABAU yang bukan sama sekali budaya melayu di Singapore. Minangkabau itu adalah INDONESIA, KARENA MINANGKABAU BERADA DI WILAYAH NKRI. 5. Jika kita tidak bertegas tegas tentang soal ini, maka secara bertahap produk budaya Indonesia kehilangan warisan nantinya.. Contoh yang dilakukan oleh negara Malaysia yang kontroversial itu. Contoh, saya menyaksikan di TV Malaysia yang secara berani menyatakan wayang kulit adalah warisan budaya mereka, dengan pernyataan tidak dikenali asal usulnya. Jadi, kembali ke beberapa replika yang ada di TWM itu - tulislah replika Rumah Gadang adalah warisan Minangkabau yang dipersembahkan bagi masyarakat Minang di SPore. Begitu juga tarian2 minang. Mudah saja kan pak... Saya sengaja menanggapi secara panjang, karena saya punya uneg uneg yang tersimpan lama dalam memori saya Untuk pak Hoessein, agar bisa menanggapinya. Wassalam, Evy Nizhamul, Tangsel Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1 - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
