Jihad: Pertarungan Sepanjang Masa Tinggikan Kalimat Allah Ta'ala

Oleh : Abu Asybal Usamah

وَ كَأَيّن مَِنْ نَبِي قََاتَلَ مَعَهُ رِبِّيُّو ن كَثِير فما وَهَنوا لِمَا 
أصَابَهُم في سبيل الله و ما ضعفوا و ما استكانوا و الله يحب الصابرين

“Dan berapa banyak Nabi bersama kawanan setia berperang, mereka tidak sedih 
atas apa yang menimpa mereka di jalan Allah dan tidak pula lemah serta 
menyerah” (Qs Ali Imron 146).

Pergolakan anatara yang haq dan yang bathil adalah sunnatullah

Allah telah mengadakan sesuatu di dunia ini secara berpasangan. Ada yang saling 
melengkapi, membutuhkan, berlawanan dan bergesekan. Allah Ta’ala menciptakan 
pria dan wanita, malam dan siang, air dan api, panas dan dingin. Semuanya 
berpasangan. Begitu juga dengan Al-Haq dan Al-Bathil. Kedua unsur ini saling 
bertolak belakang dan akan saling bergesekan sampai kapan pun. Para pengemban 
kedua pun senantiasa berada pada alur yang sama dengan apa yang diemban. 
Bertabrakan dan bergesekan. Karena kedua memiliki unsur asasi yang berbeda dan 
saling bertolak belakang ibarat kutub utara dan selatan. Jika salah satu bisa 
menyatu dengan lain, dapat dipastikan bahwa unsur dari keduanya telah luntur 
hingga bisa melebur. Syaithan adalah gembong dari pengemban panji kebathilan 
bersama pengikutnya, sedangkan para Rasul adalah pengemban panji Al haq 
berserta pengikutnya. Para Rasul ‘alaihimussalam diperinthakan untuk menegakkan 
kebenaran dimuka bumi ini dengan menyembah Allah semata, tunduk dibawah titah 
Nya seutuhnya. Sedangkan Syaithan berusaha merobohkan Al haq agar orang 
mempersekutan Allah ‘Azza wa jalla dengan segala bentuk dan cara. Allah Ta’ala 
berfirman :

“Dan demikianlah kami jadikan musuh bagi setiap Nabi, dari kalangan jin dan 
manusia yang sebagian mereka membisikkan perkataan yang sia-sia ” (QS Al An’am 
112)

 “Dari Saburah bin Abi Fakih berkata aku mendengar Rasulullah shollallahu 
‘alaihi wasallam bersabda: “seungguhnya syaithan menghalang-halangi jalan masuk 
Islam seraya berkata, kamu masuk Islam lalu meninggalkan agamamu dan agama 
bapak juga kakakemu, maka ia mengabaikannya dan masuk Islam, kemudian syaithan 
menghalang-halangi di jalan hijrah seraya berkata, kamu hijrah lalu 
meninggalkan kampungmu , perumpamaan hijrah seperti penunggang kuda sepanjang 
masa, lalu dia mengabaikanya dan berhijrah, kemudian ia menghalang-halangi di 
jalan jihad seraya berkata kamu melawan keinginan dan mengorbankan hartamu, 
kemudian kamu berperang lalu mati hingga istrimu dinikahi lagi dan hartamu 
dibagi-bagikan. Maka ia abaikan lalu berjihad. Rasulullah shollallallahu 
‘alaihi wasallam kemudian berkata , maka barangsiapa diantara kalian yang 
melakukan demikian kemudian ia mati atau terbunuh, tenggelam, jatuh dari 
kendaraan, maka Allah berkewajiban memasukannya ke surga” (HR Muslim).

Beginilah jalan yang ditempuh para Rasul

Pergesekan itu akan senantiasa didapati dalam berbagai bentuknya. Baik cara 
yang halus hingga cara yang ekstrem yaitu perang. Membela yang haq meninggikan 
kalimatullah. Rasulullah SAW bersabda  :

“Barang siapa yang berperang untuk meninggikan kalimat Allah, maka ia di jalan 
Allah” (HR Muslim)

Namun sekarang meninggikan kalimat Allah, membela agama Allah adalah sesuatu 
yang tabu sehingga mereka menjahukan sensitifitas agama ini dari hati kaum 
mukminin. Sedangkan mereka yang menabuh genderang perang lalu mengangkat panji 
selain Dinullah maka itu bukan fisabilillah. Komunisme, nasionalisme, 
sosialisme dan paham-paham yang lain, mereka bersusah payah untuk 
menegakkannnya, bahkan sampai perang pun mereka lakukan agar bisa menegakkan 
prinsip mereka. Padahal itu adalah fi sabilisysyaithan karena bukan Lillahi 
Ta’ala. Hal semacam ini merupakan tabi’at dari Dinullah/Dinul haq yang 
bertentangan dengan bathil.

“Biarkan (mereka berkata demikian), kami akan kuasakan yang Haq di atas bathil” 
(QS Al Anbiya’ 18)

Maka ketika Rasulullah SAW mengalami kekalahan dan pukulan berat pada perang 
Uhud, para sahabat merasa sedih dan terpukul bahkan mereka menganggap bahwa 
tidak ada hari lagi setelah itu karena Rasulullah telah dikabarkan terbunuh. 
Pukulan yang berat. Tapi Allah memahamkan mereka tentang kaum sebelum mereka, 
yang berjuang bersama Nabi mereka. Melewati ujian yang berat, Meskipun Nabi 
mereka terbunuh namun perjuangan tetap berlanjut. Allah Ta’ala berfirman :

“Dan berapa banyak Nabi bersama kawanan setia berperang, mereka tidak sedih 
atas apa yang menimpa mereka di jalan Allah (Nabi mereka terbunuh) dan tidak 
pula lemah serta menyerah” (QS Ali ‘Imron : 146)

Jihad, pertarungan sepanjang masa meninggikan kalimat Allah

Ayat di atas cukup memberikan kita gambaran tentang jalan yang ditempuh para 
Nabi. Dan jalan itu terus akan dilewati oleh generasi yang teguh di atas 
prinsip para Rasul. Jalan berduri yang panjang menuju surga Allah.

“apakah kalian mengira akan masuk surga sedangkan Allah belum tau siapa 
diantara kalian yang berjihad dan yang sabar” (QS Al i‘Imran 142)

Semua akan terus berlangsung hingga panji kalimat Allah berkibar, Dinullah 
tegak dan Islam memimpin menyebarkan rahmat keseluruh alam.

“Dan perangilah mereka di jalan Allah hingga tidak ada lagi fitnah (kekufuran 
dan kezaliman) dan din (kepatuhan) ini hanya untuk Allah ” (QS Al Anfal 39)

Berapa banyak peperangan yang dilewati oleh Rasulullah SAW dan para sahabat 
ridhwanullahi ‘alaihim untuk menegakkan kalimat Allah, namun mereka tetap tegar 
meskipun terkadang angin memiringkan ranting keimanan mereka. Karena mereka 
paham bahwa orang kafir tak akan henti-hentinya membuat makar untuk memerangi 
Islam.

“Yahudi dan Nashrani tidak akan pernah ridha hingga kalian mengikuti millah 
mereka” (Qs Al-Baqoroh 120).

...jika ada yang mengatakan bahwa yang Haq akan bersatu dengan bathil berarti 
dia telah mengingkari sunnatullah yang berlaku dalam kitabullah...

Maka, jika ada yang mengatakan bahwa yang haq akan bersatu dengan bathil 
berarti dia telah mengingkari sunnatullah yang berlaku dalam kitabullah. Hal 
ini telah dijelaskan dalam riwayat dari Salamah bin Nufail Al Kindy, beliau 
berkata : ketika kami duduk disisi Rasulullah SAW tiba-tiba datang seorang 
kepada beliau lalu berkata : “Wahai Rasulallah, kuda perang telah ditambatkan, 
senjata telah ditaruh dan orang-orang mengira sudah tidak ada perang, perang 
telah usai” Rasulullah SAW menimpali : “mereka telah berdusta, sekarang lah 
waktu perang tiba, sesungguhnya akan senantiasa ada segolongan dari ummatku 
yang bereperang fi sabilillah , tidak membahayakan bagi mereka orang yang 
menyelisihi mereka, Allah membelokkan hati suatu kaum lalu memberi rezki mereka 
(kelompok yang dijanjikan) dari kaum tersebut hingga datang hari kiamat. Dan 
perang tak akan usai hingga keluar Ya’juj dan Ma’juj (kiamat).” (HR An Nasa’i).

Oleh karena itu, bagi seorang muslim hendaklah ia melihat jalan para Rasul dan 
pengikutnya, mengambil I’tibar dan melanjutkan perjuangan Rasulullah SAW dengan 
jihad fisabilillah. [voa-islam.com]
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke