He he he Tulisan pak Reflus selalu bikin pembaca terutama hanifah untuk ketawa Pikiran yang tadinya mumet, jadi segar kembali Makasih ya pak
Salam Hanifah Pada 26 Oktober 2011 13:25, Reflus <[email protected]> menulis: > Syair Lagu Tidak Mendidik > Oleh : Reflus. > Bapak2, Ibu2, Etek Uni, Mamak Uda dan Dunsanak nan Amb hormati. > Mudah2an bisa terhibur. > > Omong-omong soal musik, aku pikir semua orang pasti senang, apakah itu > laki-laki, perempuan, tua muda dan kaya atau miskin… sama saja. Tak > > peduli musik itu ada suara vokalnya (lagu) atau hanya musik instrumental > dari sebuah gitar, piano ataupun hanya botol kosong yang diketuk dengan > sebuah sendok, bisa membuat pendengarnya ikut terhanyut dan tak sadar > berjoget-joget di depan mertua ha ha ha > > Begitu dahsyatnya pengaruh dari musik ini, kepada bayi yang masih dalam > kandunganpun disarankan untuk diperdengarkan musik klasik. Itu saran > yang pernah kubaca. Apakah ada dampak positif setelah bayi lahir ?. > Percaya aja dech ! Kok repot he he he. > > Musik juga pernah mengakibatkan beberapa remaja putri yang baru puber > meninggal menggenaskan terinjak-injak saat menonton konser Band > pujaannya. Si cowok menyesal tak habis-habisnya dan jadi patah hati > karena dulu pernah berjanji sehidup semati “adinda, dunia ini milik kita > berdua, yang lain hanya ngontrak” begitu kira-kira rayuan sang cowok he > he he > > Karena diyakini musik sangat berpengaruh, dijaman orde baru ada beberapa > lagu yang dicekal karena katanya : cengeng, tidak mendidik yaitu lagu > “Hati yang Lukah” atau lagu yang syairnya membuat merah kuping penguasa > seperti lagu yang menceritakan tingkah laku DPR yang tidur saat sidang, > begitu kira-kira alasan yang berwajib. > > Tak pikir-pikir, aku juga sependapat untuk mencekal lagu yang memang > secara logika syairnya tidak mendidik. Coba anda dengar baik-baik syair > lagu “Hati Yang Luka” yang menceritakan pertengkaran suami istri. > Menurut logika sederhana, pantesan aja mereka bertengkar karena memang > berasal dari keluarga yang juga sudah bercerai, tak percaya ?. Ini bukti > secuail syairnya. > > Pulangkan saja aku pada Ibuku atau Ayahkuuuuuuu… > > Berarti Ibu dan Ayahnya sudah bercerai khan ! > Kalau belum bercerai syairnya akan menjadi > “Pulangkan saja aku pada Ibu dan Ayahkuuuuuuu…” > > Bisa-biasa aja ! > > Disamping lagu di atas, ada syair lagu yang kurang pas kalau kita > hubungkan dengan keyakinan kepada Tuhan/Allah yaitu lagu yang > dinyanyikan oleh Ruth Sahanaya yaitu : > > Mungkin hanya Tuhan yang tau segalanya…. Judulnya apa ya !. Lali aku.. > > Apanya yang keliru ?. Menurut keyakinanku, Tuhan itu pasti tahu, jadi > syairnya yaitu kata mungkin diganti menjadi pasti sehingga berubah > menjadi: > > Pasti hanya Tuhan yang tau segalanya…… Betul nggak ? he he he > > Kalau tak renung-renung, beberapa syair lagu yang kiranya perlu mendapat > perhatian seriousa agar bisa membawa dampak positif kepada pendengarnya > adalah : > > 1. Malu aku malu pada semut merah (Obbie Meshak). > Malu kok pada semut, harusnya pada manusia donk !. Bisa jadi > ini yang membuat malu sangat mahal dinegeri ini. Jadi percuma berteriak > meminta/mendemo seseorang yang gagal untuk turun dari jabatannya > Mungkin…… > 2. Tanyakan pada rumput yang bergoyang ( Ebiet G Ade). > Makanya banyak persoalan sulit mendapatkan jawaban yang > memuaskan alias tak pernah tuntas he he he > 3. Mengapa begini, mengapa begitu (Broery Pesoelima). > > Sampai kini, seingatku belum ada jawabannya lho ! Silahkan anda jawab ! > Kalau mau. > Anda juga tidak berdosa kalau mau menambahkan contoh lainnya, karena hak > cipta artikel ini tidak dilindungi undang-undang ha ha ha. > > Salam > > Reflus/L. Hampir 54 tahun > > > * > * > > > - Beri Nila > > > iKOMENTAR BERDASARKAN : > TANGGALSUKA<http://hiburan.kompasiana.com/musik/2010/10/19/syair-lagu-tidak-mendidik/#> > > > - > Candra Permadi <http://www.kompasiana.com/candra.permadi> > 19 October 2010 11:49:04 > > *0*<http://hiburan.kompasiana.com/musik/2010/10/19/syair-lagu-tidak-mendidik/#> > > sabar oom reflushmen hehehehe > nih lagu meng-Indonesia > <http://www.youtube.com/watch?v=kXANWtVmihk> > http://www.youtube.com/watch?v=kXANWtVmihk > *Suka* > > **<http://hiburan.kompasiana.com/musik/2010/10/19/syair-lagu-tidak-mendidik/#> > > *Hapus<http://hiburan.kompasiana.com/musik/2010/10/19/syair-lagu-tidak-mendidik/#> > | > Balas<http://hiburan.kompasiana.com/musik/2010/10/19/syair-lagu-tidak-mendidik/#> > |* > > -- > . > * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain > wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet > http://groups.google.com/group/RantauNet/~ > * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. > =========================================================== > UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: > - DILARANG: > 1. E-mail besar dari 200KB; > 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; > 3. One Liner. > - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: > http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1 > - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting > - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply > - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & > mengganti subjeknya. > =========================================================== > Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: > http://groups.google.com/group/RantauNet/ > -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1 - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
