Sanak Paduko Sutan di Malaysia Yth.

Saya akan menjawab pertanyaan "ba'a kok negara jiran ko samakin maju 
maninggakan jauh saudara tuo nya.?"

Terlebih dahulu saya mohon maaf pada Bp/Ibu member malinglist ini, bahwa 
koementar atau jawaban saya di bawah ini bukanlah hasil penelitian dan hanya 
berupa pendapat saya dengan data mentah, yang mungkin dapat ditambah atau 
dikurangi, atau sebagai hyphotesi penelitian.

Dalam buku-buku perencanaan pendidikan bahwa, "hasil atau ouput/outcome dari 
kegiatan atau proses pendidikan anak bangsa di suatu bangsa atau negara akan 
terlihat atau dapat dirasakan (berdampak) adalah 20 - 30 tahun setelah 
output/outcome dilepas ke tenggah masyarakat".

Nah.., sekaitan dari pertanyaan diatas ada beberapa alasan/peyebabnya yang saya 
kemukakan bahwa kita (Indonesia) tertinggal dalam hal meningkatkan mutu 
pendidikan, sebagai berikut:
  1.. Pada tahun 1980-an guru-guru hebat Indonesia dikontrak mengajar di negeri 
jiran Malaysia. 
  2.. Pada tahun yang sama 1980-an dosen-dosen IKIP di Indonesia diberi 
kesempatan tugas belajar ke Amerika, sementar itu tugas mengajarnya di gantikan 
oleh asisten dosen yang baru tamat SM (sarjana Muda). 
  3.. Bersamaan dengan itu, pada tahun 1980-an - 1990-an, Indonesia sebenarnya 
kekurangan guru, maka untuk mengatasi pengganti dari guru-guru hebat yang 
mengajar di Malaysia, dibuatlah crash program (program pendidikan cepat) dalam 
1 tahun di IKIP-IKIP seluruh Indonesia (yang dosen dosennya adalah asiten 
dosen, sarjana-sarjana muda baru tamat tadi) untuk mencetak kekurangan 
guru/sekaligus untuk menggantikan guru-guru hebat kita mengajar di Malaysia. 
  4.. Nah.., disini sudah dapat dibayangkan hasil pendidikan oleh guru 
seperempat matang, yang dikuliahi oleh dosen setengah matang (dan non jam 
terbang) yang dijadikan untuk mendidik anak bangsa Indonesia. 
  5.. Sesuai dengan teori perencanaan pendidikan diatas bahwa setelah 20 th, 
yaitu di tahun 2000-an output/outcome sudah dapat dirasakan dengan perbedaan 
SDM di Indonesia dan SDM di Malaysia, dimana SDM-SDM tersebut akan menentukan 
pertumbuhan ekonomi. Jadi dapat kita simpulkan bahawa SDM Indonesia sekarang 
ini adalah output/outcome dari guru-guru seperempat matang yang hanya dididik 
jadi guru 1 tahun. Dan bahkan ada dimasa itu guru di STM berijazah/tamatan STM 
(SMK sekarang). 
  6.. Sebaliknya SDM Malaysia yang membuat mereka maju sekarang ini adalah 
hasil dari didikan guru-guru hebat Indonesia. Tapi mereka (Malaysia) tidak mau 
berterima kasih, heheheh...:)) 
  7.. Tambahan.., sekarang dosen-dosen hebat kita saat ini sudah banyak pula 
mengajar di University-unniversty Malaysia, nampak Indonesia akan lebih sulit 
mengejar ketinggalannya...:))
Sekaitan degan fenomena sekarang dinegara kita bobroknya etika bangsa 
(karakter) Indonesia sekarang adalah akibat dari :
  1.. Pada tahun 1980-an - 1990-an banyak dosen-dosen IKIP di tugas belajarkan 
ke Amerika, 
  2.. Kalangan Universitas-universitas di Amerika memanfaatkan kesempatan ini 
untuk uji coba teori/penemuan baru mereka di dalam pendidikan untuk 
diperkenalkan kepada dosen-dosen Indonesia yang datang belajar di universitas 
mereka agar dapat menerapkan (baca diuji cobakan) di sekolah-sekolah di 
Indonesia. Diantara dalam proses belajar mengajar dalam kelas, anak didik tidak 
boleh dikekang seperti melipat tangan di atas meja sewaktu guru menerangkan, 
murid-murid yang duduk diatas meja dan menunjuk dengan tangan kiri, serta lalu 
lalang didepan guru/orang tua biarkan saja, jangan dilarang, biarkan mereka 
berkreatifitas sesuai talentanya, begitu menurut teori mereka. 
  3.. Sepulangnya dosen-dosen IKIP dari tugas belajar, mereka membawa teori 
baru ini dan diajakan/diperkenalkanlah kepada mahasiswa-mahasiswa IKIP calon 
guru Indonesia. 
  4.. Nah.., sama-sama dapat kita, inilah hasilnya sekarang, karakter bangsa 
yang amburadul..:))
Saran saya pada Gebu Minang (mungkin : seksi/komisi kebudayaan/pendidikan), 
untuk ikut andil dalam memperbaiki karakter (etika) bangsa, sekaitan pula 
dengan program Kemdikbud untuk memasukkan "Pendidikan Karakter" dalam 
kurikulum, yang saat ini sedang giat-giatnya dilakukan pelatihan pendidikan 
karakter untuk guru-guru sekolah (silahkan baca klik: 
http://disdikpora.sumbarprov.go.id/index.php/bidang/bidang-smpsmasmk/36-bidang-smpsmasmk/71-pendidikan-karakter
 ] Seyogiayanyalah Gebu Minang meperkenalkan buku pedoman ABS-SBK hasil seminar 
Gebu Minang yang baru berlalu itu. Dan saya berpendapat bahwa langkah yang 
efektif untuk meperbaiki karakter anak bangsa harus dimulai di bangku sekolah 
disamping dilingkungan keluarga.

Saya tidak tahu bentuk apa materi karakter bangsa yang di latihkan pada 
guru-guru tsb, 
Nah.., dengan meperkenalkan buku itu mungkin akan menjadi bahan tambahan materi 
tentang karakter ke-Minangkabauan, sehingga hasil atau output/outcome dari 
pendidikan adalah manusia Minangkabau yang tahu dengan etika (bar-adat) 
Minangkabau.

Demikian jawaban atau komen saya Sanak Paduko Sutan, dan silahkan tambahan 
masukan dari sanak-sank lainnya di mailinglist ini.


Mohon maaf, wassalam.
Z. Rky Mulie.

Catatan: 
  1.. Sengaja saja menjawab pertanyaan ini dalam bahasa Indonesia, posting ini 
rencananya akan saya foward-kan ke "Guru Online on Facebook yang members-nya 
adalah guru-guru se Indonesia, jika Sanak Paduko Sutan tidak berkeberatan. 
  2.. Silahkan baca (online) Buku Pedoman Pengamaalan ABS-SBK, bagi yang belum 
baca, klik tautan berikut: 
http://issuu.com/download-bse/docs/pedoman_pengamalan_abs_sbk?viewMode=magazine&mode=embed



  ----- Original Message ----- 
  From: Sri Yansen 
  To: [email protected] 
  Sent: Friday, November 11, 2011 10:08 AM
  Subject: Bls: [R@ntau-Net] Resesi Moral Pelaku Pendidikan Potret Buram 
Indonesia


  Assalamualaikum Pak Z.Rky. Mulie,


  sekedar untuak pambandiang sajo....kekerasan guru terhadap murid bukan tajadi 
di ranah sajo, dirantau nagari jiran ko pun masih ado kasus kekerasan guru 
terhadap muridnyo sampai diberitakan di surek kaba. Artinyo nan indak ta 
ekspose pun banyak sarupo anak kawan ambo nan masih sakolah TK wakatu 
itu...baitu pulang si anak malapor ka urang gaeknyo bahaso inyo kanai piciak 
disikolah sahinggo mambakeh di pahonyo....baitu juo jo kelahiran anak dilua 
nikah nan lah manjadi topik pembicaraan nan serius. Ado pertanyaan nan timbue: 
ba'a kok negara jiran ko samakin maju maninggakan jauh saudara tuo nya.....


  Untuak Dunia malam mahasiswa iko bukanlah hal nan baru...... di tahun 90-an 
waktu ambo kuliah di Padang ado namonyo Music Room President nan talatak di 
Jalan Khatib Sulaiman nan manyadiokan  malam dan hargo khusus untuk mahasiswa. 
Jadi indak heran lai kalau banyak nan tapaleset ka hal2 nan labiah jauah sarupo 
minuman kareh, ubek2 talarang atau seks bebas. Dan apo lai kini di Padang lah 
batambah banyak tampek nan manyadiokan Hiburan Malam.......  Kalau sajo 
pemerintah bisa tegas memberantas peredaran Minuman Keras, Obat2an ambo raso 
kejadian2 nan tajadi di kalangan mahasiswa ko bisa dikurangi....saiiriang jo 
pendidikan agamo dan pergaulan dari sakitar rumah.


  wassalam,
  Sri Yansen gala Panduko Sutan/39+/Lk/ asa Painan nan sadang marantau di 
nagari Jiran.

  -- 
  .
  * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
  * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
  ===========================================================
  UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
  - DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
  - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
  - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
  - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
  - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
  ===========================================================
  Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke