Sanak ambo, Mantap bana. Namun handaknyo ditindak lanjuti dgn sosialisasi dgn berbagai pertemuan kekeluargaan dgn pihak2 terkait.
On 12/25/11, DPP PKDP <[email protected]> wrote: > Prihatin Kampung Halaman, Perantau Kirim Himbauan > Minggu, 25 Desember 2011 - 16:39:25 WIB | hit 111 > Prihatin Kampung Halaman, Perantau Kirim Himbauan > > - > - > - > - > > S H A R E <http://inimu.com/widget/zscbutton/> > *PADANG PARIAMAN, SO*--Pengaruh budaya asing disinyalir masih tetap > merambah Ranah Minang. Meski pelakunya cendrung-anak-anak muda, kaum tua > yang dianggap sebagai tokoh masyarakat terkesan merestui dengan tidak > melakukan pelarangan. Bahkan, kuat dugaan, sebagian oknum tokoh masyarakat > turut pula merestui. > > Menyikapi fenomena itu, para perantau asal Kecamatan IV Koto Aur Malintang > yang berdomisili menyatakan keprihatinan mereka. Pernyataan keprihatinan > serta himbauan pun mereka tulis dalam bentuk surat yang ditujukan kepada > Niniak Mamak, Alim Ulama, Bundo Kanduang, Parik Paga Nagari, Pemuda dan > Pemudi, Pemerintahan Kecamatan dan para Wali Nagari, Aparat Keamanan serta > Masyarakat IV Koto Aur Malintang. > > Perihal surat itu diungkapkan Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Persatuan > Keluarga Daerah Piaman (DPW PKDP) DKI Jakarta Ir H Muharmein Zein Chaniago > M Eng ketika tampil sebagai narasumber pada Seminar Sehari dengan tema > "Peran Tokoh Masyarakat dan Tokoh Adat dalam Mengantisipasi Tindakan > Radikal", Sabtu (24/12). Seminar itu diselenggarakan Presidium KAHMI > Kabupaten Padang Pariaman. > > Isi surat itu selengkapnya diturunkan sebagai berikut setelah melalui > pengeditan bahasa dari campuran Minang - Indonesia menjadi bahasa Indonesia > dan disesuaikan dengan ejaan yang disempurnakan (EYD). *(redaksi)* > * * > Semoga Allah SWT senantiasa melindung kita semua, dijauhkan dari semua > bencana dan marabahaya, diberikan kesehatan, berkah dan hidayah dalam > menjalankan kegiatan serta ibadah sehari-hari. Dan, semoga daerah kita IV > Koto Aur Malintang akan selalu memperoleh rahmat dan karuniaNya untuk > menjadi daerah yang damai, tenteram dan penuh berkah. Aamiiin Ya Rabbil > Alamin! > > Yang terhormat dan yang kami cintai: Niniak-Mamak, Alim-Ulama, > Bundo-Kanduang, Parik Paga Nagari, Pemuda dan Pemudi, Pemerintahan > Kecamatan dan para Walinagari, Aparat Keamanan serta Masyarakat IV Koto Aur > Malintang. > > Berita yang sangat memprihatinkan serta mendatangkan rasa malu yang sangat > besar akhir-akhir ini menyeruak dari kampuang kita Minangkabau, khususnya > Piaman, bahwa telah terjadi perbuatan yang sangat melanggar norma-norma > Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK), berupa > pertunjukan orgen tunggal pada acara-acara baralek (pesta pernikahan - red) > di rumah-rumah yang melibatkan perbuatan tercela seperti: > > 1. Pertunjukan berlangsung sampai pagi menjelang adzan shalat subuh; > 2. Dalam pertunjukan orgen tunggal, terdapat artis yang berpakaian > setengah telanjang, tidak senonoh dan jauh dari pakaian muslimah; > 3. Pertunjukan ditonton tidak saja oleh anak-anak generasi muda, namun > juga sebagian orang tua- tua ikut larut dengan maksiat tersebut; > 4. Pertunjukan juga disertai dengan beredarnya minum-minuman keras > beralkohol, yang dapat memabukkan serta menghilangkan kesadaran; > 5. Adanya indikasi bahwa acara tersebut didanai oleh parantau yang > bapitih (sukses - red) untuk memenuhi hasrat duniawi anak-anak muda > yang masih labil aqidahnya; > 6. Adanya indikasi acara di-backing oleh pihak pihak tertentu yang > punya > kekuatan pengaruh maupun dana. > > Maka, setelah kami di rantau melakukan pertemuan dengan seluruh komponen > tokoh-tokoh parantau, menghimbau, mari kita semua menyelamatkan kampung > kita dari ancaman degradasi moral. Ancaman hancurnya generasi muda sebagai > tulang punggung nagari kita ke depan. > > Ancaman hukuman dan laknat dari Allah SWT yang dapat saja datang dengan > tiba-tiba berupa bencana besar sebagai balasan kepada kita semua yang > melalaikan perintah Allah untuk menjauhi perbuatan perbuatan maksiat > seperti di atas tersebut. > > Dampak logis dan nyata yang akan terjadi dari pembiaran kejadian orgen > tunggal porno ini adalah: > > 1. Habisnya waktu berguna kita karena tersita oleh pertunjukan yang > berlangsung sampai pagi, sehingga kegiatan produktif besok paginya > akan hilang; > 2. Terkurasnya uang secara percuma dan mudarat akibat pembayaran > jasa organ dan artis yang sampai larut malam, serta terkurasnya > dana > untuk membeli minuman-minuman keras yang mengalir ke produsen > minuman tersebut yang notabene memperkaya orang-orang yang > menghacurkan muslim; > 3. Setelah mabuk akibat pengaruh minuman keras, maka sangat rentan > terjadi keributan serta tindakan tindakan radikal yang tentunya > bisa > memecah-belah persaudaraan antara anak-kemenakan di kampung; > 4. Setelah mabuk akibat pengaruh minuman keras, maka sangat > dimungkinkan terjadi perbuatan perbuatan tidak senonoh antara kaum > pria dan wanita, yang tentunya menjadi ancaman serius bagi kesucian > generasi muda serta pelanggaran aqidah Islam dengan serius; > 5. Rangkaian kejadian di atas sudah pasti pula akan menghancurkan > nama baik keluarga, nama baik suku, kampung, nagari dan > Minangkabau seperti yang saat ini terjadi, di mana telah beredar ke > seantero dunia tentang maksiat yang terjadi di kampuang kita, dan > mendapatkan hujatan dari orang orang yang mengetahuinya. > > Sebagai putra-puteri yang dilahirkan dan dibesarkan di IV Koto Aur > Malintang, kami tidak dapat membiarkan bencana ini terus terjadi. Bencana > yang secara lambat namun pasti akan menghancurkan generasi muda serta akan > mendatangkan hukuman musibah dari Allah SWT. > > Oleh karena itu, dengan penuh ketulusan hati serta ketegasan yang amat > sangat, maka kami minta agar semua pemangku kepentingan di IV Koto Aur > Malintang, kampung yang kita cintai bersama untuk segera mengambil langkah > langkah penyelamatan serta tindakan- tindakan nyata dengan menegakkan > aturan Perda (peraturan Daerah - red) tentang Orgen Tunggal, serta aturan > Islam sebagai agama kita satu-satunya yang kita amalkan untuk bertindak > sebagai berikut: > > 1. Pertunjukan orgen tunggal hanya dibatasi sampai jam 12 malam saja > (maksimum tanpa toleransi) sesuai dengan Perda Kabupaten Padang > Pariaman; > 2. Pakaian pemain dan penyanyi orgen �harus� sopan dan menutup aurat > sesuai dengan standar pakaian muslimin dan muslimah; > 3. Joget dan goyangan para penyanyi tidak boleh mengarah pada gerakan > porno serta lagu-lagu yang dibawakan juga baik sesuai dengan > falsafah > ABS-SBK; > 4. Hentikan segera bila terjadi acara melewati batas jam 12 malam, > dengan tegas dan dengan segala cara; > 5. Hentikan dan usir bersama-sama bila ada pihak pihak luar yang > mencoba untuk meneruskan acara dan merusak tatanan ABS-SBK; > 6. Laporkan kepada pihak berwajib (kepolisian dan aparat lain) bila ada > pihak-pihak yang menentang aturan yang dibuat ini; > 7. Bahas dan tetapkan aturan pertunjukan orgen tunggal ini mulai dari > persiapan acara baralek (rapek pusako, rapek panitia dan rapek > nagari). Tegaskan berkali-kali bahwa tidak dibenarkan adanya > pertunjukan orgen tunggal yang melewati jam 12 malam dan tidak > dibenarkan menggunakan artis porno, dilarang keras menyediakan / > membiarkan adanya minuman keras serta tidak dibenarkan > mengundang pihak pihak luar yang menjadi sumber perbuatan tercela > ini; > 8. Biasakan penggunaan kesenian kesenian Minang sebagai alternatif > seperti Saluang, Rabab, Gamaik, Randai, Silek, Kasidah serta > kesenian Minangkabau lain yang tidak kalah bagus dan menghiburnya > dibandingkan dengan orgen tunggal; > 9. Sampaikan / laporkan kepada kami di rantau, bila ada pihak pihak > yang tidak mendukung gerakan kita ini, baik melalui telepon, SMS > atau media lainnya. > > Kami di rantau bertekad bulat untuk meminta siapapun pihak perantau untuk > mematuhi ketentuan di atas bila ingin melangsungkan baralek di kampuang. > Kami di rantaupun sudah bersepakat untuk memberikan sangsi sosial yang > berat kepada siapapun pihak parantau yang tidak mematuhi ketentuan tersebut > di atas. > > Oleh karena itu, kami juga meminta semua pihak di kampung, mulai dari > Camat, Walinagari, Niniak-Mamak, Alim-Ulama, Pemuda/Pemudi, organisasi > serta khususnya Masyarakat IV Koto Aur Malintang untuk dengan > sesadar-sadarnya berkomitmen untuk melaksanakan himbauan di atas; untuk > dengan tegas-tegas memberantas segala bentuk penyakit masyarakat dalam > bentuk lain; demi untuk menjadikan nagari dan daerah kita terbebas dari > Azab Allah SWT; demi menyelamatkan generasi muda kita yang menjadi > tulang-punggung pembangunan kampung serta demi terjalinnya hubungan kita > masyarakat kampung dengan para perantau di manapun berada. > > Akhirnya, dengan memohon keselamatan kepada Allah SWT, mari kita > bersama-sama "ka mudiak sahantak galah ka hilia sarangkuah dayuang, sakato > lahia dengan batin sesuai muluik dengan hati" memberantas segala bentuk > maksiat di kampuang kita. > > Gerakan kita ini semata-mata hanya demi kebaikan dan terhindar dari > hukuman, baik di dunia maupun akhirat. Semoga niat baik kita ini akan > menjadi amal ibadah di dunia yang menjadi salah satu penyelamat kita di > hari kemudian. > > Wasaalamualaikum Wr Wb. > > Jakarta, 20 Desember 2011 > Perwakilan Parantau IV Koto Aur Malintang > > H Azwar Wahid (H Sagi) > > *Dilaporkan : zakirman tanjung* > -- Sent from my mobile device Wassalaamu'alaikum Dutamardin Umar (aka. Ajo Duta), suku Mandahiliang, lahir 17 Agustus 1947. nagari Gasan Gadang, Kab. Pariaman. rantau Deli, Jakarta, kini Sterling, Virginia-USA ------------------------------------------------------------ -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1 - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
