Usaha Tambang Bijih di Solok Terkena Teguran Rabu, 08 Februari 2012
http://stat.k.kidsklik.com/data/photo/2012/02/08/4612183p.jpg KOMPAS/INGKI RINALDI Sebagian areal persawahan di Jorong Koto Baru, Kecamatan Lembah Gumanti, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, Selasa (7/2), terpapar limbah pabrik penghancur bijih besi yang dioperasikan sebuah perusahaan pertambangan resmi. Warga hulu daerah aliran Sungai Batanghari yang berdiam di sekitar lokasi tambang ini juga ikut terkontaminasi. Solok, Kompas - Sisa penghancuran bijih besi berupa limbah tailing, Selasa (7/2), terlihat memenuhi sebagian areal sawah yang ditanami padi di Jorong Koto Baru, Kanagarian Aie Dingin, Kabupaten Solok. Areal sawah yang ditutupi material itu berwarna coklat pekat dengan lumpur tebal. Sisa penghancuran bijih besi itu merupakan limbah yang diproduksi perusahaan pertambangan bijih besi dengan izin usaha pertambangan di Jorong Koto Baru, Kanagarian Aie Dingin, Kabupaten Solok, Sumatera Barat. Letak pabrik penghancuran bijih besi yang berada di salah satu puncak bukit itu langsung berhadapan dengan Sungai Sarasah yang menjadi hulu daerah aliran Sungai Batanghari. Limbah tailing itu mengalir begitu saja menuju areal sawah dari lokasi pabrik penghancuran bijih besi yang dilengkapi fasilitas ban berjalan (conveyor belt) di atasnya. Perusahaan pertambangan bijih besi itu aktif beroperasi sejak 2011. Namun, menurut sejumlah warga, sejak beberapa tahun sebelumnya perusahaan tersebut juga sempat aktif, tetapi berhenti sementara untuk kemudian beroperasi lagi. Aman Tanjung (84), salah seorang penduduk Jorong Koto Baru, mengatakan, di lokasinya tinggal terdapat sedikitnya 50 hektar lahan sawah yang terkena dampak limbah penambangan bijih besi itu. Namun, kata dia, sebagian warga memperoleh uang penggantian dari perusahaan. Pearly Nurhasnah dari lembaga Youth Eradicating Hunger Indonesia Cabang Sumatera Barat yang mendampingi program pemberdayaan masyarakat di kanagarian Aie Dingin mengatakan, terdapat satu lagi perusahaan pertambangan bijih besi di Jorong Aie Abu, Kanagarian Aie Dingin. Perusahaan tersebut relatif lebih besar skala produksinya karena sudah mulai aktif sejak 2005. Lima perusahaan Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Solok Indra Merdi mengatakan, terdapat lima perusahaan pertambangan bijih besi yang memiliki izin di Kanagarian Aie Dingin. Dari jumlah itu, tiga di antaranya belum berproduksi, satu perusahaan mulai produksi, dan satu perusahaan telah mulai aktif sejak 2005. Akan tetapi, di lapangan, ternyata sudah ada dua perusahaan pertambangan bijih besi yang beroperasi di dua wilayah Jorong Kanagarian Aie Dingin. Mengenai pencemaran pada areal sawah warga, Indra mengatakan, pihaknya telah memberikan teguran kepada salah satu di antaranya. Menurut Indra, perusahaan yang mulai aktif sejak 2005 itu beberapa kali tempat penampungan sisa tambangnya meluber sehingga mencemari lahan penduduk. "Itu terjadi setiap tahun pada musim hujan. Tapi, kami tetap lakukan pengawasan dan kami tegur," kata Indra. (INK) http://cetak.kompas.com/read/2012/02/08/03430779/limbah.merusak.sawah -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1 - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
