Assalamulaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Pak Zulidamel, Ajo Duta sarato Bapak jo Ibu nan dimuliakan Allah SWT.

Menuruik hemat kami, cukup menarik tread ini. Apa yang dikemukakan oleh pak 
Zulidamel, kami kira cukup objektive. Maksudnya orang Minang dengan filosofi 
dan pandangan hidupnya, "Adat basandi syarak ~ Syarak basandi kitabullah ~ 
Syarak mangato adaik mamakai" tentu kita kita mungkin untuk menafikan (apalagi 
untuk mentabukan) berbicara tentang Islam dengan ajarannya yang konfrehensif, 
komplek, menyeluruh, holistik dan paripurna. Kami menggaris-bawahi apa yang 
disampaikan oleh pak Zulidamel tersebut.

Dan menurut prakiraan kami anggota dari RN ini dari segi jumlah tidaklah begitu 
banyak, sebagai indikasinya dalam postingan yang masuk tidak banyak penggantian 
atau perubahan nama-nama. Sehubungan dengan itu kami juga memperkirakan bahwa 
yang bergabung ke dalam RN ini adalah orang-orang terpelajar dan berpendikan 
baik atau dengan perkataan lain orang-orang yang telah tercerahkan, akademis 
dan berwawasan. (Sebagai catatan tambahan perlu kita ketahui bahwa adalah masih 
tergolong kecil/sedikit warga negara Indonesia yang dapat menikmati fasilitas 
internet ini).

Oleh sebab itu sebagai kalangan masyarakat terpelajar ~ akademis ~ tercerahkan 
dan berwawasan, alangkah baiknya kalau ada sesuatu yang tidak berkenan oleh 
kita atau menurut pandangan kita dan ataupun tidak sejalan dengan pemikiran 
kita kita tidak serta merta kita menolaknya apalagi melarangnya. Kami kira gaya 
orde baru sudah saatnya untuk kita tinggalkan apalagi sekarang kita berada 
dalam era reformasi dan demokrasi (walaupun sebagian kalangan inteletual sudah 
banyak yang menyebut sebagai demokrasi kebablasan). Tentu akan nampak lebih 
elegan, kalau sesuatu yang tidak sejalan dengan pandangan kita tersebut kita 
tolak dengan argumentasi yang objektif misalnya sepertia apa yang terjadi 
dengan istilah Padangitis ~ Minangitis beberapa waktu yang lalu, yang akhirnya 
toh semua menjadi sama-sama memahami dan akhirnya sama-sama menyetujui istilah 
tersebut untuk tidak dipakai lagi.

RN ini memang dan tentu ada pendirinya dan juga ada assabaqun al-awalun. Kepada 
yang mendirikan dan kepada yang tergolong assabaqun al-awalun kita berikan 
penghargaan yang tinggi dan terima kasih. Karena dengan adanya RN ini kita 
dapat bersilaturrahmi, kita dapat berkenalan dan berkawan, kita dapat bertukar 
fikiran dan informasi, kita dapat berpolemik dan berdebat ~ berdebat dengan 
argumentasi dan referensi (maaf bukan debat kusir). Semuanya itu untuk 
pencerahan diri kita dan juga untuk dipersembahkan ka kampoeang halaman nan 
tacinto.

Namun menurut hemat kami -RN ini memang ada pendirinya dan juga ada assabaqun 
al-awalun- tapi begitu ia berdiri dan go to public, RN ini telah telah menjadi 
milik masyarakat dalam hal ini masyarakat Minang khususnya. Sebagai milis milik 
publik dan manfaatnya juga dimaksudkan untuk kepentingan publik (dalam hal ini 
kepentingan publik Minangkabau yang ber ABS-SBK), akan terasa janggal dan naif, 
sesuatu yang berkaitan dengan agama dinafikan atau ditiadakan dari ranah ini.

Akhirulkalam terlebih dan terkurang mohon maaf, teriring salam ta'dziem untuk 
Bapak, Ibu sarato dusanak yang dirahmati Allah SWT.

Wassalam,


Ambiar Lani,
(L/59/Jkt-Bekasi)     



________________________________
 From: Zulidamel <[email protected]>
To: RantauNet <[email protected]> 
Sent: Sunday, November 27, 2011 12:13 PM
Subject: [R@ntau-Net] Re: Kilas Balik Palanta RN
 

Ajo Duta dan Sanak dipalanta,
Taparangah ambo mambaco postingan bundo, ditambah aturan nomor 4 nan
ajo sampaikan. Namun dalam hal iko kito sarahkan sajo ka urang dapua
untuak mambiak kaputusan. Ambo cuma ingin manyampaikan pandapek
sakadar maulang tanyo sanak Zultan, dimaa salahnyo. Kalau kito urang
Minang kabau ndak dapek mainda dari masalah ugamo. Kemrosotan Islam
yang diikuti kerusakan moral generasi mudo Minang di maso kini paralu
manadapek paratian.

Pergeseran peran mamak dalam keluarga adalah  salah satu faktor nan
mampacapek  proses pengrusakan itu terjadi. Generasi mudo Minang kini
adolah generasi nan barado di duo alam. Angannyo dalam bayang2
kejayaan ranah Minang maso lalu, Suatu wilayah yang memiliki budaya
yang tinggi , dihiasi kehidupan islami. Fisiknyo barado di alam nyato
ranah Minang maso kini. dihiasi masdjid 2 megah nan sepi.

Pemikiran ambo, urang Minang tidak seharusnyo
 menghindar dari
pembicaraan tentang Islam. Urang Minang harus menagakan "ABS-SBK,
syarak mangato adat mamakai" bukan hanyo sebagai semboyan.
Paralu juo ambo sampaikan, sapangatahuan ambo. (Ambo berharap iko
salah). Banyak nagari di Ranah Minang hanyo ado ulama orbitan karano
nan berpendidikan barado di rantau. Jadinyo ulama bantuak itu indak
dapek dijadikan panutan. Ulama yang tidak cakap akan menimbulkan
gejolak terutamo dalam menyikapi masalah adat.

Anak mudo minang yo bana2 kehilangan,  kehilangan mamak sekaligus
kahilangan ulama.  Apa iko harus didiamkan.
Rasonyo ndak salah kalau kito paralu bicara tentang Islam, kalau ndak
ingin Minang itu akan tinggal kenangan....

Zulidamel Lk 48 Jkt






On Nov 27, 8:22 pm, ajo duta <[email protected]> wrote:
> Sanak Sapalanta nan ambo
 sayangi,
>
>
> 4. Posting yang bertema keagamaan praktis diusahakan dihindarkan,
> karena berpotensi khilafiyah/perbedaan, sebab bisa bermuara pada
> kontra produktif untuk mencapai misi utama memelihara silaturahmi.
> Termasuk dalam hal ini posting manggaleh aliran tertentu dalam Islam
> atau menghujat aliran tertentu itu.
> > ------------------------------------------------------------

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
-
 Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke