Rekan-rekan semua, ysh: Kegiatan Seminar dan Konas IAP VIII saya maknai sebagai suatu pertanda baik bagi visibilitas profesi perencanaan di Indonesia. Hal ini terlihat dari rencana kedatangan Menteri PU dan Gubernur DKI ke acara tersebut (semoga mereka datang dan memberikan pandangannya untuk kemajuan profesi perencanaan di Indonesia). Dengan kedatangan kedua pejabat tersebut menunjukkan pentingnya profesi perencanaan dari sudut pandang departemen yg mengurusi pekerjaan umum di Indonesia dan gubernur kota terbesar di Indonesia. Ini adalah kemajuan profesi perencanaan di Indonesia! Bila kita melihat kembali apa yang terjadi dalam Konas IAP sewaktu alm. Pak Sugijanto Sugijoko terpilih, rasanya gaung Konas tidak sebingar sekarang ini. (saya tidak terlalu mengikuti Konas IAP setelah itu). Bila kita terus mengembangkan visibilitas profesi perencanaan, tidaklah mustahil bahwa kelak Konas IAP akan dibuka oleh Presiden RI.
Adanya UUPR juga menjadi salah satu produk hukum yang menjamin visibilitas profesi perencanaan di Indonesia. Tidak mengherankan bilamana dalam Departemen PU sekarang ada Ditjen Penataan Ruang, dan Dirjennya akan menjadi salah satu nara sumber dalam kegiatan Konas tsb. Tantangan IAP saat ini tentunya berbeda dg saat sebelum adanya UUPR. Eksistensi profesi perencanaan di masyarakat Indonesia adalah suatu kebutuhan. IAP tentunya mesti menanggapi kebutuhan masyarakat thd profesi perencanaan ini dengan menunjukkan kompetensinya on making better places and on alleviating urban and regional problems. Oleh karenanya tema Konas IAP saat ini, menurut saya sangat relevan dengan apa yang dituntut oleh masyarakat Indonesia terhadap profesi perencanaan di Indonesia. Ada sedikit kegamangan saya thd Konas IAP ini. Mungkin ini juga bias karena profesi saya saat ini sebagai akademisi. Saya sayangkan bahwa tidak ada wakil dari pihak akademisi yang menjadi nara sumber dalam Konas tsb. Saya melihat panitia akan juga mengundang pihak dari Perguruan Tinggi, tapi hadir sebagai undangan dan narasumber tentunya berbeda. Pengembangan profesi perencanaan menurut saya tidak bisa dilepaskan dari peran perguruan tinggi yang menghasilkan perencana2 baru. Seyogyanya IAP dan ASPI saling berkomunikasi untuk menghasilkan sinergi bagi kemajuan profesi perencanaan di Indonesia. Apa yang dikehendaki oleh IAP terhadap ASPI dan begitu pula sebaliknya tentunya perlu dikomunikasikan. Saya tidak mengetahui sejauh mana komunikasi antara IAP dan ASPI. Mungkin Pak Roos Akbar bisa memberikan gambaran sejauh mana komunikasi tersebut terjadi. Sebagai bahan perbandingan dg apa yang terjadi di sini (USA), setiap APA dan ACSP mengadakan annual meeting, masing2 organisasi saling mengundang satu sama lain. Terlebih lagi APA dan ACSP juga membentuk badan khusus (PAB) untuk akreditasi program studi perencanaan di seluruh univ di sini. Demikian pula halnya dengan sertifikasi (AICP). Berbicara mengenai sertifikasi and akreditasi, rasanya perlu disampaikan dalam email tersendiri. Harapan saya, siapa pun yang terpilih sebagai ketua umum, seyogyanya orang yang memahami tantangan profesi perencanaan Indonesia di tahun2 mendatang dan menjawab tantangan tersebut dg mengembangkan kompetensi perencanaan di Indonesia. Hanya menurut saya seyogyanya pejabat publik tidak mencalonkan sebagai ketua umum IAP. Biarkan ybs. memfokuskan tenaga dan pikirannya sebagai pejabat publik dan menggunakan posisinya untuk membantu visi dan misi ketua umum terpilih memajukan dunia perencanaan di Indonesia. Mudah-mudah berkenan atas komentar dan saran saya ini. Selamat berkongres! Terima kasih dan salam hangat dari Savannah, Deden Rukmana PS: Catatan kecil, saya menerima email dari seorang mahasiswa di Swiss yg mencari data ttg "population's water use, hydrological data, sewer plant in jakarta or indonesia, flood data, water filtration, groundwater data". Dan juga mahasiswa S3 di UI yg mencari info ttg koordinasi galian kabel di Jakarta ataupun di Bandung. Barangkali ada yg bisa membantunya? Terima kasih. ----- Original Message ---- From: reza firdaus <[EMAIL PROTECTED]> To: [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; adiwan <[EMAIL PROTECTED]>; apri hmp <[EMAIL PROTECTED]>; [EMAIL PROTECTED]; Deden Rukmana <[EMAIL PROTECTED]>; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; indra feb <[EMAIL PROTECTED]>; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; hmp itb <[EMAIL PROTECTED]>; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; koko <[EMAIL PROTECTED]>; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [email protected]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; Sekar <[EMAIL PROTECTED]>; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED] Sent: Friday, October 26, 2007 2:28:24 AM Subject: [plitb] Seminar dan KONAS IAP VIII Sekedar mengingatkan kembali akan adanya acara yang teramat penting (untuk para perencana pada khususnya, dan untuk pihak-pihak lain yang berkepentingan pada umumnya). Sebentar lagi akan ada acara: Judul Acara : Seminar dan Kongres Nasional Ikatan Ahli Perencanaan (IAP) VIII tahun 2007. Kegiatan : Seminar; dan Kongres Nasional (untuk pemilihan ketua baru IAP) Tema Seminar : Meningkatkan Kompetensi Perencanaan di Indonesia Hari/Tanggal : Selasa, 30 Oktober 2007. Tempat : Four Seasons Hotel, Jakarta. Durasi : 08.00 - 13.00(seminar) , 13.00 - selesai(kongres) Peserta : umum (seminar), anggota IAP (kongres) Biaya : GRATIS (seminar) Coba bayangkan, untuk seminarnya, Temanya: meningkatkan KOMPETENSI perencanaan di Indonesia ( rethinking certification, menjawab tantangan UU kita yang baru(26/2007) , positioning IAP untuk bergerak aktif seperti dengan rencana pembentukan forum advokasi, membuat produk perencanaan, para perencana, asosiasi profesi perencana lebih assertif dan responsif terhadap user (lebih banyak mendengar), rencana menjalin kemitraan dengan Departemen terkait, membuat IAP lebih responsif terhadap current issue, dll) Keynote nya: Menteri PU (Djoko Kirmanto), Gubernur DKI (Fauzi Bowo). Narasumbernya: Gordon Benton (Senior Executive Lippo Development Group (Lippo Karawaci, Kemang Village), Imam S. Ernawi (Dirjen Penataan Ruang, Dep. PU). Moderatornya: Fachry Ali (peneliti LP3ES, penulis, kolumnis, komisaris di beberapa perusahaan swasta dan BUMN). Para undangannya: Anggota DPR (Enggartiarso, Azwar Annas, Tjetjep Rukmana, dll), dinas2 dan departemen pemerintah, para pemilik konsultan, REI, Perguruan Tinggi, wartawan, dll) Venue-nya: Four Seasons Hotel, one of the most luxurious hotels in Indonesia, located in the heart of Jakarta's Golden Triangle (Setiabudi)) Harganya: untuk mengikuti seminar GRATIS TIS TIS!!!(GILA! !!Acara sementereng ini, dengan orang2 sepenting itu, di hotel semewah ini, GRATIS?!Ya, Anda boleh berpikir kami (IAP) gila, tapi ini kami lakukan demi bakti kami memajukan dunia perencanaan) Alasan waras apalagi untuk Anda tidak berpartisipasi dalam acara ini? Berikut kami sampaikan lembar konfirmasi untuk mengikuti seminar dan/atau kongres IAP VIII beserta penjelasan singkat mengenai topik seminar yang akan dilaksanakan pada 30 Oktober 2007 bertempat di Four Season Hotel Jakarta. Bagi Bapak/Ibu/Saudara yang berminat mohon mengisi dan mengirim lembar konfirmasi ke alamat email ini atau fax ke panitia Bu Ade atau Bu Tessy, melalui fax nomor 021-7226577 atau 021-7206415 Mengingat tempat yang terbatas (terutama untuk seminar) maka kami mohonkan agar lembar konfirmasi sudah dapat kami terima selambat-lambatnya pada 26 Oktober 2007. Atas perhatian dan bantuannya, kami ucapkan terimakasih. -Reza Firdaus- __________________________________________________ Do You Yahoo!? Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around http://mail.yahoo.com

