Milister  semuanya ysh,
   
  Belum lama saya dapat masukan berharga dari sahabat saya pak Risfan Munir 
.... Kaitannya dengan pekerjaan  Kompilasi......
  Saya juga ingat moderator kita pak Eka periodically sering juga nanyain 
kemilis kita ini ... Kompilasi baru ... Apa sudah ada?.... 
  Walau pertanyaan belum tentu kesaya... Saya sebenarnya sebel juga 
(hehe..).... Dengan itu saya  lalu seperti merasa punya PR atau beban hutang 
tersendiri ... Sebab kalau yang lain nggak kunjung pada bikin ... Maka saya 
seperti ‘mau tak mau’ harus membuatnya juga ... Demi menyenangkan hati sahabat 
saya si pak Eka itu.....
   
  *           *           *
  Kata pak Risfan ..... Kompilasi yang berisi debat ‘seru’ pada dasarnya adalah 
sebuah produk ‘talk show’ juga..... Menurut beliau  bagaimanapun  tetap ada 
unsur didaktiknya.... selain juga hiburan katanya (wah kaya artis aja).......
  Sebagai orang LSM... saya sebenarnya selalu lebih prefer berpikir pragmatisme 
.... Dan sebenarnya tak perduli dengan seni Talk-Show atau  hiburan itu....  
Artinya “yang penting ada konkretisasi perbaikan pembangunan bagi rakyat yang 
benar nyata” dan “seyogyanya sesegera mungkin”.. Dan “bukannya bertele-tele 
berdebat”...... Karena rakyat sudah terlampau lama babak belur........ 
  Bagi saya ... Talk Show yang  setengahnya atau sepersekiannya tak lebih dari 
sekedar tontotan atau hiburan itu... Kaitannya dengan Konkretisasi bagi rakyat 
sering masih jauh dan  tak jelas........
  Tapi akhirnya saya pikir... Siapa tahu Talk Show adalah sebuah jalan panjang 
menuju ‘Konkretisasi Pembangunan bagi Kesejahteraan Rakyat’ yang saya inginkan 
itu......
  Karena itu saya sekarang mulai pikir dan harus belajar .... Bagaimana 
mencita2kan konkretisasi pembangunan bagi kesejahteraan rakyat ... Dengan 
antara lain melalui perdebatan panjang dimedia milis (kalo ada partnernya)......
   
  *           *           *
   
  Menurut  Pak Risfan ... Model debat seyogyanya tidak seperti acara 4-Mata 
Thukul Arwana  ... Tapi bisa nggak lebih mirip seperti “Kick Andy’ katanya.... 
  Sang pembawa acara agar tidak memborong sebanyak2 wacana... Dan kurang 
memberi kesempatan pada pemapar lain untuk juga ‘agar banyak bicara’ (.. 
padahal  kalo dimilis kesempatan khan sangat luas ya? ..Tak ada batasan waktu/ 
space.... Dan padahal nampaknya yang lain hanya pada ogah bicara/ atau tak 
sempat  menulis banyak saja khan ya?.. hehe..).....  
  Juga kata beliau... Kalo perlu harus ada moderatornya (sebaiknya sih memang 
gitu ya?).... Yahh.. satu masukan berharga yg harus  dihormati dan diingat 
selalu ......
   
  *           *           *
  Diposting  terakhir saya mendapatkan kembali milister tangguh dan berat.. mas 
Koko.. yang sudah beberapa waktu ‘ngilang’ kembali muncul dan rajin 
menyanggah...Padahal sebenarnya saya mau berdikusi  ‘minimalis’ saja... Tak mau 
berpanjang2 (ini mau ikutin nasehat dari pak Wawo)..... Tapi saya jadi bingung 
juga ya......
  Saya pikir harus coba nasehat pak Risfan  juga ya (talk show?)..... Terpaksa 
harus berdebat panjang ... (jadi mohon maafkan saya ya bagi yang kurang 
berkenan ..hehe..)...........
  Jadi saya akan coba lupakan pragmatisme.... Coba tempuh jalan panjang menuju 
cita2 konkretisasi pembangunan .....Siapa tahu memang hanya itu saja jalannya 
saat ini.........  
   
  Wassalam,
  aby

       
---------------------------------
Never miss a thing.   Make Yahoo your homepage.

Kirim email ke