Tu namonyo DPD "TAKICUAH TAGAK"! Istilah TT hanyo ado di lingkungan urang MK. Tanyato untuak tingkek nasional masih mangkuih walaupun Ketua DPD-nyo urang awak.
Salam, ZulTan, L, 51, Bogor Sent from my iPad 2 On 28 Jan 2012, at 12:01, "Nofend St. Mudo" <[email protected]> wrote: > Tanggal 28 January 2012 > Guswandi & Ery Satria > > JAKARTA – SINGGALANG Anggota DPRD Sumbar membuat masalah. Para wakil > rakyat itu hendak menemui pimpinan DPD di Jakarta. Setelah ditunggu, > mereka tak datang. Pimpinan DPD kesal bukan kepalang. > > Ke depan, DPD akan menyeleksi dulu orang yang mau bertamu. Akan > ditanyakan keseriusan, atau sekadar main-main. > Mereka yang berulah, sebanyak 20 anggota dan pimpinan DPRD Sumbar. > Dari jumlah sebanyak itu terdapat Sekretaris Dewan, 3 Kepala Dinas dan > pimpinan beserta anggota dewan. Mereka ramai-ramai berangkat dari > Padang tujuan Jakarta. Maksud kunjungan, menemui pimpinan DPD. Namun, > dari 20 anggota rombongan, hanya dua saja yang siap ke DPD. Anggota > lain, tak jelas apa alasannya, hingga tak mau mengikuti rangkaian yang > sudah dirancang dari Padang. > Kunjungan ke DPD itu, sedianya dijadwalkan Jumat (27/1) pagi. Namun, > tanpa alasan yang jelas, tim yang dipimpin Ketua DPRD Sumbar, > Yulteknil itu membatalkan secara sepihak dan hanya beberapa saat > menjelang pertemuan. Akibatnya, beberapa pimpinan DPD meradang dan > menunjukkan wajah kecewa. > Mereka telah bersedia menyambut kedatangan DPRD Sumbar. Bahkan, ada di > antara anggota DPD yang membatalkan acara di tempat lain demi bertemu > para wakil rakyat yang terhormat dari Sumbar itu. DPD merasa > dipermalukan. > > Dari informasi yang dihimpun Singgalang di DPD, komplek gedung > MPR/DPR, rombongan yang berjumlah 20 orang itu rencananya bertemu > dengan DPD, sekitar pukul 09.00 WIB, kemarin. Permintaan pertemuan > disampaikan secara resmi oleh DPRD Sumbar melalui surat dengan nomor > 094/082/persid-2012. Surat itu ditandatangani Ketua DPRD Yulteknil > pada 24 Januari 2012. > Parahnya lagi, pembatalan pertemuan baru dilakukan saat unsur pimpinan > dan anggota DPD sudah berada di ruang rapat dan menunggu kedatangan > DPRD Sumbar. > Rencananya anggota DPRD disambut Ketua DPD, Irman Gusman. Namun karena Irman > masih berada di luar kota, maka diwakilkan kepada unsur pimpinan lain. > Padahal, dari surat DPRD itu, topik yang akan dibahas sangat penting > bagi masyarakat Sumbar, yakni menyangkut penanggulangan abrasi, > penanggulangan bencana alam di Pesisir Selatan dan Pasaman Barat. > Tidak itu saja, pertemuan ini rencananya juga membahas Pelabuhan Teluk > Bayur dan pembangunan jalur evakuasi bencana alam. > > Besar kemungkinan, dengan mangkirnya angota dan pimpinan DPRD Sumbar, > akan membuat kepercayaan pemerintah di pusat luntur. Akibat perbuatan > itu, Sumbar jadi sorotan nasional. > Saat dikonfirmasi kepada Ketua Komisi III DPRD, Nurnas yang rencananya > hadir, dia mengatakan memang akan menghadiri pertemuan itu. Tapi, > beberapa saat sebelum pertemuan, ia mengaku hanya ada dua anggota DPRD > yang siap untuk datang ke Senayan. “Saya bersiap mau berangkat, tapi > setelah dikonfirmasi baru dua orang yang siap. Tidak mungkin kami > datang ke sana hanya berdua,” kata Nurnas kepada Singgalang. > Menurut Nurnas, pihaknya meminta pertemuan diundur. Dia meminta maaf > kepada seorang anggota DPD. Sedangkan untuk menyampaikan permintaan > maaf secara resmi, Nurnas harus bertemu dengan pimpinan dan anggota > DPRD lainnya. > Lain halnya pengakuan Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan > Informasi Sumbar, Akmal, meski namanya tercantum dalam rombongan yang > akan hadir, ia mewakilkan kepada stafnya. “Saya ada urusan di > Kementerian Keuangan, pertemuan itu ada yang mewakili,” jelasnya. > Ketua Komite I DPD, Dani Anwar kesal dengan anggota dan pimpinan DPRD > Sumbar. Dia mengatakan DPD merupakan lembaga negara, tidak selayaknya > mendapat perlakuan seperti itu. > Dia menyebutkan, seharusnya DPD lebih selektif menerima tamu, apakah > benar-benar atau sekedar main-main. > > Belum tahu > Ketua DPRD Sumbar, Yulteknil yang dihubungi Singgalang tadi malam > mengaku belum tahu persoalan itu. Walau demikian, ia membenarkan telah > menandatangani surat permintaan bertemu dengan DPD tersebut. > Semula dia memang akan ikut dalam rombongan, namun lantaran unsur > pimpinan sedang kosong di kantornya, maka ia memutuskan tidak ikut. > “Saya sangat menyayangkan peristiwa ini,” katanya. > > Walau demikian, ia akan tetap meminta pertanggungjawaban dari pimpinan > rombongan yang berangkat ke Jakarta. “Jujur saja, kalau tidak > diberitahu, saya tidak tahu masalah ini,” katanya. (*) > > http://hariansinggalang.co.id/berulah-di-jakarta-dprd-sumbar-permalukan-dpd/ > -- > Wassalam > Nofend | L-35 | CKRG > > -- > . > * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain > wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet > http://groups.google.com/group/RantauNet/~ > * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. > =========================================================== > UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: > - DILARANG: > 1. E-mail besar dari 200KB; > 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; > 3. One Liner. > - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: > http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1 > - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting > - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply > - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti > subjeknya. > =========================================================== > Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: > http://groups.google.com/group/RantauNet/ -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1 - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
