Urang Awak Berpotensi Pikun

Pola Makan dan Kebiasaan Hidup Pemicu Utama

Padang Ekspres • Berita Sosial • Sabtu, 17/12/2011 13:17 WIB • Nasrul
Tanjung • 52 klik

*Bukittinggi, Padek*—Ini peringatan bagi masyarakat Ranah Minang. Kebiasaan
urang awak yang doyan makan makanan berkolesterol harus ikut mendapat
perhatian. Karena orang yang mengidap hipertensi, diabetes, kolesterol
tinggi ditambah dengan faktor keturunan membuat seseorang berisiko
menderita penyakit pikun.


”Rajin-rajinlah melakukan medical check-up untuk mengukur tensi darah,”
saran dokter Fred Septo, Sp.S, ahli spesialis syaraf dari Rumah Sakit
Stroke Nasional, pada seminar tentang masalah kepikunan, di aula Balaikota
Lama, Jl. Sudirman, kemarin. Seminar tersebut digelar Gabungan Organisasi
Wanita (GOW) Bukittinggi, dalam rangka memperingati Hari Ibu ke-83 dan Hari
Jadi Kota Bukittinggi ke-227.


Pada seminar bertajuk Mengurangi Kepikunan dan Mewujudkan Lansia Mandiri
itu, Fred mengingatkan akan pentingnya menjaga pola makan secara teratur
dan memperhatikan nilai gizi, kalori, dan lain-lainnya. ”Kita harus
membiasakan makan 4 sehat dan 5 sempurna serta berolahraga secara teratur,”
kata Fred.


Karena dengan pola makan yang salah, ditambah kebiasaan merokok, kurang
tidur, dan jarang berkomunikasi serta kurang menstimulasi pikiran merupakan
lima kebiasaan yang membuat seseorang menjadi cepat pikun.


”Demi pencegahan pikun, masyarakat diminta aktif secara fisik seperti
berolahraga teratur. Pikiran juga harus aktif dan positif. Hindari pula
konflik,” sarannya.


Terkait dengan masalah lupa yang identik dengan kepikunan, menurut Fred,
tidak semua orang yang lupa menderita kepikunan. Lupa mengingat hal-hal
kecil lebih terkait dengan masalah konsentransi.


”Tapi bila hendak ke Aurkuning ternyata kita ke Padang.  Atau misalnya ke
kantor tapi tidak pakai celana, itu sudah masalah,”sebutnya yang disambut
tawa hadirin. Dia menyarankan agar penderita untuk terus didampingi
keluarga, sebab pasien tidak sadar dia menderita kepikunan.
Di luar negeri, rata-rata penyakit pikun menyerang orang berusia 65 tahun.
Untuk dalam negeri, belum ada data yang pasti.


Sementara itu, praktisi kesehatan, Rahmi Yetti Harma Zaldi, yang juga
penasihat GOW Kota Bukittinggi berharap agar ilmu yang didapat di seminar
ini diaplikasikan di rumah masing-masing oleh peserta seminar. *(*)*


-- 
Wassalaamu'alaikum
Dutamardin Umar (aka. Ajo Duta),
suku Mandahiliang,
lahir 17 Agustus 1947.
nagari Gasan Gadang, Kab. Pariaman.
rantau Deli, Jakarta, kini Sterling, Virginia-USA
------------------------------------------------------------

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke