Minta Pemerintah tidak Mengkhianati Sejarah

 Padang Ekspres • Berita Pemerintahan • Selasa, 10/01/2012 13:47 WIB •
Fajar Rillah vesky—Halaban

[image: PUSAT PDRI: Tokoh masyarakat Nagari Halaban, menunjukkan tempat
PDRI dideklarasi]

*Nagari *Halaban dikenal sebagai tempat pertama kali pahlawan nasional Mr
Syafruddin Prawiranegara, mendeklarasikan PDRI  untuk menyelamatkan Bhineka
Tunggal Eka  dari cengkraman agresor Belanda. Sayang, sejarah di negeri ini
sering dihidangkan seenak perut penguasa. Akibatnya, Halaban lebih kerap
dilupakan ketimbang sekedar dikenang.



*BOLA *mata Rasawin berkaca-kaca. Dihubungi Padang Ekspres 17 Desember
2009, bekas anggota BPNK Halaban itu nampak bangga bercampur gundah.
Rasawin bangga karena pemerintah mulai mengakui keberadaan Pemerintahan
Darurat Republik Indonesia (PDRI), menyusul terbitnya Keputusan Presiden
Nomor 26 tahun 2006 tentang Hari Bela Negara.


Dengan adanya keputusan yang diteken Presiden Susilo Bambang Yudhoyono
tersebut, otomatis sejarah panjang PDRI di Sumatera Tengah dari 1948 sampai
1949, sudah diakui pemerintah. Bahkan belakangan, pemerintah juga
menetapkan tokoh PDRI seperti Mr Syafruddin Prawiranegara dan Buya Hamka,
sebagai pahlawan nasional.


Hanya saja, di balik kebanggaan terhadap pengakuan pemerintah tersebut,
Rasawin dan pejuang PDRI yang berada di Nagari Halaban, Kecamatan Lareh
Sago Halaban, Kabupaten Limapuluh Kota, sesungguhnya menaruh gundah gelana.
Ya, mereka sungguh-sungguh cemas. Bagaimana tidak?


Mereka tahu, bahwa PDRI itu dilahirkan di Nagari Halaban. Walau banyak
pihak mengatakan, bahwa embrio PDRI sudah ada sejak Kota Bukittinggi
diserang Belanda sekitar 18 atau 9 Desember 1948, namun fakta sejarah tidak
bisa didustai. Mr Syafruddin Prawiranegara, mendeklarasikan PDRI
pertamakalinya di Nagari Halaban, 22 Desember 1948.


Sejarawan dari Universitas Negeri Padang Prof DR Mestika Zed membenarkan
hal tersebut. ”PDRI memang dideklarasikan dari Nagari Halaban. Di Halaban
pula, kabinet PDRI diumumkan pertamakali oleh Mr Syafruddin Prawiranegara.
Setelah itu, baru perjuangan PDRI berlangsung mobile (berjalan),” ujar
putra asli Koto Tangah Batu Hampar, Kabupaten Limapuluh Kota ini.


Menurut Rasawin, PDRI pertamakali dideklarasikan di kawasan Tadah Nagari
Halaban atau bukan di Paraklubang maupun Tegalrejo, sebagaimana ditulis
dalam buku-buku sejarah. ”Di kawasan Tadah itu dulu ada surau dan dangau
yang dihuni oleh warga bernama Yaya. Makanya, tempat itu dinamai Dangau
Yaya. Di sanalah, PDRI lahir,” ujar bekas Wali Nagari Halaban ini.


Atas petunjuk Rasawin dibantu mantan Wali Nagari Halaban Masrizal Said,
Padang Ekspres sempat mengunjungi kawasan yang dinamai Dangau Yaya
tersebut. Waktu itu, tanda-tanda adanya surau atau dangau tempat deklarasi
PDRI, memang masih telihat. Tapi waktu itu yang ada hanya sekadar pondasi
atau bekas perumahan.


Makanya, agar sejarah tidak semakin kabur dan bisa diwarisi dengan benar
kepada generasi mendatang. Warga di Halaban berharap betul kepada
pemerintah, agar dapat membangun monumen ataupun tugu yang berkaitan dengan
PDRI di Dangau Yaya. Harapan serupa saat itu juga disampaikan bekas ketua
YPP-PDRI mendiang Thamrin Manan dan Ferizal Ridwan.


Hanya saja, sampai sekarang, harapan warga masih seperti menggantang asap
dan mengukir langit. Pada Desember 2010 lalu, Kementerian Pertahanan
Keamanan yang menggelar seminar ‘Gerakan Nasional Bela Negara dan Monumen
Nasional Bela Negara’ di Jakarta, pernah berniat membangun Monumen Bela
Negara. Niat tersebut akhirnya menjadi bahan debat cukup hangat. Ini
terjadi karena adanya perbedaan pendapat antara mantan Danpuspom ABRI
Mayjend Purn Djasri Marin yang ingin monumen dibangun di Halaban, dengan
Wawako Harma Zaldi yang meminta monumen dibangun di Bukittinggi.


Beruntung, Wagub Sumbar Muslim Kasim,yang ikut tampil sebagai pembicara
berupaya menjadi penengah. Muslim mengatakan, rencana pembangunan monumen
perlu dirembukkan kembali dengan pemerintah kabupaten/kota di Sumbar yang
wilayahnya pernah menjadi basis PDRI 1948-1949.


Sekitar 6 bulan kemudian, Gubernur Sumbar Irwan Prayitno menerbitkan
Keputusan Gubernur Sumatera Barat Nomor 450-320-2011 tentang Penetapan
Lokasi Pembangunan Monumen Bela Negara. Keputusan Gubernur Sumbar
bertanggal 6 Juni 2011 itu menetapkan dua poin penting.


Point pertama, lokasi pembangunan Monumen Bela Negara diputuskan di Nagari
Kototinggi, Kecamatan Gunuang Omeh, Kabupaten Limapuluh Kota. Point kedua,
lokasi pembangunan Tugu Bela Negara di Halaban Kabupaten Limapuluh Kota,
Kota Bukittinggi dan Kabupaten Solok Selatan.


Walau dalam surat keputusan gubernur tersebut dinyatakan, bahwa Halaban
menjadi lokasi pembangunan tugu atau belum lokasi pembangunan monumen,
namun warga Halaban tidak marah. Mereka tetap berjiwa besar dan meyakini,
bahwa perjuangan PDRI adalah perjuangan yang bergerak dari satu daerah ke
daerah lain di Sumatera Tengah.


Kendati demikian, warga Halaban tetap mendesak pemerintah, segera
merealisir rencana pembangunan Tugu Bela Negara. ”Warga sudah lama berharap
pembangunan tugu bela negara, guna mewariskan nilai-nilai bela negara
kepada generasi muda. Jadi kami mohon pemerintah merealisasikannya,” ujar
Wali Nagari Halaban, Hamdan, akhir Desember 2011 lalu. *(***)*



[ Red/Redaksi_ILS ]

http://padangekspres.co.id/?news=berita&id=20954

-- 
Wassalam
Nofend | L-35 | CKRG

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke