Assalamualaikum ww para sanak sapalanta, Sangat menyentuh isi surat terbuka ini, yang menjelaskan kondisi riil yang sangat memrihatinkan dari masyarakat Minang di Ranah kini. Saya jadi teringat pada lagu sendu Febian: ' Selamat Pagi Minangkabau'. Hanya saya heran mengapa surat terbuka ini beliau tujukan kepada para 'sutan yang jauh di negeri urang', dan tidak kepada ' tungku nan tigo sajarangan' di Ranah ? Wassalam, SB. Saafroedin Bahar. Taqdir di tangan Allah swt, nasib di tangan kita.
-----Original Message----- From: [email protected] Sender: [email protected] Date: Thu, 2 Feb 2012 00:36:08 To: <[email protected]>; <[email protected]>; <[email protected]>; Nofend St. Mudo<[email protected]>; ajo duta<[email protected]>; Lies Suryadi<[email protected]>; Mochtar Naim<[email protected]> Reply-To: [email protected] Subject: [R@ntau-Net] Dima Sutan Kini? Kepada yang saya hormati, Sutan yang jauh di negeri orang. Terdengar oleh kami dari dunsanak Sutan nan berada dikampung, bahwa Sutan sekarang menetap dirantau. Hari raya kemaren kabarnya sutan pulang ke kampung, namun pulang sebentar saja. Sayang sekali kita tidak dapat bersua, ado beberapa cerita tentang nagari kita yang agak merisaukan saya, semoga risau saya dapat obat dari Sutan. Sutan yang jauh dirantau, nagari kita sekarang sudah hampir semua masuk listrik, jalan kampung kita sebagian sudah diaspal sebagain lagi sudah disemen. Namun ini juga yang jadi sebagian risau saya Sutan. Surau Mak Malin, tempat kita mangaji dulu tidak masuk listrik, disurau kita tidak ada lagi orang mengaji, entah kemana anak anak yang harusnya belajar jus amma, entah kemana orang tua sembahyang berjamaah, kalau magrib surau kita tetap gelap, tidak ada orang Sutan. Pincuran disamping surau, juga sudah tidak terawat lagi, kabarnya di pincuran itu, sudah tidak ada lagi orang yang mengambil air untuk bertanak dan mandi atau manyasah pun jarang orang disana. Saya mulai surat ini dengan cerita surau Mak Malin dan pincuran, namun sebelum saya lanjutkan, hendak saya sampaikan bahwa saya sedang tidak minta sumbangan untuk memasukkan listrik dan memperbaiki pincuran kita. Surau Mak Malin, mungkin sudah tidak perlu dimasukkan listrik karena di surau itu tidak ada org mengajar mengaji lagi, kabarnya Mak Malin sudah lama tidak mengajar mengaji lagi di kampung kita. Dan, orang jarang ke pincuran karena etek Nur dan pak etek sutan nan dekat surau saja sudah pakai air sumur pompa listrik, hampir tiap rumah orang pakai air sumur atau air pam. Sutan nan jauh dirantau, kabar tentang Mak Malin guru mangaji kita inilah yang hendak saya sampaikan, walau saya belum bersua langsung dengan beliau atau anak kemanakan beliau untuk bertanya kabar beliau. Seperti kepada kita dulu, Mak Malin mau mengajar mengaji kepada anak siapa saja, beliau tidak sekali jua meminta bayaran kepada murid muridnya. karena -semasa kita mangaji dulu- Mak Malin punya cukup penghasilan dari sawah ladang beliau. Mak Malin pindah ke padang, bukan tidak mau lagi mengajar anak anak mengaji, sudah setahun ini mak malin harus berulang-ulang ke pengadilan untuk berperkara. Mak Malin berperkara di pengadilan tidak karena mak malin pelaku amoral atau melanggar adat nagari apalagi melawan peraturan pemerintah, Mak Malin orang yang lurus. Perkara yang sedang dihadang Mak Malin adalah perkara 'tanah pusaka' ulayat kemenakan beliau yang telah dijual 'orang'. Tentu, Sutan juga sudah mendapat kabar bahwa pemerintah akan membangun jalan layang Padang - Bukiktinggi dan Bukiktinggi - Pakanbaru, tanah pusaka ulayat kemenakan beliau yang sedang berperkara itulah yang akan dibeli oleh pemerintah untuk pembangunan itu. Sutan nan jauh dirantau, kabar tentang dimana sutan bekerja juga tidak pasti bagi saya, ada yang mengatakan sutan bekerja di bidang pemerintahan, ada juga yang menyebutkan sutan bekerja dengan orang asing. Namun demikian sutan, sudilah kiranya sutan pulang untuk melihat kembali nagari kita, iba kita melihat orang-orang seperti Mak Malin yang harus berperkara sendirian, iba kita dengan anak anak yang tidak belajar mengaji lagi, iba kita melihatnya... Sementara sekian kabar dari saya. Saya tunggu kabar dari Sutan. Wassalam Powered by Telkomsel BlackBerry® -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1 - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1 - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
