Oleh : Reflusmen

Bunga Rendah, distribusi lancar dan buruh sejahtera adalah satu kesatuan yang 
tidak bisa dipisahkan

 inflasi adalah suatu proses meningkatnya harga-harga secara umum dan 
terus-menerus (kontinu) berkaitan dengan mekanisme pasar yang dapat disebabkan 
oleh berbagai faktor, antara lain, konsumsi masyarakat yang meningkat, 
berlebihnya likuiditas di pasar yang memicu konsumsi atau bahkan spekulasi, 
sampai termasuk juga akibat adanya ketidak lancaran distribusi barang sehingga 
menimbulkan kenaikan  biaya ( cost push inflation ).

Berkaitan dengan likuiditas di pasar yaitu menyeimbangkan permintaan dan 
penawaran akan uang,  Bank Indonesia berperan   menjaga inflasi dan  kestabilan 
nilai rupiah  terhadap mata uang asing.

Berdasarkan kajian Bank Indonesia tentang tingkat  Inflasi  sebesar 4,15%, 
lebih rendah dari target Inflasi tahun 2011 sebesar 5% dan kestabilan nilai 
tukar Rupiah terhadap Mata uang asing,  maka BI  pada tanggal 11 Oktober 2011 
menurunkan BI Rate dari 6,75% menjadi 6,50%. Sebulan kemudian pada tanggal  
tanggal 10 Nopember 2011 BI kembli  menurunkan Rate menjadi 6,00 %.

Walaupun  inflasi Rendah dan fondasi Ekonomi Indonesia tergolong baik, 
ternyata, Rupiah tersengat dan terbang menjadi RP. 9.130 per Dollar Amerika 
dari sebelumnya bertengger pada angka RP 8.500,00.
Untuk menjaga kestabilan Rupiah, guna menciptakan kesimbangan antara permintaan 
Dan penawaran Mata Uang Asing, BI melakukan operasi pasar dengan cara  membeli 
Dan Menjual Mata Uang Asing. Biaya yang dikeluarkan BI dalam operasi pasar 
tersebut mencapai RP 26 Trilyun Rupiah. 

Kestabilan Rupiah diperlukan oleh semua pihak. Jika Rupiah lemah, barang Import 
menjadi lebih mahal dan jika Rupiah kuat, penghasilan Eksportir menjadi 
berkurang. 
Melemahnya nilai Rupiah tersebut, sesuai prediksi para Pengamat disebabkan 
Krisis Eropa yang tidak menunjukan Perbaikan. Uang Investor yang tadinya 
ditanam di Eropa dan  termasuk yang ada di Indonesia mencari tempat yang 
dianggap aman. Pilihannya jatuh pada Dollar Amerika sehingga berlaku Hukum 
Supply Dan Demand. Banyak diminta, penawaran tetap maka harga naik. Itulah yang 
menyebabkan Rupiah melemah.

Yang menarik untuk dipertanyakan, mengapa Indonesia terimbas Krisis Eropa ?. 
Apakah Indonesia tidak aman untuk berinvestasi ?. Apakah Bi Rate Sebesar 6,00% 
tidak menarik ?.

Kembali pada Alenia pertama tentang penyebab inflasi, apakah inflasi di 
Indonesia disebabkan oleh banyaknya uang beredar, tidak seimbang dengan barang 
dan Jasa yang tersedia atau karena  biaya yang tinggi ?.

Kalau penyebabnya  uang  beredar lebih besar dari barang dan jasa, memang 
mujarab  Suku Bunga (BI Rate) diturunkan agar  bunga yang merupakan component 
biaya produksi menjadi lebih murah. Bunga rendah membuat orang bergairah untuk 
berusaha sehingga barang dan Jasa menjadi lebih banyak, seimbang dengan uang 
yang beredar.
Investor, baik Investor dalam Negeri maupun Investor Luar Negeri akan 
berlomba-lomba menanamkan uangnya Indonesia  pada sector rill, memproduksi 
barang dan Jasa, namun kenyataannya tetap terjadi capital outflow (uang keluar 
dari Indonesia).

Dari kaca mata sederhana, tanpa harus melakukan analisa yang mendalam, 
component biaya produksi yang paling dominan  adalah biaya bahan baku, biaya 
overhead Pabrik ( energy listrik dan BBM),  biaya transportasi dan biaya Tenaga 
Kerja,

Untuk mencapai keuntungan maksimum ( Penjualan dikurangi Biaya sama dengan 
Keuntungan ) adalah menaikan harga Jual dan menurunkan Biaya. Menaikan harga 
jual bukan cara terbaik karena akan berhadapan dengan pesaing lainnya, harga 
tinggi barang nggak laku. Pilihan terbaik adalah menurunkan biaya ( minimum 
cost, maximum profit).

Melihat kondisi  sehari-hari yang kita alami dan sudah sering menjadi topic 
pembicaraan, peyebab tingginya biaya antara lain :
Biaya overhead (listrik Dan BBM). Listrik dan  BBM tidak dapat diprediksi 
karena sewaktu-waktu bisa naik. Untuk menghitung harga Jual guna memenuhi 
permintaan yang akan datang (Kontrak), dalam perhitungan harga pokok terpaksa 
harga listrik dan BBM dinaikan. Ujung-ujungnya harga menjadi lebih mahal/tidak 
bersaing.

Biaya Transportasi : Sepertinya, masalah transportasi  ini  tak perlu ditulis, 
pada umumnya di Pulau Jawa dan khususnya Jakarta, kemacetan sudah menjadi 
makanan sehari-hari. Guna nengatasi kemacetan dalam rangka memperlancar arus 
barang, Pemerintah telah mencanangkan beberapa paket koridor jalan Tol, namun 
sampai saat ini, rencana tinggal Rencana, pelaksanaannya terkendala oleh 
berbagai aspek.

Mengingat  biaya Overhead dan biaya transportasi pengendaliaannya diluar 
kekuasaan pengusaha, agar harga tetap bisa bersaing, jalan yang paling mudah 
dilakukan adalah dengan cara menekan biaya tenaga kerja. Strategy menekan biaya 
tenaga kerja inilah yang selalu menjadi tuntutan (demo) buruh.

Dari pembahasan tersebut diatas, terlihat bahwa sepanjang biaya overhead 
(Listrik dan BBM) dan biaya transportasi yang merupakan component terbesar 
biaya produksi tidak  mendapatkan pemecahan (tidak bisa ditekan ),  maka 
penurunan Suku bunga tidak membawa dampak significant. Disamping itu, demo 
buruh meminta kenaikan Upah akan berlangsung sepanjang masa.

Jika biaya-biaya tadi bisa ditekan (effisien), maka Upah buruh bisa dinaikan. 
Ujung-ujungnya iklim usaha menjadi kondusif. Buruh menjadi sejahtera.

Kesimpulan dari tulisan ini adalah : segera dibangun Infrastruktur,  berikan 
jaminan/ketetapan harga listrik dan BBM minimal satu tahun kedepan.
Insyah Allah, buruh yang sejahtera dengan sendirinya akan menciptakan iklim 
usaha yang kondusif. Aminnnn.....

Wassalam


Reflus/ L. 54 tahun

Anak rang Tanjuang Barulak









-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke