Terimakasih atas provokasi pak Abi yang menyehatkan hati.
Sebenarnya saya letih juga mengikuti diskusi penting-tidaknya primasi kota
ini.... mungkin keletihan saya ini juga dipengaruhi oleh keletihan yang sama
dirasakan pak BTS, menyaksikan belum berhasilnya upaya mereduksi proses primasi
kota yang melaju dengan kencangnya, jadi buat apa di-utak-atik-utak-udel......
Kalau boleh menyimpulkan,.....
- barangsiapa yang tidak takut fenomena primasi kota ini, baiknya ia tau apa
yang harus dilakukan untuk mengurangi socio-economic costnya. Kalau memang ada
teknologi yang bisa dipakai untuk menunjang primasi kota yang sehat, silahkan
dipergunakan, seraya memeperhatikan efesiensi dan efekifitasnya
- barangsiapa yang khawatir dengan fenomena primasi kota ini, paling tidak
bedah lagi lebih dalam apa sih yang menyebabkan kegagalan upaya mengurangi
primasi kota ini, sehingga kegemasan dan keletihan bisa sedikit terpupus. Kalau
memang mengurangi primasi kota ini adalah teori/metode yang mumpuni, kenapa dia
bisa tak terkendali. Wajar untuk meminta bukti. Kalau bukti2 keberhasian
ternyata bertebaran di Eropa sana (seperti Randstad) sebenarnya apa yang
membuat berhasil. Sebuah tangan yang tak nampak bernama negara dan segala
peraturannya kah? sekedar membahas pembagian kuasa dan anggaran mungkin tak
cukup, atau ada spatial culture tertentu? atau ada government mentality and
attitude yang unik? atau ada prekondisi tertentu?
Tapi lepas dari itu semua, saya setuju untuk kita semua berbagi keletihan.
salam,
dwiagus
hengky abiyoso <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Pak Risfan, mas Koko dan milister semuanya ysh,
Terimakasih banyak atas tanggapannya yang amat-amat sangat berharga .........
Menyangkut pengalaman mas BTS saya masih menunggu juga tanggapan atau masukan
dari milister lainnya....... ayo pak BSP, Prof. Wawo, mas Eko, mas Fajar, mas
Jarot, mas Deden, Datuk E, mas Dwiagus, mas Delik, mas Catur, mas Darodjatoen,
mas Edi, mas Rudi dan lain-lainnya yang maaf mungkin belum kesebut .......
Juga mas BTS mohon perkenannya untuk menceritakan kekecewaan-kekecewaan atau
pengalaman pribadi lainnya dong...... baik lewat milis ataupun japri..... saya
outsider kan tidak mungkin mendapatkan pengalaman-pengalaman seperti itu
..........ini bagaimanapun juga merupakan bagian dari sejarah perkembangan
planning di Indonesia ...... dan dari sana akan dapat dipetik amat sangat
banyak inspirasi lho........
Untuk pak BSP, Prof. Waworoentoe, Datuk E dan para senior lainnya.... kalau
boleh saya usulkan...... mohon bapak-bapak berkenan setidaknya menjadi
specialist untuk ceritaan tentang kisah masa lalu ........ itu bagaimanapun
tetap merupakan bagian dari sejarah planning di Indonesia yang autentik,
inspiratip dan amat sangat berharga lho ........... kalau saya kan sudah
mengambil peran outsider yang sok ngaco bicara planning........
Sementara demikian,
Hormat saya,
aby
---------------------------------
Ahhh...imagining that irresistible "new car" smell?
Check out new cars at Yahoo! Autos.
---------------------------------
Ahhh...imagining that irresistible "new car" smell?
Check outnew cars at Yahoo! Autos.