Alhamdulillah....ambo baraja banyak dari kasus pak Zulfikri ko...tarutamo dalam bersikap menghadapi orang. dek lah acok mambaco berbagai caro beliau menanggapi pertanyaan, dan banyak tanggapan beliau nan ndak sasuai di hati...mako jurus ambo melawannyo adolah dengan selalu merendah diri dan tidak melawan secara terang2 apo nan beliau sampaikan, krno..semakin dilawan...samakin manjadinyo..., dan dari respon warga RN...nampak pulo dek ambo ado nan taprovokasi...., sahinggo kalua pulo "kato2 nan ndak pantas". *mangaluakan kato2 nan ndak pantas di milist..samo sajo manunjuakan ka urang banyak baa awak sabananyo.......*
manuruik ambo....seberapun kurang eloknyo kurenah orang...ijan lah kito...baik nan mudo apo lai nan tuo...taburangsang dan kalua kato2..nan dak pantas...marilah kito tunjuakan dan balas dgn kalimat yg baik...dan menyejukkan hati...., berhati2 sajo kito.... toh kito disiko hanyo basobok jo tulisan.....kadanglah basobok jo urangnyo bisa jadi lain. maaf dan memaafkan adolah sifat terpuji....dan ijan pulo handaknyo...kito mambatasi manarimo maaf...padohal nan labiah afdol itu adolah meminta maaf lebih duluan....manuruik ambo..bukan kapasitas kito pulo mambatasi maaf seorang nan basalah ka kito..... marilah kito permudah urusan orang lain..insya Allah..urusan kita akan dipermudah Allah, SWT....marilah kito banyak memberi maaf....insya Allah...orang akan mudah memaafkan kito..... dunsanak sapalanta....marilah kito gunokan palanta utk menjalin silaturahim .... salah gadang rasonyo jika nan tajadi sabaliaknyo. ciek harapan ambo....., sabarapun kurang eloknyo kurenah member rn dalam merespon, mari kito mulai dari diri kito masiang2.. utk tidak marespon dengan mangaluakan kato2 nan kurang baik. tunjukan bahwa kito sbg muslim yg tawadhu. kalau rasonyo tidak sanggup....diam itu lebih baik, tahanlah amarah itu walau barek....namun itulah yg terbaik bagi diri sendiri dan demi menjaga silaturahim kito... banyak maaf....., mudah2an ambo tahindar handaknyo dari sifat2 sarupo itu..amin ya Allah.... iko ado artikel nan bagus manuruik ambo : Keutamaan Sifat Pemaaf Ada 10 Perkara Posted on 13/11/2011 <http://blog.ephi.web.id/?p=1572> “Dan janganlah orang-orang yang mempunyai kelebihan dan kelapangan di antara kamu bersumpah, bahwa mereka (tidak) akan memberi (bantuan) kepada kaum kerabat(nya), orang-orang miskin dan orang-orang yang berhijrah pada jalan Allah, dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak ingin bahwa Allah mengampunimu? Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” (QS. an-Nur [24]: 22) *Pertama*,dapat menyelesaikan perselisihan atau perseteruan. Perselisihanatau perseteruan mungkin timbul lantaran ada pihak yang melakukan perbuatan aniaya dan pihak lain merasa teraniaya. Jika pihak yang bersalah tidak mau meminta maaf, dan pihak yang merasa teraniaya juga enggan memaafkannya, maka perselisihan tersebut akan sulit diselesaikan. Tetapi dengan adanya sifat pemaaf niscaya perselisihan dan perseteruan tersebut dapat didamaikan. *Kedua,* dapat menghilangkan rasa benci, dengki dan dendam. Benci, dengki dan dendam mungkin timbul karena suatu perseteruan yang belum bisa diselesaikan, lalu mendorong pihak-pihak yang berseteru untuk melakukan balas dendam, mencederai dan menghancurkan pihak lawan. Jika masing-masing pihak berlapangdada serta dengan tulus mau berdamai dan saling memaafkan, insya Allah rasa benci, dendam dan dengki tersebut akan bisa dihilangkan. *Ketiga*, dapat menyambung silaturrahim yang telah putus. Dua orang bersaudara atau bertetangga, bisa jadi terganggu komunikasinya sehingga bertahun-tahun tidak saling bertegur-sapa. Padahal, pemicunya mungkin sepele, katakanlah gara-gara masalah anak. Namun karena keduanya merasa berada di pihak yang benar dan tidak ada yang mau mengalah, akibatnya silaturrahim antara keduanya menjadi terputus. *Keempat*, dapat memperkokoh ukhuwah Islamiyah (persatuan dan kesatuan umat). Di dalam kehidupan umat Islam banyak terjadi perbedaan faham dan pendapat, baik di bidang fikih maupun bidang-bidang lainnya. Perbedaan-perbedaan tersebut kadang sampai menimbulkan konflik dan benturan yang cukup keras. Maka, bila setiap Muslim bersikap pemaaf terhadap saudaranya, berlapang dada dan saling menghormati pendapat yang berbeda tersebut, insya Allah persatuan dan kesatuan umat akan bisa diperkokoh. *Kelima,* pemaaf itu dapat menghilangkan rasa permusuhan dan memperbanyak teman. Islam melarang permusuhan antarsesama. Sebaliknya, Islam sangat menganjurkan membangun persahabatan sebanyak mungkin. Untuk itulah Islam menganjurkan sifat pemaaf dan ketulusan hati kepada para pemeluknya, karena sifat pemaaf yang tulus itu akan menghilangkan sifat benci dan dendam, menghilangkan rasa permusuhan dan mempersubur persahabatan. *Keenam*, melahirkan sifat tawadu’, menghilangkan sifat sombong dan angkuh. Sifat sombong dan angkuh dapat timbul pada diri seseorang, karena ia merasa lebih dari yang lain, paling baik, paling benar dan paling mampu dalam segala hal. Sifat-sifat ini sering membuat orang enggan meminta maaf, karena ia merasa tidak pernah bersalah, sehingga ia gengsi untuk meminta maaf, bahkan meminta maaf dianggapnya identik dengan kerendahan diri. *Ketujuh*, dapat menghapus dosa dan memudahkan jalan ke surga. Allah tidak akan mengampuni dosa seseorang dan tidak akan memasukkannya ke surga sebelum orang tersebut terlebih dulu menyelesaikan urusannya di dunia, sangkut pautnya dengan orang lain sehingga mereka berdamai dan saling memaafkan. *Kedelapan*, menjadikan hati tenang-tenteram. Dosa adalah sesuatu yang membuat pelakunya gelisah, tidak tenang. Apalagi kalau dia telah menyadari betul bahwa perbuatannya itu tidak benar, maka bisa dipastikan, maka hidupnya tidak akan pernah merasa tenang, setiap hari dihantui oleh rasa bersalah atau berdosa. Jika dia telah meminta maaf, dan kesalahannya dimaafkan oleh orang lain, barulah hatinya akan tenang. *Kesembilan,* sifat pemaaf itu akan melahirkan pemaaf juga. Ada orang yang ingin semua kesalahannya dimaafkan oleh orang lain, sementara dia sendiri enggan memaafkan kesalahan orang lain. Tentu orang lain akan sulit menerima hal itu. Jika kesalahan kita ingin dimaafkan oleh orang lain, maka terlebih dahulu maafkanlah kesalahan-kesalahan orang lain, niscaya orang lain akan memaafkan kesalahan kita. *Kesepuluh*, sifat pemaaf itu merupakan bagian dari strategi dakwah yang jitu. Kaum kafir Quraisy demikian dahsyat memusuhi Nabi Muhammad dan umat Islam. Umat Islam di masa itu, selalu diganggu, disiksa bahkan dibunuh. Tetapi, ketika kaum Muslimin berhasil menguasai Makkah dan Jazirah Arab, Nabi Muhammad SAW segera memaklumkan amnesty umum, memaafkan semua kesalahan semua orang kafir Quraisy. Tindakan Nabi itu, ternyata membuat mereka tersentuh dan terharu, sehingga kemudian mereka berbondong-bondong masuk Islam. Jadilah engkau pema’af dan suruhlah orang mengerjakan yang ma’ruf, serta berpalinglah dari pada orang-orang yang bodoh. QS. Al-A’raf 7:199 Sifat-sifat yang baik itu tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang sabar dan tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang mempunyai keuntungan yang besar. QS. Al-Fushilat 41:35 sumber : http://blog.ephi.web.id/?p=1572 -- =========== Salam Hormat ========== Yuhefizar a.k.a Ephi Lintau | Laki2 | 35 th www.ephi.web.id http://blog.ephi.web.id Kumpulan Buku Saya : http://blog.ephi.web.id/?page_id=275 FB : www.facebook.com/yuhefizar e-Mail : [email protected] Handphone : 0812 677 7956 ================================ -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1 - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
