Sasudah tadi awak diskusi ttg makanan nan indak memenuhi syarat Hygiene Berikut tulisan lain tentang makanan juo :
From: "Artomo" <[email protected]> Date: 10 November 2011 10:49:36 WIB To: "PMMC" <[email protected]>, "Danoe group" <[email protected]> Subject: [pmmc_pusat] KURANGI K A R G U M I A M O Reply-To: [email protected] Selamat siang saudara-saudaraku sekalian. Bingung kan, melihat kanan-kiri, saudara-saudari, kerabat, klien, tetangga, orangtua, karyawan mengalami sakit yang berat-berat. Para dokter pun pusing melihatnya...tetapi kalau mau dilihat dengan jernih, terlihat salah satu akar penyebabnya... have a nice food reengineering... KURANGI K A R G U M I A M O, SEHAT, PRODUKTIF DAN TERHINDAR DARI PENYAKIT BERAT Dalam 10 tahun terakhir, hmmm...banyak sekali terlihat orang mengalami penyakit-penyakit berat. Tengok kiri dan kanan, saudara kandung atau sepupu, orangtua, klien, karyawan di perusahaan banyak terkena penyakit-penyakit degeneratif yang ngetrend sekarang ini. Apa saja? Ya, tidak salah, penyakit itu adalah: Stroke, Kanker, Tumor, Hipertensi, Mag Berat, Perlemakan Hati (Fatty Liver), Pengentalan darah, Gangguan Jantung, Gangguan Ginjal dan tentu tidak ketinggalan Diabetes Mellitus. Dari total 4 orang adik-adik dari ayah saya pun, satu sudah meninggal karena stroke, satu sedang sakit stroke, satu sudah terkena kanker payudara dan dipotong payudara kanannya, satu mengalami hipertensi. Hanya satu orang yang sehat tidak terkena gangguan penyakit berarti. Sementara dari total dua orang adik kandung ibu saya, dua-duanya sekarang juga terkena stroke yang cukup berat. Ibu saya sendiri tak bisa terhindar dari Diabetes. Laporan dari berbagai sumber juga mengatakan hal yang mengerikan. Penyakit stroke dan gangguan jantung menyerang pada orang-orang yang semakin muda saja usianya. Tidak heran lagi jika sekarang -terutama di kota besar- terlihat pasien umur 20-30-an, bahkan anak-anak sudah terkena stroke, tumor, kanker, diabetes atau jantung.... bukan main! So, apa yang jadi biang keroknya? Ada beberapa penyebab, tapi kali ini kita membahas mengenai satu penyebab yang dominan, yaitu perilaku atau sikap mental dalam soal makan. Ternyata, kita manusia modern ini memang terlalu banyak mengonsumsi KARGUMIAMO, yaitu KARBOHIDRAT, GULA, MINYAK, makanan yang di AWETKAN dan MONOSODIUM GLUTAMAT dan kurang makan makanan alami yang segar dan sehat. Mengapa? Karena karbohidrat, gula dan minyak memang membuat makanan menjadi lezat, gurih dan nikmat. Apalagi, ditambah dengan Industri, yang memang membuat produk makanannya pasti dengan rasa nikmat gurih sedap plus tahan lama agar produknya laku di pasaran. Penelitian-penelitian mengenai hal ini konon baru berkembang sekitar tahun 2009-an di Amerika dan Eropa, setelah mereka sadar dan melihat sendiri bahwa negaranya menjadi sarang penyakit degeneratif berat seperti tersebut di atas. Misalnya saja, Amerika, yang menjadi sarang obesitas, penyakit jantung dan kanker nomor 1 di dunia. Mengapa? Karena orang Amerika dikenal pemakan segala, dalam jumlah banyak –terutama karbohidrat dan daging-dagingan- dan menggemari junk food. Apakah mengonsumsi KARGUMIAMO memang tidak boleh? Boleh, tetapi setidaknya jangan BERLEBIHAN. Bagaimana mekanismenya KARGUMIAMO yang berlebihan memicu sakit-sakit seperti itu? Ya, KARGUMI, terutama gula yang berlebihan akan menaikkan kadar gula darah segera atau kurang dari 2 jam. Gula/glukosa darah yang naik terlalu banyak akan direspon tubuh dengan mengeluarkan insulin. Insulin yang terlalu banyak dikeluarkan, akan memicu keluarnya hormon Ecosanoic pro Inflammation, yang menjadi pencetus gangguan pembuluh darah seperti penyempitan, kerusakan, pelapisan plak kolesterol dengan efek sistemik organnya yang akhirnya memicu penyakit degeneratif modern tadi di atas seperti Diabetes, Hipertensi, Kanker, Kental Darah (over viscosity blood), Stroke dll. Dan perlu diingat pula, gula juga adalah bahan makanan bagi sel kanker/tumor. Sementar bahan pengAWET dan MONOSODIUM GLUTAMAT yang berlebihan juga ditengarai memicu terjadinya kanker. Lalu yang ideal bagaimana? Saya yang sekaligus sudah menemani, merawat dan meneliti penyakit Diabetes ibu saya selama 17 tahun akhirnya memang setuju bahwa pola makan kita sungguh harus diperbaiki mendekati ideal. Karena yang ideal sekali mungkin juga tidak akan mungkin bisa. Bagaimana teorinya? Kurangi benar-benar KARGUMI, makanan AWETAN dan MONOSODIUM GLUTAMAT penyedap, dengan mengubah pola makan menjadi makan dengan Pola makanan utama Seimbang, Sehat, Segar dan Kembali Alami (Raw Food Material). Tekniknya? Bagi piring makan menjadi 4 bagian, lalu isi menjadi: a) Ľ bagian untuk makanan pokok: Nasi/roti: Untuk kadar gula sudah diambang batas, lebih ideal jika nasi hanya 1/8 porsi saja (1/2 a) b) Ľ bagian untuk sayur/buah mentah: Selada-seladaan, tomat, timun, brokoli, wortel c) Ľ bagian untuk sayur matang, seperti sayur bening atau tumis sedikit minyak d) Ľ bagian untuk protein hewani atau nabati (Lebih baik ikan, daging putih, tempe tahu) yang dimasak dengan model utama: Kukus, tim, pesmol, pangeh, sup atau soto dengan sedikit minyak dan sedikit/tanpa soun, goreng sedikit minyak, bentuk woku, pepes, garang asem atau bakar/panggang dilapis daun pisang, supaya terhindar dari paparan nitrat, nitrit dan nitrosamin hasil bakaran. Jangan lupa kurangi atau hindari juga memasak dengan bahan teflon, dan untuk bahan buah atau sayur mentah, cuci benar-benar di bawah air mengalir atau boleh gunakan ozonizer untuk membantu membuang sisa-sisa bahan fungi, herbi atau insektisida yang mungkin ada dari teknik pertaniannya. Yang penting, kini sungguh-sungguh dikurangi semua makanan berpengawet, bermonosodium glutamat, karbohidrat dan semua turunannya seperti nasi, roti, kentang, singkong, ubi, semua minyak goreng dan terutama sekali lagi... Gula! Buku-buku lengkapnya Anda bisa dapatkan di toko buku, tetapi ringkasannya sudah saya jelaskan seperti ini, yang merupakan modikasi dengan kemampuan rata-rata manusia sekarang. Hasil dari penerapan diet raw food material dan mengurangi KARGUMIAMO ini, ibu saya yang sudah 17 tahun terkena gula, kini sudah mendekati normal dan hanya menggunakan sedikit sekali obat oral pengendali gula darah. Padahal, dulu dengan suntikan insulin pun, glukosa darah ibu sulit turun. Penyakit degeneratif berat yang bisa dihindari atau setidaknya bisa diundur kemunculannya, tidak sepele akibatnya. Bangsa atau perusahaan akan menjadi lebih produktif dan berdaya tahan tinggi, karena semua akan bisa memberikan kinerjanya yang terbaik tanpa gangguan berat kesehatannya. Terutama, memberi pendidikan pada anak-anak kita, agar mau hidup dengan pola makan/jajan sehat sehingga mereka bisa tumbuh dan berkembang dengan sangat baik. Tulisan ini juga mengajak para industriawan makanan untuk menekankan etika dalam bisnisnya. Mereka harus memikirkan produknya agar tetap laku di pasaran, tetapi juga membuatnya dengan sesehat mungkin dan dengan efek samping merugikan yang sesedikit mungkin, lebih baik lagi jika tanpa efek samping merugikan. Salam makan makanan dan dengan pola makan yang sehat.... Drg. T.A. Tatag Utomo, MM., ASM Thanks & Regards, Sent from my BlackBerry® powered by Sinyal Kuat INDOSAT -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1 - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
