Ass Wr Wb Sanak Nofend, Da Tas sarato dunsanak kasadonyo, Terimakasih banyak atas kiriman kisah Romusha yang sangat tragis ini.
Ambo berdo'a kepada Allah SWT ,semoga pengorbanan jiwa raga dari para Romusha ini,akan mendapatkan ampunan yang maha luas dari Allah SWT dan akan dibalasi oleh Allah SWT Sang Penguasa Alam Jagad Raya ini,dengan sesuatu yang jauh lebih baik daripada yang telah mereka korbankan di dunia ini,baik dibalasi langsung di dunia ini maupun di akhirat kelak,baik bagi mereka sendiri maupun bagi keluarga dan sanak kerabat yang mereka tinggalkan,anak2 cucu2 keturunan mereka semuanya,Amin ya Allah. Hidup ini tidak lain hanyalah tempat menanam,kalau kebaikan yang kita tanam,InsyaAllah suatu saat kebaikan pula lah yang akan kita panen. Indak sempat Para Romusha2 bersangkutan itu yang memanen,mudah2an tibo di anak2,di cucu2,di cicit3 nya lah yang akan memanen kebaikan itu.Ambo seringkali bertemu dengan orang2 yang sukses hidupnya sekarang ini,yang ternyata berasal dari keluarga2 dan orang2 tua yang teraniaya hidupnya karena dizalimi oleh para penjajah maupun oleh saudara2 mereka sendiri. Tetapi bila kajahatan dan kezaliman yang ditanam oleh tentara2 Jepang itu,InsyaAllah kejahatan/kezaliman pulalah yang akan mereka panen nantinya.Jangankan orang lain,diri mereka sendiri pun akan menghukum diri mereka sendiri seumur hidup,sehingga muncul fenomena yang sangat menakutkan di diri2 tentara2 Jepang itu sebetulnmya sbb: - rasa was-was seumur hidup yang tak habis2nya - rasa ketakutan seumur hidup yang tak habis2nya , - rasa menyesal seumur hidup yang tak habis2nya , - rasa bersalah seumur hidup yang tak habis2nya , sehinga karena tidak tahan dengan hukuman yang berlarut2 siang malam dari dirinya sendiri itulah yang membuat banyak tentara Jepang,akhirnya melakukan hara-kiri (membunuh dirinya sendiri)....karena tidak tahan menghadapi siksaan dari dirinya sendiri... Kesimpulan : 1.Sesungguhnya setiap manusia itu terlahir dalam keadaan suci,bila kesucian itu dikotori dg kezalimin dan kejahatan yang dia lakukan sendiri,maka ngak perlu menunggu orang lain, dirinya sendirilah yang akan langsung menghukumnya. Begitu juga sebaliknya,jika kita berbuat kebaikan,ngak usah nunggu orang lain yang akan membalas kebaikan kita itu,diri kita sendiri Akan langsung membalas kebaikan kita itu dengan kabaikan juga,hati menjadi tenang,makan enak,tidur enak,punya anak2 yang baik2 dan saleh/saleha yang menyenangkan hati,punya istri/suami yang saleha/saleh yang menyenangkan hati,punya teman2 yang baik2,lingkungan yang baik,banyak kemudahan dalam hidup,jarang sakit,dsb,dsb,dsb... Begitulah hakikat sesungguhnya Allah membuat system tubuh kita ini... 2.Sesungguhnya betul sekali kata Allah SWT dalam Al Qur'an surat Al Isra (17) : ayat 7...Jika engkau berbuat baik,maka sesungguhnya engkau berbuat baik buat dirimu sendiri,dan jika engkau berbuat jahat,maka sesungguhnya kejahatan itu juga buat dirimu sendiri.... 3.Dan benar sekali lah kata Allah SWT, bahwa orang2 yang zalim itu sesungguhnya adalah orang2 yang sangat bodoh karena modal akal fikiran dan iman,yang telah dibekali Allah SWT di otak dan di hati mereka, tidak mereka pakai..,sehingga mereka teganya menzalimi orang lain yang bearti juga akan mengakibatkan dirinya akan menghukum secara langsung dirinya sendiri.... Demikian saja sedikit urung rembug ambo pagi ini,teriring do'a semoga Allah SWT akan memberikan ampunan yang maha luas dan akan membalasi jasa2 dan pengorbanan para Romusha2 yang membagun jalur Rel Kereta Api Logas ke PK.Baru pada zaman penjajahan Jepang itu,dan kepada kita2 yang hidup pada zaman sekarang dan generasi yang akan datang,Semoga Allah SWT akan membukakan pintu hati2 kita semuanya untuk tetap memelihara dan bahkan mau melanjutkan usaha2 yang telah mereka rintis dengan pengorbanan nyawa2 dan darah2 mereka itu,Amin Yarrabal'alamin. Wasalam, Kurnia Chalik -----Original Message----- From: [email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf Of Nofend St. Mudo Sent: Monday, November 14, 2011 10:14 AM To: [email protected] Subject: Re: [R@ntau-Net] Romusha Dari Sijunjuang Iko di Kopian kasiko mak TA : RAGAM : Romusha dari Sijunjung: Tragedi Sejarah yang Terlupakan Gatra : 52 / XVII 9 Nov 2011 Dalam kurun masa seumur jagung menduduki wilayah Indonesia, tentara Jepang menorehkan sejarah hitam tentang kekejaman. Puluhan ribu rakyat dijadikan romusha dan dikirim ke kamp-kamp kerja paksa. Puluhan ribu warga dari Pulau Jawa dikirim ke Sumatera Barat untuk menerabas hutan dalam pembangunan jalur kereta api dari Muaro Sijunjung ke Pekanbaru. Entah berapa ribu romusha yang tewas di sana. Yang cukup menyedihkan, banyak warga yang paham tragedi bangsa yang tak kalah dibandingkan kisah romusha di jalur kereta api Burma-Thailand. -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1 - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
