Film 'Di Bawah Lindungan Ka'bah' Luar Biasa

REPUBLIKA.CO.ID, BALI – Sejumlah delegasi negara ASEAN nonton bareng
film 'Di Bawah Lindungan Ka'bah' (DBLK). Film karya sutradara Hanny R.
Saputra, ini menjadi wakil Indonesia di ajang ASEAN Film Festival
(AFF) 2011.

Deputy Permanent Secretary Ministry of Culture Thailand, Chandsuda
Rukspollmuang, yang menonton pemutaran film DBLK itu mengaku belum
pernah menyaksikan film Indonesia sebelumnya. Menurutnya, film DBLK
sangat bagus.

"Luar biasa ini melibihi ekspektasi saya. Sineas Indonesia luar
biasa," kata Chandsuda, saat ditemui di Kuta, Bali,  Rabu (16/11)
malam.

Setelah menyaksikan DBLK, Chandsuda mengaku sedikit memahami Islam di
Indonesia lewat film yang diangkat dari novel Buya Hamka ini. "Kami
harus melihat lebih banyak lagi film negara-negara ASEAN. Dengan
begitu kami bisa mempelajari budaya dan kehidupan religi kalian," kata
Chandsuda.

DBLK merupakan sebuah film drama hasil adaptasi dari novel tahun 1978
karya Buya Hamka. Film yang dibintangi Laudya Cynthia Bella dan
Herjunot Ali itu mengambil latar perkampungan Minangkabau di Sumatera
Barat tahun 1920-an.

Berkisah tentang kesetiaan dan pengorbanan cinta seorang pemuda
bernama Hamid yang lahir dari keluarga tidak mampu. Film ini dulunya
juga pernah diproduksi sutradara Asrul Sani pada 1981 silam dengan
pemain utama Camelia Malik dan Cok Simbara.

"DBLK juga menjadi wakil Indonesia untuk dikirim ke Academy Awards
kategori Foreign Language Film," kata  Sekretaris ASEAN Film Festival,
Lalu Roisamri.

Asean Film Festival 2011 sendiri memutar 10 film pilihan dari
masing-masing negara anggota ASEAN sejak Rabu (16/11) hingga Kamis
(17/11) di Planet Hollywood Galleria, Kuta, Bali. Ajang yang baru
digelar pertama kali digelar itu dibuka untuk umum secara gratis.

Film-film yang diputar selama ASEAN Film Festival (AFF) pertama ini di
antaranya 'Eternity' karya sutradara
M.L. Pundhevanop Dhewakul (film terbaik Thailand National Film Awards
2011), 'Emil' karya sutradara
Philippines (film terbaik Film Academy of Philippines, 2011) dan'
Bunohan' karya sutradara Dain Said, film
Malaysia yang paling banyak diekspor ke mancanegara dan baru saja
diputar di Toronto International Film
Festival 2011.

-- 
Sent from my mobile device

Wassalaamu'alaikum
Dutamardin Umar (aka. Ajo Duta),
suku Mandahiliang,
lahir 17 Agustus 1947.
nagari Gasan Gadang, Kab. Pariaman.
rantau Deli, Jakarta, kini Sterling, Virginia-USA
------------------------------------------------------------

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke