Mak Ngah dan Sdr Syaf, dkk, Kabatulan ambo, terutama katiko jadi anggota DPD-RI, banyak terlibat dalam mengarahkan perluasan kota Bukittinggi dg PP84 tu dengan mengalihkannyo manjadi kerjasama yang saling menguntungkan antara kota BT dan daerah Agam sekitar dengan pola seperti yang berlaku di Yogya-Sleman, Jakarta-Jabodetabek, Surabaya-Sidoarjo, dsb, tanpa merubah batas wilayah. Prinsip yang dipakai adalah: win-win solution dan joint planning and program. Kita kerjasama dalam membangun, baik di kota maupun di daerah sekitar yang saling mendatangkan manfaat. Alhamdu lillah DPD-RI berhasil ambo yakinkan sahinggo PP84 tidak perlu dilaksanakan tapi dialihkan untuk kerjasama yang saling menguntungkan itu. Waktu itu masalahnya manjadi runyam karano Wali Kota waktu itu nan kini kabanyo lah di kandang situmbin dek karano korupsi, sacaro sepak sentung semberono memaksakan terlaksananya PP84 tu. Lalu ado sejumlah kelompok generasi muda terpelajar dari beberapa daerah sekitar nan tergiur untuk mengembangkan kota BT dengan cara perluasan wilayah itu. Tapi di daerah2 sekitar BT itu sendiri sebagian terbesar dari rakyat tidak mendukung bahkan menolak. Dan nan menarik, baik Wali Kota nan sekarang maupun para ninik mamak urang Kurai tidak menginginkan perluasan kota dengan membangun kota. Karena PP84 sudah berumur belasan tahun dan pihak masyarakat maupun pemerintah Kab Agam tidak menginginkan daerah mereka masuk kota, wajar kalau Mendagri yg sekarang memutuskan untuk mencabut PP84 itu. Kita sudah harus belajar banyak dari praktek perluasan kota di manapun di mana yang beruntung adalah orang2 kuat yang masuk, apa lagi bukan pribumi pula, sementara penduduk asli tersingkir, tanah2 mereka digerogoti dan mereka rata2 jatuh miskin dengan tinggal di daerah2 kumuh. Belum pula sistem sosial mereka secara berkampung dan bernagari habis tandas karenanya. Melalui joint planning dan win-win solution kita mengharapkan mereka akan tetap survive dan nagari mereka terbangun serta sistem sosial mereka tidak rusak. Ado beberapo tulisan nan ambo tulih dan sampaikan di DPD maupun lainnya mengenai iko ko. Kalau berminat mambaconyo ambo kirimkan. Salam, MN 081111
________________________________ From: sjamsir_sjarif <[email protected]> To: [email protected] Sent: Tuesday, November 8, 2011 9:10 PM Subject: Re: [R@ntau-Net] Wacana Mancabut PP 84 tentang perluasan Kota Bukittinggi Dek lai taimbau kami nan basamo, ambo nan sajak samulo indak satuju jo gagasan maaliah-aliah jam gadang ketek bateh kota tu, ingin manunggu berita pencabutan perluasan kota tu. Mudah-mudahan iyo. Salam, -- MakNgah sjamsir Sjarif Nov 8, 2011 --- In [email protected], syaff.al@... wrote: > > Yth. Pak Mochtar Naim dan sanak di palanta! > > Alun lamo ko, Mendagri Gamawan Fauzi pernah mangatokan bahwa ada pemikiran > mencabut PP 84 tentang peluasan Kota Bukittinggi nan indak terlaksana. Wacana > tsb alun ambo beritakan lai di Haluan. Masih perlu penegasan ulang ka Pak > Gamawan. > > Kiro-kiro, baa pandapek ayahanda Moctar Naim dan sanak dipalanta. Tapi, > pandapek tu nanti buliah ambo kutip untuk pemberitaan. > > Tks. Salam > > Syaf AL > 49/Bogor -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1 - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1 - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
