Bu Any ysh, Memang masalah perbatasan kabupaten saat ini sudah mulai mencuat ke permukaan. Tidak hanya batas daerah, tetapi juga batas wilayah, kawasan, atau ruang tertentu saat ini membutuhkan delineasi yang pasti, terukur dan tergambar di atas peta serta dikenali di lapangan. Kebijakan tidak cukup menguraikan kriteria-kriteria, yang cenderung menimbulkan penafsiran yang beragam. Sebaiknya kriteria-kriteria itu cukup beredar di seputaran kampus saja, menjadi bahan pembelajaran dan paradigma. Batas ruang harus terdefinisi, ketahuan meridian line-nya. Tahun lalu di Asmat saya memperhatikan anak-anak muda aktivis pembangunan mengalungi gps setiap jalan kemana-mana. "Kami ingin akurkan koordinat batas-batas hutan di Papua, khususnya Asmat", sahut temannya Pak Kandipi.
Sebaliknya beberapa tahun yang lalu ketika saya memperhatikan proses penentuan 'batas kawasan metropolitan' Bandung, saya terperangah bila metodenya ternyata sangat sederhana. Cukup diambil dari batas-batas kecamatan dalam setiap kabupaten; sehingga diperolehlah ruang metropolitan yang gigantik mencakup beberapa kabupaten dan kota. Saya pada waktu itu sempat menyarankan, kalau tidak bisa mengukur berdasarkan secara fungsional kawasan terbangun, paling tidak berdasarkan batas desa-lah. Bahan pembelajaran dan paradigma itu sangat ditunggu-tunggu di dunia nyata. Karena kalau tidak, sulit menilai kesalahan dan kekurangan, sebagaimana disebut Pak BTS. Kembali ke Suru-suru, sebenarnya akhir tahun lalu sempat diwacanakan di forum provinsi. Sebuah himbauan bila Pemprov dapat berperan aktif dalam memediasi permasalahan perbatasan kabupaten ini. Termasuk suatu alternatif bila kawasan seperti Suru-suru itu dapat ditetapkan sebagai Kawasan Strategis Provinsi. Apalagi mengingat kandungan fungsi <http://groups.yahoo.com/group/referensi/message/4112> yang akan diembannya. Sementara demikian dulu. Salam. -ekadj --- In [email protected], any susiani <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Bercerita tentang Suru-suru adalah hal yang rumit. Ibukota distrik yang diperebutkan oleh > Kabupaten Yahukimo dan Kabupaten Asmat. Kedua kabupaten mengklaim daerah tersebut > termasuk dalam wilayahnya. Bahkan Kabupaten Asmat telah merencanakan Suru-suru sebagai > ibukota Kabupaten, memindahkan dari Agats, karena Suru-suru dianggap sebagai daerah yang > paling kering dan layak untuk dapat dikembangkan. > Saya sendiri sudah sampai di Suru-suru November tahun lalu. tempatnya masih sepi > belum berkembang tapi pemerintah kedua kabupaten berlomba untuk menyediakan fasilitas > buat masyarakat Suru-suru. Perumahan untuk penduduk telah dibangun oleh Departemen Kesehatan > melalui kerjasama dengan Kabupaten Asmat. Sedangkan jalan dari Suru-suru menuju Ibukota Kabupaten D

