Inti dari pengalaman pak BTS (dari kacamata saya) adalah; tata ruang adalah 
satu dari banyak alat yg dapat dipakai utk mencapai suatu tujuan.
Kita tidak perlu fanatik dengan 'tools'... tapi konsisten dengan tujuan.

Tools ekonomi juga tidak 100% mujarab, karena sering kali gagal 
mengidentifikasi problem lingkungan.. hemat saya, disinilah kelebihan tools 
tata ruang, karena berdimensi spasial...sama dengan lingkungan, dimensinya jg 
spasial... 

kalau soal kemiskinan dll... percuma pembangunan fisik tanpa (the-so-called) 
social spending.. nah.. semacam ini tata ruang kurang 'bunyi'... 
dalam meningkatkan income suatu daerah, mungkin lebih manjur kalau kita kaji 
market-linkage komoditas unggulan daerah tsb... apa iya kita bisa 
mensejahterakan petani cengkeh apabila pajak eksport nya mencekik, lalu 
di-monopsoni sama tomi lagi..
begitu pula daerah-2 penghasil beragam komoditas lainnya.

mau menarik investasi dengan merencanakan (lebih tepatnya menggambar) kawasan 
ekonomi khusus (SEZ), tidak akan ada artinya apabila pajak (baik 'resmi' maupun 
pungli) masih terlampau tinggi dibanding negara lain..

mengenai komentar emil salim...
di-muat di kompas 29 maret, padahal sudah di-UU-kan (baca di sahkan) pd 27 
maret...

memang kental nuansa 'bina-marga-is'. 
bukan kebetulan, saya pernah ngintip daftar hadir rapat DirJen PR-DPU, para 
peserta banyak yg ber-alamat-rumah di kompleks Bina Marga di berbagai pelosok 
Jakarta...
Saya lansir, mereka adalah veteran-2 Bina-marga (ya minimal sempat mendapat 
rumah ketika berdinas di bina-marga) yg mungkin kehabisan jatah kursi (maklum, 
makin tinggi makin sempit.. maka jgn kaget bila ada 'pemekaran DirJen' di 
berbagai kementrian)

Demokrasi kita memang masih lemah dan birokrasi masih (terlalu) dominan.
Demokrasi ruang yg sehat memungkinkan adanya referendum warga kota dalam 
pengesahan rencana pembangunan... 
Dewan kota (municipal council) juga masih merupakan jenjang karir kader 
partai... si kader, tidak akan lebih baik dari sistem kaderisasi partai 
tersebut. Bias dari ketua partai juga tidak bisa..karena bisa di-recall dsb.

dengan membaiknya sistem demokrasi, misal dengan adanya calon independen 
(non-partai) atau model municipal council.. akan memperbaiki kualitas 
partisipasi dalam perencanaan (termasuk ruang)

sekarang ini partisipasi hanya se-ijin birokrasi... 

salam,
-K-


Harya Setyaka 
Duren Tiga Selatan 89 
Jakarta INDONESIA 



----- Original Message ---- 
From: Risfan M <[EMAIL PROTECTED]> 
To: [email protected] 
Sent: Tuesday, April 24, 2007 1:51:23 PM 
Subject: [referensi] Re: Mengapa takut primacy ... 

Teman-teman ysh, 

Membaca cerita pengalaman Pak BTS yang memcoba memperjuangkan Sistem Kota-kota, 
yang lalu "kecewa" dan balik 180 derajat menjadi pro ekonomi, dan secara 
ekstrem memilih "aliran ekonomi" yang paling konservatif (ekonomi an sich), itu 
bisa jadi pelajaran bagi kita semua sebagai Planner. 

----
Pergeseran paradigma dari "spatial engineering" menjadi perencana wolayah & 
kota yang produknya menjadi "kebijakan publik" ini perlu disadari. Bahkan dalam 
perumusan RUUPR 2007, masih kuat nuansa "pelaksanaan penataan ruang" melalui 
pembangunan prasarana dan pusat-pusat permukiman yang dibangun oleh pemerintah. 
Ini masih dalam paradigma "spatial engineering" yang risikonya bisa 
"dipertanyakan" dan segera timbul kesan "ini inisiatif satu departemen 
tertentu" saja, yang bisa berakibat pada kesulitan dalam pelaksanaannya. (Baca 
juga komentar Emil Salim di Kompas tentang RUUPR 2007 yang dianggap "Bina 
Marga" minded) 

Salam, 
Risfan Munir, IAP

__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 


Komunitas Referensi
http://groups.yahoo.com/group/referensi/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/referensi/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/referensi/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke