Pak Wawo ysh, Terima kasih atas konfirmasinya. Bila ada bahan-bahan menarik, mudah- mudahan Pak Wawo berkenan menyampaikan. Sekalian mengingatkan bila tanggal 13 Desember mendatang kita akan memasuki 50 tahun Wawasan Nusantara; tentunya kita pernah diskusikan bila jauh sebelum itu Sam Ratulangi juga telah memberikan waham tentang Wawasan Pasifik. Apakah ada acara khusus di Unsrat pak? Salam.
-ekadj --- In [email protected], Hannie Waworoentoe <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Eka, > Ini cuma berita singkat, tapi kalau riwayat GSSJ Ratu Langie di Serui, semestinya itu panjang dan saya kira masih ada yang masih ingat dan hidup di Serui, sebetulnya waktunya sih lebih muda dari pada sjarah Morotai waktu perang, Secara kebetulan saya ada dua karangan yang agak recent, disusun oleh ibu Lani Sugandi Ratu- Langie, yang pertama Indonesia dalam gelora internasional, tulisan terakhir dari GSSJ, April - Juni 1949, dan yang kedua Sam Ratu Langie di Eropa (1913-1919), kalau Eka mau kumpulkan utk kolleksi akan saya simpan dua kopi ini utk Eka. Sebetulnya yang juga menarik utk saya adalah riwayat dari Josias Ratu Langie, ayahnya GSSJ, yang menjadi guru pertama dari Minahasa yang belajar di sekolah guru di Haarlem, yang mungkin juga sekolah yang sama dari Tan Malaka (hanya pada waktu yang lain) - buku dari Harry A. Poeze (Verguisd en Vergeten) juga dari Leiden, barangkali yang paling lengkap tentang Tan Malaka. Sekalian saya sebut juga Urban > Space land housing during the decolonization of Indonesia (1930- 1960) karangan Freek Colombijn, buku ini saya juga pengen baca tapi mungkin harus ke Jakarta lagi. > Segitu dulu ya Eka. Pak Wawo.

