Selamat Natal dan Tahun Baru untuk para sahabat ..........
  Prof. Waworoentoe, mas Djarot Purbadi , mas Ben Dwiagus 
  serta teman-teman lain yang merayakannya.......... 
  Damai dibumi, damai dihati..........
   
  Selamat Tahun Baru untuk teman-teman milister semuanya ........
  Walau cuaca bumi kita sedang mendung, banjir dan hujan.........tetapi semoga 
tahun-tahun kedepan ini cuaca  kehidupan  ekonomi, politik, sosial,  budaya 
serta tak lupa kehidupan enjinering perencanaan keruangan kita akan semakin 
cerah dan maju saja........... 
   
  Cuaca ideal yang cerah... badan dan jiwa yang sehat ....... negeri yang porak 
poranda......rakyat yang gelisah dengan kehidupan sehari-hari yang 
susah.........
  Mengapa tak b’juang dan membangun negeri dengan  ikhlas serta tekad kerja 
keras demi untuk  para cucu dan cicit  nanti........ dan mengapa tak berhenti  
terus menomorsatukan ego badan diri, dan anak istri sendiri..............
  Padahal bila kita utamakan juang demi bangsa dan negeri ......... Tuhan akan 
selalu b’serta kita ...... Tuhan akan perbaiki tak hanya nasib bangsa kita ... 
namun juga pasti nasib anak istri kita  ....serta last but not least juga diri 
kita......... karena Tuhan bukan tipe Pelupa .......Tuhan Selalu Maha Adil, 
Maha Mengingat dan Selalu Maha Kaya ......... dan amat sangat kecil 
bagiNya....... sekedar mencukupi apa-apa saja permintaan umatNya..........
   
  BagiNya ......... adalah salah besar bila manusia berpikir ......tunjukkanlah 
dulu Kekuasaan-Mu... baru nanti aku mau percaya kepada-Mu........ 
   
  Kata-kata FirmanNya : ".......Percayalah dulu engkau kepada-Ku dengan ikhlas 
dan tanpa ragu .....barulah nanti aku tunjukkan Kekuasaan-Ku dan Kasih-Ku yang 
demikian besarnya kepadamu...........
  Kesombongan dan logika adalah milik-Ku...... bukan milik-mu..........".  
  ...........
  Itulah karenanya  mengapa silih berganti para Nabi utusanNya selalu 
mengingatkan ummat manusia  ......... ikhlaskanlah dirimu dan aktivitasmu 
bagi-Nya..... ... maka nanti akan dijamin dicukupkan olehNya....... semua 
kebutuhanmu, kebahagianmu, bahkan juga apa-apa untuk anak istrimu ............
   
  Kebahagiaan dan kemuliaan  hidup adalah bukan  benda konkrit  buatan pabrik 
dan industri oleh manusia  untuk bebas dibeli... dikejar  dan dipertandingkan 
......... tapi ia adalah MilikNya .... yang hanya akan dapat diperoleh manusia  
 dengan   cara tukar-menukar keikhlasan dan perjuangan kita bagi sesama demi  
untukNya  serta atas-namaNya...... dan barulah ia nanti akan diturunkanNya 
kepada kita manusia............. ..
  ..................
  Para pendahulu yang merintis kemerdekaan negeri ini banyak yang meregang 
nyawa sambil  tak pernah  menyaksikan proklamasi kemerdekaan kita ...... mereka 
tak pernah terima sepatu, baju seragam serta tanda kenal kesatuannya .........
  Mereka tak 'kan pernah hadir sendiri diundang keistana, disorot kamera  dan 
terima tanda jasa kepahlawanannya...
  Mereka tak pernah terima pensiun hari tuanya ......... tak pernah berinternet 
dan dikirim belajar S2 kemana-mana  agar kehidupan sehari-hari mereka keren, 
mewah dan mentereng ....... lebih dari manusia-manusia bodoh, susah dan kumal 
disekitarnya......
   
  Tetapi disana ....... mereka akan disambut oleh para malaikat-Nya...dengan  
kidung  selamat datang dan sukacita........
  Baju lusuh, daki, keringat serta debu dijari kakinya telah musnah sirna...... 
berganti dengan  baju sutra keemasan, bau wangi serta terumpah indah dikakinya 
................
  .............
  Kemarilah kau hai anak manusia ........ yang telah gadaikan semua keindahan  
masa mudamu dan kebahagiaan hari tuamu  demi negerimu dan masa depan 
cucu-cicitmu......... 
  Lupakanlah dunia yang sombong dan  tak pernah mendengarmu........  
  Lupakanlah dunia  yang egois,  yang tak suka kerja keras dan tak suka juang 
ikhlas sepertimu...... yang padahal perhatikanlah........ . mereka nyatanya  
tak akan dapatkan bahagia dunia dan akhirat yang seutuh dan seindah sepertimu 
..............
  ..................
  Indonesia yang lama porak poranda ....... bencana  krisis rupiah 98  yang 
justru mampu menumbangkan kekuasaan tiran yang  lama membelenggunya......  
reformasi yang karenanya lahir ....dan wajar kalau  diawali penuh  dengan  
ekses dan eforia........ kesadaran yang semakin meningkat........ 
perubahan-perubahan menuju kebaikan yang walau alot tetapi semakin nyata  dan 
dekat ..... dan 'peroleh penghargaan internasional  yang semakin 
meningkat.........
   
  Ayolah bersatu bekerja keras... ayolah ikhlas....  yang padahal pasti akan 
dijamin berlipat ganda upahNya olehNya..... tanpa kita pernah 
dilupakanNya........tanpa kita pernah dicurangiNya dan dirugikanNya... walau 
hanya  barang sesenpun.... olehNya........Karena ia Maha Kaya dan Maha Mulia 
.... dan dihadapanNya..... kita tak lebih  hanyalah ummat yang  amat rendah dan 
hina dina............
   
  Wassalam,
  aby
   
   
   
   
   

       
---------------------------------
Looking for last minute shopping deals?  Find them fast with Yahoo! Search.

Kirim email ke