(Copas dari sebuah tulisan di Apa Kabar Forum "The Three Musketeers" atawa
"Tiga Padang Gila di Internet" tanggal 11 Juli 2009 dengan beberapa koreksi
kecil))

http://www.superkoran.info/forums/viewtopic.php?f=1&t=52542

Postby Darwin Bahar > Sat Jul 11, 2009 3:49 am

Para penggila internet di akhir sembilanpuluhan dan awal 2000-an, tentulah
tidak ada yang tidak kenal dengan "The Three Musketeers", alias "Tiga Padang
Gila di Internet", yaitu Habe si Proletar, berikutnya Angku kita---siapa
lagi kalau bukan---Jusfiq Hadjar St Maradjo Lelo yang berlakangan ini sudah
mengaku jadi "Utusan Allah" pula, dan Edizal.

Berbeda dengan "Angku Utusan Allah", yang penaik darah dan suka
menyumpah-nyumpah, Habe adalah "Malin Kundang" yang jenaka, hangat dan
prosais yang hebat.

"Jangan sekali-kali mendiskusikan jengkol tanpa melibatkan saya!" sergah
Habe, ketika saya menulis mengenai gulai jarieng alias gulai jengkol di
Proletar,.

Para Apakabarian mungkin masih ingat Cerpen siber saya yang cukup "sukses":
"Balada si Samsu". Cerber tersebut awalnya saya buat asal tulis di Proletar
dengan judul "Balada si Hasan Basri", tentu saja untuk meledek si Habe. Habe
marah,? Tentu  saja tidak. Alihalih, dia membalasnya dengan mebuat cerpen
konyol yang pemeran utamanya bernama Darwin Bahar" :).

"Oi Habe, mati lah waang (Oi Habe, mampus lah kamu)!" tulis saya suatu
ketika meledek dia. Habe cuek saja. Jika itu saya lakukan kepada Si Angku,
kalau saya akan membuka internet lagi, saya harus siap-siap sapu tangan
untuk melindungi muka saya dari semburan :)).

Yang saya agak surprised, Habe ternyata mengikuti "Catatan Perjalanan Haji"
saya yang selain saya kirim ke Apa Kabar juga saya kirimkan ke beberapa
milis termasuk Proletar.

"Hi pal, saya kira you masih 35 tahun," komentarnya setelah membaca catatan
saya yang berjudul "Selamat Tinggal Madinah, Kota Nabi"

"Ya, dari ikat pinggang ke bawah," jawab saya.

Habe di tahun awal Apa Kabar sering juga nongol, terakhir saya melihatnya
kalau tidak salah 3 tahun yang lalu.

Edizal si "Malin Kundang" yang satu lagi, sebelum 2005 agak sering juga
nonggol di Apa Kabar, dan dua atau tiga tulisannya pernah dimuat Elceem di
bulan-bulan pertama "Superkoran". Tetapi setelah saya---yang kebetulan
ketika itu sedang memoderasi Apa Kabar---menolak 2 postingnya yang
memberikan afirmasi terhadap posting Muskitawati yang beberapa bulan
sebelumnya diban di Apa Kabar, dia tidak pernah lagi mengirim tulisan ke
Apakabar.

Edizal juga pendiri dan owner milis Minangnet alias milis Proletarnya orang
Minang.

Perlu juga saya tambahkan di sini, selain Proletarnya orang Minang,
Minangnet juga sering menerima crossposting dari Apa Kabar, oleh siapa?

Tahu sama tahu lah awak.

Crossposting adalah pelanggaran berat, yang sudah berkali-kali diperingatkan
oleh Elceem agar tidak dilakukan oleh Apakabarian dengan ancaman pembanan.

Elceem bukan Elceem kalau tidak melaksanakan apa yang dia omongin.

Hal ini perlu diketahui oleh segenap Apakabarian menjelang akan ditutupnya
Apa Kabar Yahoo.

Wassalam, Darwin

[*] dari sebuah thread di Milis Apakabar, tidak lama setelah si Angku diban
untuk kelima kalinya :), sekaligus yang terakhir dari Milis Apakabar.

Sebagai tambahan, seorang peneliti berdarah Minang yang bekerja di Leiden,
Minggu 6/7/09 yang lalu, menulis tentang si Angku kita ini di Milis orang
kampung saya Rantaunet sebagai berikut.

"Sekali, di suatu pagi yang sejuk di Leiden, saya sempat berpapasan dengan
Pak Jusfiq ini yang sedang lari pagi dengan agak tertatih2 menelusi pinggir
kanal Rapenburg Leiden dimana di salah satu gedung tua Snouck Hurgronje
pernah berkantor. Saya membatin: orang lembut dan sudah agak rapuh itu
ternyata punya semangat yang menyala2 dalam dirinya. Ah.....manusia memang
penuh rahasia. Samapi sekarang baru sekali itu saya melihat Pak Jusfiq di
ruang publik, padahal saya sudah tinggal di Leiden ini sejak 1998. Kota
Leiden ini kecil sekali, berpenduduk tak lebih dari 200.000 jiwa. Orang2
yang kita kenal sering ketemu lagi di jalan, di taman, di pasar, atau di
stasiun kereta/bis. Tapi saya hapir tak pernah pagi melihat Pak Jusfiq.
Mungkin benar bahwa beliau adalah manusia kabin yang 'kesepian'."

 

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke