Kabanyo ughang Amrik itu indak pulo buliah mambuka lapak sarupo diawak yo Ajo.

Kalau diawak ndak mungkin mairik-irik kopor dari taman ka taman doh. Kalau nan 
diirik yo garobak galeh, isinyo Termos aia angek, gulo, kopi jo teh. Cangkia 
agak tigo. Alah cukuik tumah mancari makan.

Dibukak lapak ditaman, kambangkan lapiak atakkan kartu domino datang urang 
mangopi.

Cadiak lai cadiak tapi bodoh wee, indak pandai cari pitih. He... He....

Salam dari Tangsel
Powered by Telkomsel BlackBerry®

-----Original Message-----
From: ajo duta <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Fri, 21 Oct 2011 08:41:54 
To: <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: Re: [R@ntau-Net] Jatuah Tapai di Amerika

Dinda Darwin dan sanak sapalanta,

Ado joke. Dulu Amerika punyo Bob Hope, Johny Cash dan Steve Jobs. Kini
Amerika No Hope, No Cash dan No Jobs.

Dulu karajo2 kasa blue collar didominasi oleh urang Latino dan urang
Itam. Kini alah banyak pulo urang putiah. Mairik-irik koper dari taman
kataman alias galandangan atau homeless alah banyak pulo mereka.

Jadi kisah si Karpman itu iyo indak aneh lai.


On 10/21/11, Darwin Chalidi <[email protected]> wrote:
> Selama 45 tahun, hidup Ken Karpman tampaknya nyaris sempurna. Lulus dengan
> gelar sarjana S-1 dan MBA (Master of Business Administration) dari
> universitas bergengsi UCLA ( University of California ), Karpman langsung
> mendapat kerjaan dengan gaji yang menggiurkan sebagai pialang saham.
>
> Dia pun bisa menikahi perempuan idamannya, Stephanie dan dikarunai dua anak.
> Mereka pun rutin berlibur ke tempat-tempat mahal di penjuru dunia.
>
> Setelah 20 tahun meniti karir sebagai pialang, Karpman pun naik jabatan
> menjadi eksekutif perusahaan. Gajinya pun naik menjadi US$750.000 (sekitar
> lebih dari Rp 8,8 miliar) per tahun.
>
> "Saat itu hidup begitu indah. Kami bisa cetak banyak uang. Entah mengapa
> situasi itu kok tidak berlanjut?" kata Karpman dalam wawancara khusus dengan
> stasiun televisi ABC.
>
> Dari segala sisi, Karpman dan keluarga saat itu hidup dalam "Impian Amerika"
> (American Dream). Mereka tinggal di sebuah rumah besar di kota Tampa ,
> Florida . Rumah mereka pun dilengkapi lapangan golf.
>
> "Saat itu saya sudah tidak tahu berapa harga barang-barang di toko.
> Pokoknya, tinggal bawa troli dan ambil saja," kata Karpman.
>
> Dia pun begitu percaya diri dengan kemampuannya mencetak banyak uang. Maka,
> tahun 2005 dia meninggalkan perusahaan tempat dia bekerja dan membuat usaha
> sendiri yang sejenis.
>
> Untuk mendirikan perusahaan sendiri sekaligus meningkatkan taraf hidup, dia
> Karpman dengan enteng mengeluarkan dana US$500.000 dari tabungannya. .
> Seperti kebiasaan orang-orang Amerika, Karpman juga mengajukan kredit dalam
> jumlah besar dengan jaminan rumah.
>
> Namun, badai krisis keuangan menerpa Amerika Serikat (AS). Karpman tak mampu
> menarik investor, sehingga perusahaannya bubar.
>
> Sejak saat itu, dia menjadi penganggur dan sulit mendapat kerja. Padahal, di
> masa lalu, Karpman tak perlu pusing mencari kerja.
>
> "Dulu, saat menjalani tes wawancara kerja, saya bisa jadi bersikap kurang
> ajar, karena justru sayalah yang sering menanyai si pewawancara, apakah
> perusahaannya cukup layak mempekerjakan saya," kata Karpman dalam wawancara
> yang ditayangkan di laman stasiun televisi ABC.
>
> "Sekarang, justru saya yang kini berharap-harap minta kerja sambil memegang
> topi di tangan," lanjut Karpman.
>
> Saat dia susah mendapat kerja, tabungannya ludes untuk keperluan hidup
> sehari-hari dia dan keluarga. Bahkan, keluarga Karpman kini harus menanggung
> utang ratusan ribu dolar dan rumah mewah terancam disita pihak kreditur.
>
> Mereka pun tak mampu menanggung biaya pendidikan anak-anak di sekolah swasta
> yang mencapai US$30.000 (Rp 352,3 juta). Namun mereka bersyukur ada seorang
> dermawan yang membantu membiayai uang sekolah anak-anak mereka hingga tahun
> depan.
>
> Maka, Karpman sudah bertekad, kerja apapun akan dia lakukan, asalkan
> mendapat uang. Dia pun bersedia turun derajat. Karpman tak lagi mencari
> posisi-posisi yang tinggi, maka dia sempat melamar sebagai bartender (peramu
> minuman), namun ditolak. Istrinya, Stephanie, kini juga akan menjual
> baju-bajunya yang bertumpuk-tumpuk di lemari pakaian di toko-toko loak.
>
> Akhirnya Karpman mendapat kerjaan baru. Namun, bukan lagi sebagai eksekutif,
> melainkan sebagai pengantar pizza (roti isi khas Italia) di restoran Mike's
> Pizza & Deli di kota Clearwater.
>
> Pemilik restoran, Mike Dodaro, bingung saat melihat Karpman datang ke
> tempatnya untuk wawancara kerja dengan mengendarai mobil mewah Mercedes
> Benz. Dodaro pun terkejut saat membaca CV (riwayat pendidikan dan pekerjaan)
> Karpman.
>
> Untuk menjadi pengantar pizza dari rumah ke rumah tak perlu harus bergelar
> MBA dan berpengalaman sebagai manajer pialang saham. Dengan kata lain,
> Karpman tergolong over-qualified (bobot pendidikan dan pengalaman kerja
> terlalu tinggi untuk posisi kerja yang dia lamar).
>
> Namun, Karpman tetap mengambil lowongan itu. Dia rela kini digaji US$7,29
> atau sekitar lebih dari Rp.85.000,- per jam - belum termasuk tips. Karpman
> pun tak peduli dengan reaksi istrinya yang kaget dengan profesi suaminya
> saat ini.
>
> "Menurut saya, yang paling buruk adalah saat datang ke teman sambil berkata,
> 'boleh pinjam uangmu?' Menjadi pengantar pizza pun sudah kemajuan," lanjut
> Karpman.
>
> Lebih Baik Tangan Di Atas Daripada Di bawah.
> Powered by Telkomsel BlackBerry®
>
> --
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet
> http://groups.google.com/group/RantauNet/~
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
> - DILARANG:
>   1. E-mail besar dari 200KB;
>   2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi;
>   3. One Liner.
> - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di:
> http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
> - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
> mengganti subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
> http://groups.google.com/group/RantauNet/
>

-- 
Sent from my mobile device

Wassalaamu'alaikum
Dutamardin Umar (aka. Ajo Duta),
suku Mandahiliang,
lahir 17 Agustus 1947.
nagari Gasan Gadang, Kab. Pariaman.
rantau Deli, Jakarta, kini Sterling, Virginia-USA
------------------------------------------------------------

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke