Angku Aslim Nurhasan St Sati sarato Sanak Sa Palanta Nan Ambo hormati Alhamdulillah jika artikel Kompas mengenai Dr Hiltrud Cordes, Peneliti dan Pengapresiasi "Silek", yang berhulu kepada kebudayaan Minangkabau, nan ambo copas ka Palanta dirasakan bermanfaat.
Akan tetapi lebih daripada itu, melalui artikel tanggal 14 Januari 2012di harian Kompas yang tentunya memiliki cukup banyak pembaca di Sumatra Barat diharapkan dapat lebih mendorong generasi muda Minang untuk lebih bergairah mempelajari seni bela diri yang bersumber dari akar budayanya sendiri, bukan dari budaya China, Jepang atau Korea. Kita juga perlu memberikan apresiasi para peneliti seperti Dr Cordes yang memperkenalkan Indonesia di Jerman melalui Minangkabau, bahwa Indonesia tidak hanya Jawa dan Bali. Apresiasi juga patut kita berikan kepada peneliti- peneliti seperti peneliti songket asal Swiss Bernhard Bart, (Kompas 1 Agustus 2010), yang menyebutkan, dari hasil penelitiannya selama 10 tahun di sejumlah negara dan kota-kota penghasil songket di Indonesia, songket Minang merupakan yang terhalus dan sangat kaya dengan motif-motif bermakna simbolik dan filosofis. "Kalau kita cermati produk-produk budaya Minangkabau yang dihasilkan sekitar 100 tahun lalu, seperti hasil kerajinan songket, memang memperlihatkan Minangkabau memiliki kualitas yang patut dibanggakan. Minangkabau pernah mencapai suatu fase perkembangan yang mampu menciptakan karya budaya yang kualitasnya melewati zaman penciptaannya," lanjut Bernhard Bart. Ada kalanya kita perlu melihat wajah kita dari kaca mata orang lain, karena rumput tetangga selalu tampak lebih hijau, pada hal rumput di kebun sendiri tidak kalah bagusnya: benihnya pilihan, tanahnya subur tinggal kita rawat dan kita lestarikan. Tetapi kenapa harus Cordes, kenapa harus Bernhard Bart, kenapa harus peneliti asing? Tentu bukan karena mereka manusia-manusia super, tetapi orang-orang itu kalau melakukan penelitian mereka lakukan dengan sungguh-sungguh, mereka punya otoritas keilmuan. Berbeda dengan sebagian peneliti kita yang lebih suka berasyik maksyuk bersilogisme ria di atas menara gading tanpa mau menaruh kuping di tanah, melakukan validasi atas kesimpulan atau gagasan-gagasan yang dilontarkan; melalui pengamatan terhadap fakta-fakta empris, sehingga sering terjebak kepada "Kekeliruan Aristotles" Seperti diketahui, berdasarkan deduksi yang dilakukannya, Aristotles bersikeras bahwa jumlah gigi perempuan dua buah lebih sedikit daripada jumlah gigi laki, tanpa pernah mencoba untuk menguji pendapatnya dengan mengamati mulut isterinya. Wallahualam bissawab Wassalam, HDB St Bandaro Kayo (L, 68+), asal Padangpanjang, tinggal di Depok Alam Takambang Jadi Guru From: ASLIM NURHASAN [mailto:[email protected]] Sent: Tuesday, January 17, 2012 1:05 PM To: Milis M-RantauNet G; HDB ST Bandaro Kayo Subject: Re: [R@ntau-Net] Dr Hiltrud Cordes, Peneliti "Silek" Minangkabau Tks banyak info nan sangaik bagunoko Bapak HBD ST Bandaro Kayo (mohon maaf kalau salah); mhn izin, ambo lewakan pulo di FB dll; Mudah2an makin banyak Anak Nagari Minangkabau nan baraja Silek; Sabantako, Ambo baru sajo dapek pertanyaan dari sorang Anak Mudo di Padang: "Hafiz nio batanyo pak, dima tampek baraja silek harimau di kota padang? Yang ado di website cuma di jakarta. Lah dicubo caliak ka gor agus salim padang, yang ado tampak silek IPSI. Mohon informasinyo pak." Salam Ta'zim; Aslim Nurhasan ST SATI | [email protected] 22BC124D | +62811918886 | www.haragreen.co.id _____ From: "Darwin Bahar" <[email protected]> Subject: [R@ntau-Net] Dr Hiltrud Cordes, Peneliti "Silek" Minangkabau Hiltrud Cordes, Penyambung Indonesia di Eropa Kompas, Sabtu, 12 Januari 2012 http://cetak.kompas.com/read/2012/01/14/02105227/penyambung.indonesia.di.ero pa -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1 - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
