Bapak Moderator dan rekan milister ysh, Saya mohon maaf mencoba meneruskan surel dari Adinda dr Medan ini yaitu dinda Andri, yang katanya sudah dimoderasi. Semoga berkenan.
Terima kasih, ya Pak Bambang. :-) Sebenarnya awak takut juga menulis ini di referensi - nanti disangka pulak awak mau jadi Camat Medan baru... :-P Pak Bambang, saya yakin, dari tulisan-tulisan Bapak yang apa adanya (bapak berani berkomentar tentang abang becak di Yogya, korupsi di "berbagai belahan dunia hantu yang lain" :-P, dll.) bahwa Bapak juga orang bersih yang antikorupsi walaupun Bapak mantan Sekda DIY. Saya salut Pak. :-) Btw, kalau boleh saya minta tolong, Pak Bambang, pinjami saya duit 10 juta, ... eh ... sorry ... :-P maksud saya, mohon surel saya berjudul "Untuk Kota dan Dunia yang Bebas Korupsi" (judul di Subject atas agak salah, jadi kelihatan seperti "menyindir" :-P) kalau boleh... Bapak teruskan ke milis referensi, karena saya sudah dimoderasi di situ, dan tidak terlalu yakin bahwa surel ini bisa masuk dan mengganggu "kepentingan" tertentu, terutama di Sumut (Semua Urusan Masih Uang Tunai:-) Tentu, bila Bapak tidak beranggapan bahwa hal ini akan "merepotkan" moderator, dkk. lain. :-) Jangan kuatir, Pak, saya bertanggung jawab penuh atas "keselamatan Bapak" yang berani mem-forward artikel non-fiksi ini. :-D Maksih ya Pak atas tulisan di Multiply-nya, saya cuma heran ... biasanya pejabat kalau pensiun ada di kebon, ini kok malah jadi blogger...hehehe.. salut deh, Pak Bambang... Empat jempol saya acungkan, dua di tangan, dua di kaki... :-) Wassalam, Andri Tanggapan Saya (bambang sp) Segala sesuatu yang dilandasi niat yang baik dan dengan cara yang baik akan berhasil baik... insyaallah. Tentang apakah saya bersih... sebenarnya saya juga tidak bersih-bersih amat. Saya bahkan sering malu berhadapan dengan yang minjamin napas ke saya. Justru itu saya tidak berani untuk mengatakan tentang kesalahan orang he he he. Tentang mengapa kok mantan pejabat tidak berkebon... kalau mau pinjamin saya uang untuk beli kebon boleh deh.... he he he. Saya selesai menjadi sekda dengan prestasi justru punya hutang lho... dan itu bukan karena royal tetapi karena tugas. Tapi bagi saya it is OK make it easy saja gitu loh. Terima kasih. Salam bambang sp

