*Harimau Campa Dalam Tambo*

Harimau Campa adalah nama seorang tokoh yang disebut-sebut di dalam Tambo
Alam 
Minangkabau<http://mozaikminang.wordpress.com/2011/11/24/2009/10/15/tambo-alam-minangkabau-dt-sangguno-dirajo/>.
Bersama-sama Kucing Siam, Kambing Hutan dan Anjing Mualim, mereka berempat
adalah para pengiring Ninik Sri Maharaja Diraja dan rombongan. Mereka semua
adalah para pendekar yang di kemudian hari menjadi orang-orang pertama
pendiri cikal bakal Silek Minang. Mereka juga dipercaya sebagai leluhur
orang-orang di Luhak Nan Tigo.

<http://mozaikminang.files.wordpress.com/2011/11/3daerah.jpg>

Harimau Campa menjadi leluhur orang Luhak Agam, Kucing Siam menjadi leluhur
orang Canduang Lasi Tuo, Kambing Hutan menjadi leluhur orang luhak
Limopuluah sedangkan Anjing Mualim berkelana di sepanjang Bukit Barisan.
Luhak Tanah Datar sendiri dipenuhi oleh anak keturunan Ninik Sri Maharaja
Diraja. Setidaknya begitulah menurut Tambo Alam Minangkabau. Soal keturunan
ini kemudian diabadikan dalam warna bendera Luhak Nan Tigo yang kemudian
kita kenal sebagai marawa.

Kalau kita perhatikan nama-nama tokoh diatas, ada hal menarik yang tersirat
darinya, khususnya Harimau Campa. Bernama Harimau Campa, tentulah berasal
dari Negeri Champa <http://en.wikipedia.org/wiki/Champa>. Logikanya tentu
negeri ini telah ada dan masyhur sebelum nenek moyang orang Minangkabau
mendarat di Sumatera.

*Sekilas Negeri Champa*

Dari catatan sejarah Cina, Kerajaan Champa berdiri pada tahun 192 M yang
pada masa itu disebut Lin Yi. Pada tahun 543 Champa menyerang Dai Viet
(Bangsa Vietnam) di Utara, namun gagal. Kerajaan Champa mencapai puncak
kegemilangannya pada abad ketujuh hingga abad kesepuluh Masehi, untuk
kemudian menurun karena perpecahan dalam negeri dan serangan-serangan yang
agresif dari Bangsa Khmer <http://en.wikipedia.org/wiki/Khmer_empire>,
Bangsa Vietnam dan Bangsa Cina.

Jika saja Harimau Campa dalam tambo ini hidup pada masa awal kejayaan
Kerajaan Champa tentulah kita bisa berasumsi bahwa kedatangan nenek moyang
orang Minangkabau haruslah setelah tahun 192 M, atau diperkirakan sekitar
tahun 400-500 M.

*Kucing Siam Dalam Tambo*

Namun ada hal yang mengganggu jika logika yang sama diterapkan pada tokoh
Kucing Siam yang berasal dari Siam. Istilah Siam sendiri baru populer
setelah berdirinya Kerajaan
Sukhothai<http://en.wikipedia.org/wiki/Sukhothai_kingdom>(1238 M) dan
Kerajaan
Ayutthaya <http://en.wikipedia.org/wiki/Ayutthaya_kingdom> (1351 M) sebagai
cikal bakal Kerajaan Siam. Episode sejarah ini tentu paralel dengan
periode Dharmasraya
dan 
Malayapura<http://mozaikminang.wordpress.com/2011/11/24/2011/11/15/lintasan-sejarah-malayu-sriwijaya-dharmasraya-malayapura/>di
Sumatera. Pada saat ini tentu Champa sudah mulai menurun pengaruhnya
walaupun masih bisa disebut jaya, karena pada tahun 1471 M, Bangsa
Vietnam memulai
invasinya 
<http://en.wikipedia.org/wiki/1471_Vietnamese_invasion_of_Champa>terhadap
Champa. Jadi kalau ditarik sebuah kompromi maka tahun kedatangan
nenek moyang orang Minangkabau haruslah setelah 1238 M. Kecuali kita
menemukan data bahwa istilah Siam sudah populer pada abad ketujuh Masehi,
pada saat awal kejayaan Kerajaan Champa.

*Tafsiran Lain Mengenai Harimau Campa*

Akan tetapi sesuai hakikat Tambo, bahwa tujuan penulisannya adalah
untuk menyatukan
pandangan orang
Minangkabau<http://mozaikminang.wordpress.com/2011/11/24/2011/11/17/tambo-alam-minangkabau-penghapusan-sejarah-dan-kekacauan-logika/>mengenai
sejarah dan asal-usul mereka, maka bisa saja pengarang Tambo
memasukkan nama kedua tokoh ini (dan tokoh-tokoh lain) untuk mewakili
kelompok-kelompok masyarakat yang membentuk Minangkabau yang terdiri dari
bermacam-macam daerah asal. Dari Hikayat Suku
Jambak<http://mozaikminang.wordpress.com/2011/11/24/2009/10/15/sejarah-turunan-suku-jambak-di-minangkabau/>kita
juga menemukan cerita ini, dimana Suku Jambak mengaku sebagai suku
yang datang kemudian, seketurunan dengan Suku Sikumbang. Dan Tambo sendiri
juga secara terang menceritakan bahwa setelah periode Ninik Sri Maharaja
Diraja, Minangkabau masih kedatangan tokoh-tokoh baru (beserta
rombongannya) seperti Anggang Dari Laut (Rusa Emas) dan Sri Paduka Berhala
(beserta Bangsa Hindustan dan Bangsa Sekawak).

*Sumber:
*

http://en.wikipedia.org/wiki/Champa

http://www.viettouch.com/champa/champa_history.html

http://www.phnompenhpost.com/index.php/Special-Reports/the-long-tragedy-of-cham-history.html

http://en.wikipedia.org/wiki/Cham_people_(Asia)

http://mforum.cari.com.my/archiver/?tid-254917.html

http://wanderlustandlipstick.com/blogs/dimsumdiary/2009/04/28/my-son-and-vietnams-war-tourism/

http://en.wikipedia.org/wiki/M%E1%BB%B9_S%C6%A1n

http://blog.travelpod.com/travel-photo/jesstellstales/1/1262734976/tiger-and-elephant-fighting-arena.jpg/tpod.html


Zulfadli, 28thn, Cileungsi-Bogor

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke