Pak Julnardi, Rasonyo, kalau dibaok ota agamo ttg wahabi ko, ndak tepat utk "zuhairi misrawi" dijadikan nara sumber, apolai berdasarkan twitter.
Apolai ado kato2 "pluralisme sebagai sunatullah". Dari ma tibonyo tu Pak? Kalau cerita wahabi yang kini beredar adl lbh banyak literatur barat. Kajian mode ko lbh banyak unsur liberalisme Pak. "Just my opinion", mungkin Mamak2 jo Uda nan lamo tingga di Arab Saudi bisa share. =) Wassalam Roland Y. L / 27th / Suku Mandailiang Sent From My SmartHeartŽ Powered by do'a and ikhtiar -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1 - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
