Rp30 Miliar/ Km, Bangun Tol Padang-Pekanbaru
Pembangunan rencananya dilakukan dua tahap: Padang-Bukittinggi dan 
Bukittinggi-Pekanbaru. 



pembukaan jalan tol 

Pipiet Tri Noorastuti ,  | Senin, 30 Januari 2012, 19:22 WIB 

VIVAnews - Rencana pembangunan jalan tol menghubungkan Padang dan Riau masih 
menunggu hasil kajian administrasi yang ditargetkan rampung akhir 2012. Jika 
lancar, kajian investasi jalan tol sepanjang 201 kilometer ini akan dilakukan 
tahun berikutnya.

Menurut Kepala Dinas Prasarana Jalan dan Tarkim Sumatera Barat, Suprapto, 
realisasi pembangunan jalan tol ini dilakukan bertahap. “Tahap pertama Padang 
menuju Bukittinggi sepanjang 54 kilometer. Bila menguntungkan, sisanya 
(Bukittinggi-Pekanbaru) tahap berikutnya,” ujarnya, Senin, 30 Januari 2012.

Bila secara investasi dinilai menguntungkan, dalam dua hingga tiga tahun ke 
depan pembangunan jalan bebas hambatan ini akan dimulai. Hitung-hitungan 
investasi, mega proyek ini menelan biaya Rp1,6 triliun untuk tahap pertama.

“Secara konstruksi, hitung-hitungannya kan jelas, Rp30 miliar per kilometer, 
karena Sumbar daerahnya berbukit, bisa jadi lebih dari itu nilainya,” kata 
Suprapto. 

Angka tersebut, belum termasuk nilai pembebasan lahan pembangunan jalur 
tersebut yang angkanya masih dalam perdebatan. Jika kajian administrasi dan 
kajian investasinya berjalan mulus, PT Jasa Marga akan mengoperasikan jalur ini 
bekerja sama dengan pemerintah daerah di Sumbar.

Ia mengakui, realisasi pembangunan jalan alternatif ini masih memerlukan banyak 
pembanding agar tidak merugi. Mitos jalan tol akan menangguk untung jika 
dihubungkan dengan Jakarta menjadi salah satu catatan untuk merealisasikan 
proyek ini.

Pergerakan kendaraan menjadi titik tolak untuk mengoperasikan jalan bebas 
hambatan. “Catatannya memang begitu, pengoperasian jalan tol yang untung itu 
bila terhubung dengan Jakarta, di luar itu tidak ada yang untung walaupun tidak 
merugi,” katanya. 

Menurut catatan Dinas Prasjal Tarkim Sumbar, diprediksi sekitar 2.000 kendaraan 
melintasi jalur Padang menuju Pekanbaru melewati Bukittinggi. Angka ini di luar 
jumlah pergerakan orang dan barang yang melintasi jalur tersebut pada setiap 
tahunnya.

Rencana pembangunan jalan bebas hambatan dari Padang menuju Pekanbaru sudah 
disodorkan sejak 2008, lewat gagasan gubernur. Pemerintah pusat menanggapi 
rencana tersebut tahun ini. Menteri Negara BUMN Dahlan Iskan rencananya akan 
bertemu langsung dengan Gubernur Sumbar, pekan ini.

Sejauh ini, sejumlah alternatif jalur sedang dikaji untuk jalur bebas hambatan 
tersebut. “Bisa jadi membangun jalan baru atau menggunakan jalur yang telah 
ada, ini perlu pengkajian lebih dalam,” kata Suprapto.

© VIVAnews




Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke