Betul kanda Syaaf, kami teman2 seangkatan dengan beliau ( alumni AMN 65 ) banyak yang menyesalkan sikap pak Mukhlis Ibrahim. Kalau alasan Prinsip, kami bertanya-tanya prinsip berdasarkan apa yang dipakainya, apakah Prinsip pribadi, prinsip agama, prinsip negara/TNI atau prinsip berdasarkan adat Minangkabau?

Kebijakan dan strategi serta pengambilan keputusan berada dalam kekuasaan beliau.., bukan pada wakil. Kenapa harus melepaskan jabatan yang dipercayakan negara/rakyat Sumbar kalau teguh berpegang pada prinsip yang benar? Baliau agaknyo lupo jo pasan lamo : "Bia kapalo tabanam asa tanduak lai makan, Iyokan nan diurang , lalukan nan diawak" Demi kepentingan rakyat Sumbar. Ini tidak masuk kategori munafik.

Wassalam

Asmardi Arbi ( tetap loyal sama teman)

.

--------------------------------------------------
From: "Dr Saafroedin Bahar" <[email protected]>
Sent: Monday, November 21, 2011 4:45 AM
To: "Rantau Net Rantau Net" <[email protected]>
Subject: Re: [R@ntau-Net] Terkenang Muchlis Ibrahim

Mak Ngah dan para sanak sapalanta, selain merasa tak sesuai dengan pribadi Wakil Gubernur yg diangkat Pemerintah Pusat, saya belum melihat alasan yg prinsipial mengapa pak Muchlis Ibrahim memilih mengundurkan diri. Beliau kan masih jadi gubernur yg memegang tampuk pimpinan ? Bukankah dalam kehidupan ini kita tidak jarang harus bekerjasama dengan orang lain yang tak sesuai dengan kita, bahkan yg memusuhi kita ? Bukankah hal itu justru bisa menjadi 'test case' untuk kepemimpinan kita ? Banyak yang sesungguhnya bisa diperbuat beliau utk Sumatera Barat jika melanjutkan tugasnya sebagai gubernur.
Wassalam,
SB.
Saafroedin Bahar. Taqdir di tangan Allah swt, nasib di tangan kita.

-----Original Message-----
From: "sjamsir_sjarif" <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Sun, 20 Nov 2011 21:22:37
To: <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: [R@ntau-Net] Terkenang Muchlis Ibrahim

Terkenang Muchlis Ibrahim PDF Cetak Surel
Senin, 21 November 2011 03:10

Terkenang dan teragak adalah kodrat yang manu­siawi. Dan menurut hemat saya, terkenang bukanlah dosa atau kesalahan. Entah kenapa, tak ada hujan tak ada angin…Ambo terkenang Much­lis Ibrahim…? Terkenang saja. Taragak, barangkali tidak. Seorang mantan Gu­bernur yang kesatria (barang­kali satu satunya di Indonesia) berani mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Gubernur. Itu, karena dia merasa tidak bisa menerima hal-hal yang bertentangan dengan prinsipnya.

dst lihat Haluan:
http://www.harianhaluan.com/index.php?option=com_content&view=article&id=10364:terkenang-muchlis-ibrahim&catid=12:refleksi&Itemid=82

Salam,
-- MakNgah
Sjamsir Sjarif

--
.

/


--
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
 1. E-mail besar dari 200KB;
2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke