Salah satu urang awak nan berprestasi :
  

 Hadiah buat Pemilik 300 Karya Tari 

Tom Ibnur, Penerima Anugerah Sagang Kategori Seniman Serantau

Hadiah buat Pemilik 300 Karya Tari 

Laporan FIRMAN AGUS, Pekanbaru  
[email protected]

Nama Tom Ibnur tak asing lagi dalam dunia tari-menari, terutama tari Minang. 
Namun pria kelahiran Padang, 15 Mei 1952 ini justru dikenal sebagai pemikir, 
pemelihara dan pengembang tari Melayu, khususnya zapin.

Tom Ibnur terbilang sebagai koreografer terproduktif di Indonesia. Alumni 
Institut Kesenian Jakarta (IKJ) untuk tari Minangkabau dan Melayu, khususnya 
zapin ini, kemudian mengembangkan talentanya lewat kekayaan tari dan budaya 
Nusantara menuju kreasi baru dan kontemporer. 

Bahkan peneliti dan penggerak zapin Indonesia ini telah menciptakan lebih dari 
300 karya tari sejak 1969 sampai sekarang.

Dia juga penggerak dan konsultan Revitalisasi Seni Pertunjukan di berbagai 
daerah di Indonesia. Direktur Langkan Budaya Taratak (Taratak Cultural Centre) 
di Jambi dan Direktur Jambi Arts Festival adalah sebagian di antara 
kesibukannya. 

Jabatan lain adalah Dewan Artistik Art Summit Indonesia, Direktur Artistik Liga 
Tari Krida Budaya Universitas Indonesia, Direktur Artistik Studio One Fashion & 
Modelling Jakarta, Direktur Artistik Opera Jelajah Anak Indonesia (OJAI) di 
Jakarta. Di Riau, Tom Ibnur bertindak sebagai Dewan Artistik Pasar Tari 
Kontemporer (Pastakom) dan Temu Zapin Indonesia di Pekanbaru.

Selain itu, dia juga Dewan Pendiri Indonesian Dance Festival (IDF), Konsultan 
Festival Zapin Nusantara di Johor Bahru Malaysia, Konsultan Seni Pertunjukan 
Melayu dan Zapin D’Muara Festival di Singapura, serta anggota Triangle Arts 
Program bidang Arts Management untuk Amerika-Jepang-Indonesia.

‘’Awalnya saya terpikir, mana mungkin saya dapat Anugerah Sagang. Soalnya, yang 
saya tahu hanya terus berkarya dan berbuat untuk orang banyak. Setelah dapat 
info dari panitia saya betul-betul terkejut. Ternyata ada orang/institusi yang 
mengikuti aktivitas saya dalam mengembangkan Melayu dan memberi nilai pula. 
Alhamdulillah dan terima kasih untuk Yayasan Sagang,’’ ulas Tom Ibnur pada Riau 
Pos, Senin (24/10) melalui telepon genggamnya.

Dijelaskannya, penghargaan ini akan jadi pemicu dan pemacu baginya untuk terus 
memberi bakti pada dunia Melayu hingga akhir hayat. 

Meski Tom sangat menyadari penghargaan bukanlah tujuan utama dalam proses 
penciptaan karya-karyanya. Namun penghargaan memberi nilai tambah bagi 
pengkarya untuk menciptakan karya-karya selanjutnya.

Sebagai ilustrasi, Tom Ibnur pernah menjabat Analis Kepala Laboratorium 
Produksi PT Semen Padang (1973-1978) dan Pembantu Dekan II Fakultas Seni 
Pertunjukan Institut Kesenian Jakarta (1988-1991). 

Dia juga pernah menjabat Direktur Produksi Pusat Kesenian Jakarta-Taman Ismail 
Marzuki (1991-1996), dan Konsultan Produksi Pusat Kesenian Jakarta Taman Ismail 
Marzuki (1996-1999).

Penghargaan yang pernah diperolehnya antara lain Maret 2008, penghargaan 
Universitas Indonesia: Bakti Seumur Hidup dalam Seni (Live Achievement) di 
Jakarta, sebagai baktinya selama 20
tahun. Januari 2009 meraih penghargaan Sangrina Bunda Folk Dance & Music 
Company: Bakti Seumur Hidup dalam Seni (Live Achievement) di Jakarta, sebagai 
baktinya selama 30 tahun. Mei 2001, penghargaan Presiden RI: 

Tokoh Pelestari Seni Budaya Tradisi Melayu di Jambi. Pada September 1993 meraih 
Association Culturelle D’echanges Internationaux: penghargaan Koreografi 
Terbaik dalam Festival Tari Rakyat Sedunia di Prancis. 

Juli 1984, penghargaan Dewan Kesenian Jakarta: Koreografer Terbaik untuk Cipta 
Tari Remaja Indonesia di Jakarta. Agustus 1984, penghargaan Taman Mini 
Indonesia Indah: Koreografer Terbaik Tari Minangkabau di Jakarta.

Juli 1983, penghargaan Dewan Kesenian Jakarta: Koreografer Terbaik untuk Cipta 
Tari Anak Indonesia di Jakarta. Agustus 1982, penghargaan Taman Mini Indonesia 
Indah: Koreografer Terbaik di Jakarta. 

Agustus 1973-1976, penghargaan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat: Pemenang 
Utama Bintang Radio, Televisi dan Lagu Populer se-Sumatera Barat di Padang. 
Selain itu, pada Agustus 1969, penghargaan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat: 
Penari dan Tari Terbaik Sumatera Barat dalam

Festival Kesenian, Olahraga dan Agama III di Padang. Agustus 1966, penghargaan 
Pemerintah Provinsi Sumatera Barat: Penari Terbaik Sumatera Barat dalam 
Festival Kesenian, Olahraga dan Agama II di Bukittinggi. 

Serta Agustus 1963, penghargaan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat: Penari 
Terbaik untuk Tari Pergaulan dan Melayu dalam Festival Kesenian Olahraga dan 
Agama I di Padang.*** 



  
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke