Saya bukan ahli ekonomi.
Karena itu ijinkan saya bertanya.
kalau sayur, buah, umbi (jahe), garam,
ikan lele dsb-nya
masih impor, 
ada hubungannya nggak dengan
kemandirian nasional?

Wass, Jacky Mardono
Impor Sayur dan Buah Akan Diatur
Daya Saing Produk Lokal Rendah
Jakarta, Kompas - Kementerian Perdagangan bersama Kementerian Pertanian tengah 
menggodok aturan impor hortikultura. Aturan tersebut dibuat karena selama ini 
tidak ada 
ketentuan yang mengaturnya sehingga impor tidak terkendali. Untuk 
merealisasikan aturan baru tersebut dibutuhkan kelengkapan data 
penunjang.
Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri, Kementerian 
Perdagangan, Deddy Saleh, di Jakarta, Rabu (2/11), mengatakan, selama 
ini impor produk hortikultura berlangsung tanpa aturan khusus. 
”Kementerian Perdagangan tak pernah mengeluarkan izin impor khusus untuk 
hortikultura. Kebanyakan importir adalah importir umum,” katanya.
Deddy mengatakan, dengan ketentuan baru, setiap impor hortikultura harus 
berdasar pada rekomendasi dari Kementerian Pertanian. Sebelum memberikan 
rekomendasi, Kementerian Pertanian harus terlebih dahulu menetapkan 
produk hortikultura apa saja yang boleh diimpor dan pelabuhan mana yang 
digunakan sebagai pintu masuk.
”Kalau itu semua sudah lengkap baru kami terbitkan izin impornya. Ketentuan 
tersebut seharusnya bisa 
membatasi impor hortikultura yang selama ini meresahkan petani,” ujar 
Deddy.
Penerapan perdagangan bebas membuat produk hortikultura 
impor menyerbu Indonesia. Pembebasan bea masuk membuat harganya jauh 
lebih murah dibandingkan produk lokal.
Dalam skema Perdagangan 
Bebas Perhimpunan Bangsa- bangsa Asia Tenggara (ASEAN Free Trade Area), 
produk ekspor-impor hortikultura yang sebelumnya dikenai bea masuk 5-10 
persen disepakati dipangkas menjadi 0 persen.
Perlu kajian khusus
Dirjen Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian, Kementerian Pertanian, Zaenal 
Bachruddin, menyatakan, perlu ada kajian khusus yang mendetail soal 
rencana pembuatan aturan baru impor komoditas hortikultura.
Langkah ini dilakukan agar pemetaan komoditas hortikultura lebih jelas. Hal itu 
terutama terkait apakah komoditas yang diatur tersebut masuk dalam 
kelompok komoditas strategis yang masuk kategori produk khusus atau di 
luar itu.
Apabila masuk komoditas produk khusus, hal itu tentu 
harus ada perlakuan khusus. Yang menentukan apakah komoditas itu masuk 
dalam produk khusus atau tidak adalah kementerian teknis karena mereka 
yang tahu kondisi di lapangan.
Zaenal menjelaskan, untuk 
menentukan status komoditas tersebut masuk dalam daftar kelompok produk 
yang mana, kementerian teknis yang memimpin pertemuan itu, misalnya 
dalam bentuk kelompok kerja.
Pengelompokan komoditas hortikultura 
ini sangat penting, kata Zaenal, karena akan terkait dengan pengembangan 
ekonomi nasional, misalnya kategori komoditas yang masuk produk khusus 
meliputi komoditas yang bernilai strategis, menyerap banyak tenaga 
kerja, menjadi harapan untuk mengurangi kemiskinan dan pengangguran, dan 
memberikan kontribusi terhadap ekonomi nasional.
Ketua Dewan 
Hortikultura Nasional Benny A Kusbini mengatakan, daya saing produk 
dalam negeri harus ditingkatkan agar produk hortikultura Indonesia bisa 
lebih kompetitif.(ENY/MAS)







Saya

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke