Menakjubkan, bukan .....
salam,
dwiagus
http://www.kompas.co.id/kompas-cetak/0707/25/metro/3714225.htm
=========================
Jakarta, Kompas - Omzet pedagang kaki lima di Jakarta mencapai Rp 13
triliun pada tahun 2006 dan memiliki kecenderungan meningkat.
Planolog Universitas Tarumanagara Jakarta Suryono Herlambang di
sela-sela seminar "Merumuskan Kota sebagai Ruang Publik" di Jakarta,
Selasa (24/7), menjelaskan, angka tersebut didapat dari nilai omzet
pedagang kaki lima (PKL) Rp 35,617 miliar per hari di Jakarta.
"PKL harus dilihat sebagai realitas dan bagian dari kehidupan kota.
Yang harus dilakukan adalah pengaturan oleh pemerintah dan penegakan
aturan bagi PKL," kata Suryono.
Dari penelitian Institute for Economic and Social Cultural Rights
(Ecosoc) terungkap, jumlah pungutan yang dibayarkan PKL tahun 2006
mencapai Rp 279,8 miliar.
Pungutan itu mencakup retribusi resmi senilai Rp 67,7 miliar, sewa
lapak Rp 43,4 miliar, dan upeti Rp 169,2 miliar.
Menurut Suryono, potensi ekonomi PKL tidak bisa diabaikan ataupun
dibiarkan menjadi lahan perahan untuk upeti tidak resmi. Terlebih di
saat lapangan kerja formal tidak tersedia, sektor informal seperti PKL
menjadi pilihan bagi warga marjinal.
Jumlah PKL di Jakarta berfluktuasi dalam empat tahun terakhir, secara
berurutan 2002 (141.073), 2003 (128.993), 2004 (116.913), 2005
(10.660), dan 2006 (92.751). Namun, dari data Badan Pusat Statistik
Jakarta tahun 2006 tercatat jumlah PKL sebanyak 141.071.
Suryono menambahkan, PKL sebetulnya dapat menjadi salah satu ikon
kota, misalnya jajan di tepi jalan di Jalan Pecenongan, Jakarta Pusat,
sudah memiliki citra yang baik.
Dia menegaskan, keberadaan PKL yang kumuh lebih disebabkan tidak
tanggapnya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. (ong)
B. Dwiagus Stepantoro
Jakarta, INDONESIA
http://bdwiagus.blogspot.com
Just be open,... who knows lightning will strike!!
---------------------------------
Got a little couch potato?
Check out fun summer activities for kids.