Sanak Nanang sarato adi dunsanak kasadonyo,

Betul sekali,terkadang pejabat2 kita itu aneh kalau kita perhatikan,system 
transportasi jalan tol di Jakarta yang sudah amburadul dan terbukti gagal 
begini,malah mau diterapkan di daerah.Artinya kemungkinan besar kita juag akan 
mengulangi kegagalan yang sama di daerah nantinya.

Tapi kalau kita kaji2 betul,inti persoalan utamanya sebetulnya tidak jauh dari 
tabiat pejabat2 kita yang sangat suka "berhutang",sekalipun anggaran APBN kita 
sebetulnya boleh jadi sangat sanggup untuk membiayai proyek2 sarana dan 
prasarana itu.

Nah kalau hutang  untuk membangun jalan tol,memang banyak sekali yang bersedia 
meminjamkan uangnya.Apalagi negara2 produsen mobil,seperti Jepang 
contohnya,mereka akan senang betul meminjamkan uangnya untuk membangun jalan 
tol.Karena mereka tahu betul,akhirnya yang akan untung mereka2 juga,Negara 
produsen mobil juga.Karena mobil2 produksi mereka akan dengan mudah menembus 
dan dijual di pasaran Indonesia,karena kapasitas jalan sudah bertambah.Sehingga 
Uangnya akan kembali kepada mereka lagi.

Tetapi tidak begitu halnya,kalau untuk membangun jaringan kereta Api,Jepang 
pasti tidak akan mau meminjamkan uangnya kepada Indonesia.Karena mobil2 
merekalah nantinya yang akan jadi korban dan tidak akan terjual lagi di 
Indonesia ini.

Kesimpulan :

Di Negara produsen mobil sendiri (katakanlah Jepang),malah mereka menerapkan 
penghematan bahan bakar,pemberlakuan politik dumping (memberlakukan harga mobil 
sangat mahal di dalam negeri mereka), memberlakukan biaya parkir yang sangat 
tinggi dan sangat mencekik leher, tetapi disisi lain pemerintah membuat dan 
menyediakan  sarana transportasi berbasiskan rel (seperti Monorail,MRT,KRL) 
senyaman mungkin, yang kesemuanya itu bertujuan tidak lain agar penduduknya 
enggan untuk menggunakan mobil sendiri  dan lebih senang mengunakan kereta api 
listrik misalnya.

Tetapi kalau untuk Indonesia,malah didorong  betul agar orang Indonesia lebih 
senang naik mobil sendiri ketimbang naik kereta api.

Pertanyaannya sekarang? Kenapa pejabat2 kita mau ya menjadikan bangsanya 
menjadi objek penderita begini ya?

Wasalam,
Kurnia Chalik

From: [email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf 
Of Asfarinal2000
Sent: Thursday, February 02, 2012 6:32 PM
To: [email protected]
Subject: Re: [R@ntau-Net] RE: Meneg BUMN Bangun Tol Sumbar - Dibangun dan 
Dikelola PT Jasa Marga Sumbar

Setuju dan sangat setuju. Disaat negara lain mendorong angkutan publik, kita 
malah sebaliknya. Naluri komsumtif yg mengila. Tidak terbayangkan bagaimana 
sesaknya Bukittinggi tiap hari, daerah yg tidak punya pintu masuk dan keluar 
menjadi daerah tertinggal, seperti halnya kota Purwakarta.
Mengenai peningkatan ekonomi, kenapa anggaran tersebut tidak dibangun doble 
track utk kereta api. Dorong kereta kargo dan buatkan kantong2 kargo. Selain 
itu tidak akan terjadi mark up tanah (mafia tanah) pembebasan, apalagi tanah yg 
akan dilewati adalah tanah ulayat, bayangkan bagaimana ributnya anak kamanakan 
dan mamak. Sedangkan dg moda transpor kereta api permasalahan tanah tidak 
serumit itu, pt. KAI sudah memiliki aset dan kalaupun membeli tanahpun tdk 
seberat membuat tol.


Nanang. Jkt


Sent from Samsung tablet



"Chalik, Kurnia(JKT-SSD)" 
<[email protected]<mailto:[email protected]>> wrote:


Ass Wr Wb adi dunsanak semuanya,

Izinkan saya ikut nimbrung dalam membahas wacana jalan tol ini.Kalau kita 
sedikit mau jeli,sebetulnya agak aneh bin ajaib juga wacana jalan tol 
ini,karena yang berkomitment membangun tol ini adalah Menteri PU dan kemudian 
wacana ini kemudian disampaikan oleh Menteri BUMN.

Padahal yang sedang dibahas adalah jalan tol (sarana transportasi),yang 
notabenenya adalah ranahnya Menteri Perhubungan.

Sepertinya ada apa2nya dalam kebijakan ini.

Kalau jalan Tol yang akan dibangun,bearti niatnya pemerintah (mewakili produsen 
mobil),tidak lain adalah ingin memperbanyak produksi mobil dan sejenisnya.Yang 
pada akhirnya cepat atau lambat tetap saja akan menciptakan kemacetan 
dimana2.Lihat aja pengalaman jalan Tol di Jakarta,Bandung dsb,tetap saja macet 
dimana2,sekalipun ada jalan tolnya.

Dan ini sangat bertentangan dengan opini umum dan pemikirangan di teman2 di 
Kementrian Perhubungan,yang sebetulnya lebih cendrung untuk meningkatkan sarana 
transportasi berbasiskan rel sebetulnya,MRT,monorail,KRL dsb.

Kesimpulan :

1. Amat disayangkan,banyak pejabat2 kita hatinya masih pro kepentingan 
Pengusaha,daripada pro kepentingan rakyat jelata.Dan tidak berfikir jangka 
panjang dan belajar dari pengalaman jalan2 tol selama ini,tol cawang macet,tol 
cibubur macet,dsb.Tol bukanlah solusi kemacetan sesungguhnya.

2.Dengan adanya jalan tol ini,maka akan menjadi alasan kuat produsen mobil 
untuk menjual jutaan mobil2 mereka di Indonesia setiap tahunnya,yang pada 
akhirnya akan membebani anggaran Subsidi BBM setiap tahunnya dan juga 
menciptakan polusi udara dimana2,yang pada gilirannya menurunkan tingkat 
kesehatan masyarakat secara umum.

3.Dan yang lebih parah lagi proyek jalan tol ini tentunya akan memangkas lahan2 
produktif pertanian kita juga nantinya,sawah,ladang akan habis karena 
dialihfungsikan menjadi jalan tol.

Ambo turut sedih dengan wacana ini.

Wasalam,
Kurnia Chalik


-----Original Message-----
From: [email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf 
Of [email protected]
Sent: Friday, January 27, 2012 10:34 AM
To: [email protected]
Subject: Re: [R@ntau-Net] Meneg BUMN Bangun Tol Sumbar - Dibangun dan Dikelola 
PT Jasa Marga Sumbar

Niniak mamak, Angku nan gadang basa batuah. Alim ulama, suluah bendang dalam 
nagari. Bundo kanduang, limpapeh rumah nan gadang.

Mambaco kaba dari Sutan Mudo di RN tantang rencana Pemda Sumbar jo Pemerintah 
pusat untuak mambangun jalan layang, baa nyo kalo rancana iko kito "inok 
manuang an" atau kito " parambunan" dahualu.


http://m.rakyatmerdekaonline.com/news.php?id=20936

http://m.kaskus.us/thread/6720553


Powered by Telkomsel BlackBerry(r)

-----Original Message-----
From: "Nofend St. Mudo" <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Fri, 27 Jan 2012 09:26:48
To: <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: [R@ntau-Net] Meneg BUMN Bangun Tol Sumbar - Dibangun dan Dikelola PT
Jasa Marga Sumbar

Padang Ekspres * Jumat, 27/01/2012 09:10 WIB

Padang, Padek-Kabar gembira bagi masyarakat Sumatera Barat dan Riau.
Impian memiliki jalan mulus dan bebas hambatan, dalam waktu tidak lama
lagi bakal terwujud.
Gagasan gubernur se-Sumatera untuk membangun jalan tol
Padang-Pekanbaru sejak 2008 lalu, akhirnya disetujui pemerintah pusat.
Komitmen itu disampaikan Menteri Negara BUMN Dahlan Iskan kepada
Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno.

Pemerintah berencana membangun jalan tol sepanjang 200 km untuk jalur
Padang-Bukittinggi dan Bukittinggi-Pekanbaru. Untuk mewujudkan jalan
tol itu, Dahlan Iskan menggagas didirikannya PT Jasa Marga Sumbar
untuk berinvestasi dan mengelola jalan tol ini nantinya.

Dukungan Meneg BUMN itu disampaikan Gubernur Irwan Prayitno saat rapat
dengan para kepala daerah di Gubernuran, kemarin. "Beberapa hari ini,
Meneg BUMN Dahlan Iskan menghubungi saya secara intensif, baik melalui
telepon ataupun SMS. Minggu depan kita jadwalkan ada pertemuan dengan
Pak Dahlan untuk menindaklanjuti ide ini," kata Gubernur di hadapan
para kepala daerah.
Irwan mengaku sejauh ini belum ada pembahasan teknis pembangunannya.
Pemprov dan pemerintah pusat melalui Dahlan Iskan masih mencari
beberapa alternatif jalur yang paling cocok untuk tol tersebut. "Kita
belum sampai membahas masalah teknis, namun keinginan itu sudah sangat
mungkin diwujudkan," ungkapnya.

Irwan optimitis pembangunan jalan tol sebagai solusi paling realistis
menyelesaikan kemacetan Padang-Bukittinggi. "Dalam volume kendaraan
yang terus bertambah, sementara untuk pelebaran jalan rasanya sudah
sulit. Maka pembangunan jalan tol ini sangat realistis," ujar mantan
anggota DPR dua periode ini.

Saat ini, kata Irwan, pemerintah masih memikirkan beberapa alternatif
untuk pembangunan jalan tol ini. Ada beberapa opsi yang muncul ke
permukaan. Di antaranya, Duku-Sicincin, melewati tepi bukit, lalu
sungai dan tembus ke Lembah Anai. Opsi kedua melewati
Sicincin-Malalak, melewati Kantor Bupati Padang Pariaman dan tembus ke
Ngarai Sianok.

Selain itu, pemerintah juga mengkaji untung ruginya pembangunan itu
terhadap masyarakat sekitar. Sinyal dari Dahlan Iskan itu memotivasi
Gubernur untuk mendorong percepatan jalan Sicincin-Malalak.

Dalam rapat, Gubernur menyatakan komitmennya membantu Pemerintah
Kabupaten Padangpariaman dan Agam menyelesaikan pembebasan lahan yang
selama ini menjadi kendala penyelesaian jalur Sicincin-Malalak. "Kalau
perlu saya yang akan turun ke lapangan untuk melobi pihak keluarga
yang belum mau membebaskan lahannya. Kalau katanya, pihak keluarga
mereka di Jakarta, kita akan datangi ke Jakarta," ujarnya.

Jalur Sicincin-Malalak terkendala pembebasan lahan di dua titik di
Kabupaten Padangpariaman, dan 11 titik di Kabupaten Agam. Menjawab
komitmen Gubernur, Bupati Padangpariaman Ali Mukhni berjanji
menyelesaikannya dalam waktu dua hari. Sedangkan Sekkab Agam, berjanji
menginventarisir masalah dalam waktu seminggu.

Gagasan jalan tol Padang-Pekanbaru ini sebenarnya sudah diapungkan
sejak 2008 silam sebagai jari-jari jalan tol lintas Sumatera. Namun
bagaimana kepastiannya, menunggu studi kelayakan yang dikerjakan Korea
Selatan sejak Agustus 2009 lalu, rampung. Gagasan itu disepakati antar
gubernur pada saat Rapat Kerja Gubernur se-Sumatera pada 21 Desember
2009.

Kesepakatan kerja sama Forum Gubernur se-Sumatera itu, dinyatakan
bahwa kebutuhan infrastruktur dan perhubungan sangat mendesak. Karena
itu, pemerintah pusat didesak mempercepat realisasi proyek yang
direkomendasikan untuk pembangunan jembatan Selat Sunda.
Dalam rapat itu, direkomendasikan agar tiap daerah yang akan dilalui
jalan tol Sumatera itu segera membebaskan lahan yang diperlukan.
Kepastian pembangunan jalan tol tersebut dituangkan dalam Surat
Keputusan Menteri PU No. 631/Kpts/M/2009 Tanggal 31 Desember 2009.

Menurut Irwan Prayitno, perekonomian Sumbar akan berlari kencang bila
pemasaran hasil pertanian, peternakan, perikanan dan perkebunan Sumbar
ke Riau lancar. Volume dan peluang pasar pun bisa ditingkatkan hingga
ke Singapura dan kawasan Selat Melaka menjadi kawasan perdagangan
internasional.
"Jalan tol ini jelas akan berdampak luas terhadap perekonomian Sumbar.
Tak hanya akan memperlancar pemasaran produk pertanian, tapi juga
pariwisata, pendidikan dan pelayanan kesehatan yang menjadi andalan
Sumbar," ujar Irwan.

Diperkirakan, lebih 2.000 kendaraan tiap hari melintasi jalan
Padang-Pekanbaru. Sekitar 2 juta orang dan 30 juta ton komoditi
pertanian, peternakan, perikanan dan perkebunan diangkut setiap tahun
melintasi jalur Ini. (*)

[ Red/Redaksi_ILS ]
http://padangekspres.co.id/?news=berita&id=22340

--
Wassalam
Nofend | L-35 | CKRG

--
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi;
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

--
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi;
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

--
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi;
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
1. E-mail besar dari 200KB;
2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi;
3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke