EDITORIAL Media Indonesia, Kamis, 03 November 2011 00:01 WIB     

http://www.mediaindonesia.com/read/2011/11/03/273326/70/13/Jusuf-Kalla-dan-K
omodo-

TAMAN Nasional Komodo mendekati terpilih sebagai satu dari tujuh keajaiban
baru dunia dalam ajang New 7 Wonders. Hingga kemarin taman nasional yang
terletak di Provinsi Nusa Tenggara Timur itu menempati posisi ketiga dari 28
finalis.

Kabar itu semestinya membahagiakan kita semua. Pulau Komodo bakal makin
tersohor di seantero jagat dan menjadi tujuan wisata dunia. Pariwisata NTT
bakal meningkat. Ekonomi masyarakat juga menggeliat.

Oleh karena itu, aneh ketika Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif
tiba-tiba mempersoalkan keikutsertaan komodo dalam ajang New 7 Wonders.

Aneh karena justru kementerian yang dulu bernama Kementerian Kebudayaan dan
Pariwisata itulah yang menyodorkan komodo untuk berlaga di arena New 7
Wonders. Pada 2008, kementerian yang saat itu dipimpin Jero Wacik bahkan
mendaftarkan diri sebagai official supporting committee.

Setelah melalui proses seleksi oleh panitia, komodo lolos sebagai salah satu
dari 28 finalis. Pemerintah sempat tertarik ketika panitia New 7 Wonders
menawari Indonesia menjadi tuan rumah deklarasi pemenang dengan membayar
biaya penyelenggaraan sebesar Rp400 miliar.

Namun, Menteri Jero Wacik mengurungkan niat menjadi tuan rumah karena
menilai biaya sebesar itu terlampau mahal. Buntutnya panitia mengancam
mencoret komodo dari daftar finalis. Pengacara Kementerian Pariwisata Todung
Mulya Lubis mengirim surat protes kepada panitia.

Pemerintah Indonesia kemudian menarik komodo dari ajang New 7 Wonders.
Namun, panitia tetap memasukkan komodo sebagai finalis. Panitia hanya
mencoret pemerintah Indonesia sebagai official supporting committee.

Di tengah kekosongan panitia pendukung, Komunitas Penggalangan Pemenangan
Komodo mendaulat mantan Wapres Jusuf Kalla sebagai Duta Komodo. Kalla
kemudian bergerilya mengampanyekan komodo. Masyarakat Indonesia pun
berbondong-bondong mendukung komodo melalui pesan singkat.

Di saat masyarakat bersemangat mendukung komodo itulah tiba-tiba pemerintah
berteriak mempersoalkan ajang New 7 Wonders dengan cerita lama, yakni
kredibilitas panitia diragukan.

Pertanyaannya mengapa pemerintah tempo hari menyodorkan komodo kepada
panitia yang tidak kredibel itu? Apakah tidak cukup kredibel New 7 Wonders
yang pada 2007 sukses menyelenggarakan tujuh keajaiban dunia buatan manusia?
Kurang kredibelkah New 7 Wonders yang pada 2000 berhasil membuat orang
Indonesia berteriak karena Candi Borobudur kalah sebagai tujuh keajaiban
dunia?

Jangan-jangan itu hanya ungkapan penyesalan pemerintah yang kehilangan muka
karena seorang Jusuf Kalla mampu menggalang dukungan rakyat.

Yang jelas, masyarakat Indonesia menganggap teriakan pemerintah itu seperti
penghangat cerita basi belaka. Buktinya rakyat terus mendukung Pulau Komodo
sehingga hanya dalam hitungan jam, kemarin, posisinya melesat dari urutan
kelima ke urutan ketiga.

 

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke