Lihat: 
http://hariansinggalang.co.id/pelakunya-cpns-di-dharmasraya-ateis-minang-terbongkar/
 
PELAKUNYA CPNS DI DHARMASRAYA Ateis Minang Terbongkar
Tanggal 19 January 2012 
DHARMASRAYA –  SINGGALANG Akun Facebook Ateis Minang yang menghebohkan sejak 
beberapa tahun terakhir, ternyata dibuat seorang anak muda di Dharmasraya. 
Namanya Alexander Aan (30), oknum CPNS di kantor Bappeda kabupaten itu.
Syafri Piliang/Anif
“Memang saya tidak mengakui adanya Tuhan, bahkan pemikiran itu telah muncul 
sejak baru duduk di bangku Sekolah Dasar (SD),” katanya kepada Singgalang di 
Polsek Pulau Punjung, Rabu (18/1)
Dalam akun facebooknya, antara lain ia menulis akunnya itu untuk : Urang Minang 
nan indak picayo ka tuhan, malaikat, setan, jin, antu balau, sarugo jo narako, 
sarato mitos-mitos apapun juga.
Jika dibuka akunnya, dari huruf awal sampai akhir menghinadinakan Islam, Allah, 
Alquran, Nabi Muhammad SAW serta kampung halamannya sendiri, Minangkabau. Ia 
juga menghina agama lain.
Aan yang dikabarkan berasal dari Kota Padang itu, pada Rabu kemarin diamankan 
di Mapolsek Pulau Punjung, karena sudah diketahui sebagai pemilik akun yang 
menghebohkan itu.
Masyarakat serta pengawai negeri sipil (PNS) yang berada di lingkungan 
Kabupaten Dharmasraya dibuat gempar oleh ulah anak muda ini. Bahkan Indonesia.
Ia CPNS di kantor Bapeda Dharmasraya. Ia terus terang mengakui seorang atheis 
(ateis), yaitu paham yang tidak mengakui adanya Tuhan. Paham ini dianut kaum 
komunis.
Terbongkar
Sejauh ini akun facebooknya disukai 1.203 orang dan disukai 125 orang. Akun itu 
telah dibuatnya sejak lama namun baru sekarang terungkap oleh salah seorang 
mantan pegawai Bappeda Dharmasraya, Hendri serta beberapa orang lainnya.
Karena kelihaian anak-anak tersebut bermain facebook serta menggali informasi 
keberadaan Aan, maka diketahuilah posisi serta pekerjaan Aan tersebut. Tidak 
pikir panjang anak nagari langsung menyampaikan kepada orang tua, serta pemuka 
masyarakat setempat.
Mendapat laporan, masyarakat langsung mengambil tindakan, menjemput Aan ke 
kantor Bappeda dan digelandang ke Mapolsek Pulau Punjung.
Dari pengakuan alumni salah satu perguruan tinggi ternama di Padang itu, memang 
tidak mengakui adanya Tuhan. Bukan sekarang saja, tapi sudah sejak SD.
Anak pasangan “A” dan “N” ini mengakui, lebih mendalami pemahaman terhadap 
ajaran atheisme sejak 2008 sampai sekarang.
Bahkan Aan menjawab ia tidak mengakui adanya Tuhan. “Kalau memang ada Tuhan, 
mengapa ada kejahatan, kemiskinan. Saya tak percaya surga serta neraka. Oleh 
sebab itu, sudah merupakan premis saya Tuhan itu tidak ada, pasalnya pisik bisa 
mati, dan pikiran tidak bisa dihilangkan,” kata dia.
Bahkan ia juga mengaku tidak pernah mengajak teman-temannya bergabung dalam 
ajaran atheisme, tapi yang setuju dalam jejaringan sosial ateisme sudah 
mencapai 1.203 orang.
Selanjutnya ia juga menyebutkan, ada orang Minang yang tergabung dalam ajaran 
ateisme, yang disingkat ATMIN (Ateisme Minang).
Dalam akunnya juga ada link Ateis Minang Maimbau dan Ikatan Mahasiswa Minang 
Ateis.
Ketua Mejelis Ulama Indonesia (MUI) Dharmasraya H. Aminullah Salam, mengutuk 
perilaku orang-orang yang tidak mengakui adanya Tuhan, bahkan mereka itu tidak 
berhak tinggal di negara ini. Mereka telah melanggar Sila Pertama Pancasila.
Hal ini juga telah ditegaskan dalam Alquran, yang artinya ‘Barang siapa tidak 
mengakui Allah sebagai Tuhannya, carilah bumi lain tempat berpijak.’
“Untuk saat ini kita serahkan kepada pihak berwajib untuk memproses lebih 
lanjut,” katanya.
Plt. Sekdakab Dharmasraya Martoni, ketika ditanya Singgalang saat itu 
menyebutkan, semuanya diserahkan kepada penegak hukum.
Kepala Bappeda Dharmasraya Adlisman atasan Alexander Aan, menyebutkan dirinya 
tidak mengetahui pemahaman sesat yang dilakukan bawahannya itu. Sejauh ini, 
keseharian dari warga Padang itu, tidak ada yang mencurigakan. Malahan di 
kantor anak itu sangat rajin, namun agak pendiam.
Kapolres Dharmasraya melalui Kapolsek Pulau Punjung AKP Nofrial, membenarkan 
adanya seorang oknum CPNS Dharmasraya untuk diamankan terkait dengan resahnya 
masyarakat setempat. Sementara, dilakukan proses terhadap dirinya dan akan 
dilanjutkan dengan pemeriksaan psikologi anak tersebut.
Tadi malam, akun facebook Ateis Minang masih bisa diakses. Isinya berbagai caci 
maki. (*)

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke