Sanak Palanta RN NAH

Ori itu singkatan dari Ori-ginal

Sedangkan KW2 itu adalah istilah yang dimunculkan dari Keramik Rumah. Kalau 
kita minta Keramik ke Toko akan ditanya apakah mau KW1, karena presisinya 
sangat baik jadi mempunyai harga premium. Sedangkan KW2 biasa dipakai untuk 
rumah2 Real Estate. Sedangkan RSS mungkin pakai KW4.

Itulah saketek pengertian ambo mengenai ota palanta iko.

Darwin Chalidi, 62+, Tangsel

Powered by Telkomsel BlackBerry®

-----Original Message-----
From: Reflus <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Wed, 16 Nov 2011 18:29:56 
To: <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: [R@ntau-Net] Asli atau Palsu: Aku Bingung

Asli atau Palsu: Aku Bingung

Ass.ww. Bapak2. Ibu2 Dan Dunsanak di Palanta nan Ambo hormati.
Tulisan ringan, masalah yang sering Ambo hadapi. Bisa jadi juga, masalah ini 
juga pernah dialami oleh Bapak2. Ibu2 Dan Dunsanak sekalian.

Oleh : Reflusmen
OPINI | 05 June 2011 |               
Gigi Palsu : Dari Paman Google.
Mungkin, anda punya pengalaman menyangkut Asli dan Palsu ini yang bikin jengkel 
alias menggerutu karena merasa tertipu, setidaknya merasa bimbang, barang ini 
Ori atau Kawe Dua ya ?

Kedua kata pada judul tulisan ini sangat mudah dibedakan. Apalagi jika dilihat 
dari susunan hurufnya,asli terdiri empat huruf dan palsu lima huruf. Sinonim 
dari kata asli dalam bahasa Indonesia adalahtulen dan dalam bahasa Inggris 
adalah original.

Kata tulen, jarang kita dengar, sedangkan kata original, disingkat Ori dalam 
bahasa pasar dan percakapan sehari-hari  sudah familiar di kuping sebagian 
besar masyarakat, apalagi buat pecinta/pemakai barang elektronik atau yang 
berhubungan dengan suku cadang/sparepart perangkat apapun.

Di toko elektronik atau di toko suku cadang kendaraan bermotor (mobil dan 
sepeda motor), kata Ori lebih sering digunakan dibanding asli.

Palsu atau tiruan atau imitasi adalah  suatu produk atau apapun yang menyerupai 
bentuk produk aslinya. Timbulnya yang palsu-palsu ini sebagai jalan pintas tuk 
menangguk keuntungan dan juga disebabkan banyak  orang suka dengan yang palsu 
ini. Ya…. karena biasanya yang asli sudah sangat terkenal,  bernilai,  atau 
harganya selangit dan tentunya bergengsi.

Di pasar dan dalam percakapan sehari-hari, palsu dikenal juga dengan istilah 
Kawe Dua, entah dari mana usal usul istilah ini, aku tak tahu.

Masalah palsu memalsu ini paling sering kita jumpai dan jenis yang palsu ini 
sangat banyak. Barang palsu atau makhluk palsu alias tidak asli, biasanya 
dimulai dengan menyebut barangnya diikuti dengan kata palsu. Sebagai contoh 
adalah : uang palsu, ijazah palsu, gigi palsu, dokumen palsu, tanda tangan 
palsu, jam palsu, merk palsu dan lain-lain.

Disamping menyebutkan titik titik palsu, mengingat begitu banyak dan sangat 
mirip dengan yang asli, beberapa yang palsu sudah ada isitilahnya, umpama : 
polisi palsu ( polisi gadungan), wanita palsu (banci), berita palsu ( gosip 
atau issue), kaset/CD palsu ( bajakan), rambut Palsu (wig) deelel.

Membedakan yang Asli dengan Palsu bukan suatu pekerjaan yang mudah, bahkan 
boleh dikatakan sangat sulit karena perbedaannya sangat tipis, tidak bisa 
dilihat dengan mata telanjang saking miripnya. Diperlukan pengetahuan dan atau 
pengalaman yang mumpuni. Membedakan banci dan wanita Asli bisa salah karena 
sang banci begitu cantiknya, apalagi produk yang jarang dipergunakan.

Sampai saat ini, pengetahuanku hanya bisa membedakan gigi palsu dan gigi asli, 
itupun karena gigi palsu terletak di etalase, kalau sedang dipakai tak bisa 
dibedakan ha ha ha.

Saking sulitnya membedakan yang Asli dan Palsu, ada suatu cerita tentang sebuah 
patung (kouros) yang berasal dari abad keenam belas sebelum Masehi. Ditawarkan 
ke Museum J. Paul Getty di California seharga 10 juta dolar lengkap dengan 
dokumen-dokumen terkait dengan Kouros itu. Seorang geolog dari University of 
California melakukan pemeriksaan dengan alat canggih dengan kesimpulan Kouros 
itu adalah asli. Museum Getty setuju untuk membelinya. Apa yang terjadi ? 
Ternyata Kouros itu adalah palsu.

(Sumber : blink byMalcolm Galadwell).

Mungkin, anda punya pengalaman menyangkut Asli dan Palsu ini yang bikin jengkel 
alias menggerutu karena merasa tertipu, setidaknya merasa bimbang, barang ini 
ori atau kawe dua ya ?

Ini pengalaman saya beberapa kali membeli suku cadang, terakhir saat membeli 
baterai Hand Phone. Pedagang menyodorkan kepada saya dua baterai yang sama, 
baik packing /pembungkus, merk, bentuk dan warnanya, semuanya sama, saya tidak 
bisa membedakannya.

Pedagang menunjukan, ini Ori dan ini Kawe Dua. Harga barang Ori tentunya lebih 
mahal dari Kawe Dua. Saya percaya seratus persen bahwa yang mahal adalah Ori 
dan yang murah adalah Kawe Dua. Apakah memang demikian?.

Setelah saya memutuskan membeli yang Ori, ternyata kualitasnya sama dengan 
baterai Kawe Dua yang telah saya miliki sebelumnya. Kepada siapa saya bisa 
menuntut?. Pada Bon/faktur pembelian tertulisBARANG YANG SUDAH DIBELI TIDAK 
DAPAT DITUKAR/ DIKEMBALIKAN. Kacian dech Lu!.

Kembali kepada masalah Asli atau Palsu, selama ini yang saya ketahui bahwa 
Pemerintah atau aparat sering melakukan penangkapan/menyita Kaset atau CD 
bajakan karena melanggar hak Cipta.

Tak pikir-pikir, kenapa tidak semua produk Palsu menjadi perhatian Pemerintah?. 
Maksudnya, produk yang Palsu boleh saja beredar untuk diperjual belikan, 
sepanjang ada tanda atau ciri yang bisa diketahui oleh siapapun untuk 
membedakan yang Asli dan Palsu.

 Ya…..agar pembeli tidak tertipu.

Wassalam

Reflus/Lk. 54 th kurang saketek

Anak urang Tanjuang Barulak.




-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke