Mas BTS ysh, Trims atas koreksinya..... anda benar...... saya membuat satu kesalahan yang cukup fatal disini..... Saya telah menafsirkan suku kata Kapuas sebagai Sungai Kapuas yang jauh di Kalbar... padahal adalah Kuala Kapuas didekat Banjarmasin....... sehingga saya telah salah menafsirkan DAS Kakab sebagai kawasan pembangunan yang demikian luasnya (dengan panjang pantai sampai 600-an km)..... padahal aslinya jauh tidak seluas itu..... Tentang Sampit dan Pangkalan Bun .. tentu saja itu adalah jauh diluar batasan (lama) DAS Kakab........ Saya hanya mengutipnya saja dari media (27 Mei 08) ... dimana dikatakan bahwa setelah jumpa dengan DPR.... DAS Kakab termasuk yang direncanakan dikoreksi oleh pak Dirjen DJPR itu..... ialah dimana dikatakan :
........Sekretaris Tim Teknis Badan Pengembangan Kapet Imam S. Ernawi menyatakan, Departemen PU akan mengambil 3 langkah setelah mengkaji masalah kapet ini. Pertama, mempertahankan daerah tsb sebagai Kapet. Kedua, mengurangi atau mengoreksi daerah kapet menjadi 5 dengan memprioritaskan pada ketersediaan sumber daya alam dan lokasi strategis dengan ditopang infrastruktur yang memadai. Daerah yang dimaksud yakni kapet di Das Kakab diubah ke Sampit hingga Pangkalan Bun lalu Kapet Batui menjadi Kapet Palu dsk.nya............. dst.. Jadi posting saya Diskusi Mezzo dan Kapet (4) ada kesalahan didalamnya........ Sekali lagi trims mas BTS gelar Putra Palangkaraya atas koreksinya......... Sementara demikian dan salam, aby Bambang Tata Samiadji <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Ysh. Pak Aby. Pak Aby, di Kalimantan Tengah itu ada 6 sungai besar. Kalau kita urut dari Barat ke Timur : 1. Sungai Kotawaringin, yang menghubungkan kota Pangkalan Bun (Kab. Kotawaringin Barat) 2. Sungai Seruyan, yang menghubungkan kota Kuala Pembuang (Kabupaten Kotawaringin Timur) 3. Sungai Mentaya, yang mengubungkan kota Sampit 4. Sungai Katingan, yang menghubingkan kota Kasongan 5. Sungai Kahayan, yang menghubungkan kota Palangkaraya 6. Sungai Kapuas, yang menghubungkan kota Kuala Kapuas Sedangkan Sungai Barito itu sebagian di Kalimantan Selatan bergabung dengan Sungai Martapura yang menghubungkan kota Banjarmasin. Jadi DAS KAKAB (di Kawasan Timur-Kalteng) itu tidak ada hubungannya dengan kota Sampit dan Pangkalan Bun (di Kawasan Barat-Kalteng). Thanks. CU. BTS. ----- Original Message ----- From: hengky abiyoso To: [email protected] Cc: [EMAIL PROTECTED] Sent: Tuesday, June 10, 2008 5:59 PM Subject: [referensi] Re : Diskusi Mezzogiorno dan Kapet (4) Milisters semuanya ysh, Singkat cerita bahwa kisah 13 Kapet lalu dikoreksi akan menjadi 5 Kapet saja ......dimana untuk itu dilakukan 3 macam langkah..... yaitu kesatu akan dipertahankan proyek itu tetap sebagai Kapet......., langkah kedua, menseleksi dan hanya menyisakan 5 kapet saja ........ dimana disitu diprioritaskan pertimbangan ketersediaan SDA, lokasi strategis serta dukungan infrastruktur yang telah ada (artinya bukan infrastruktur nyaris nol)......, dan alternatif ke-3 memperkecil luas wilayah daerah yang menjadi Kapet........ Maka koreksi itu seperti kita lihat ....... salah satu contohnya adalah....seperti pertama....... Kapet DAS Kakab...... Kalau tak salah... Kapet DAS Kakab adalah singkatan dari Kawasan pertumbuhan ekonomi Daerah Aliran Sungai Kapuas, Kahayan dan Barito....... Kita lihat itu adalah semula kawasan pembangunan yang demikian luasnya meliputi kawasan dengan panjang pantainya saja tak kurang dari 600-an km....... Demikian berat medannya.......banyak muara sungai yang lebar dan rawa-rawa.... antara Sampit dan Banjarmasin sekitar 100-an km depan pantainya banyak reef sehingga banyak pantainya tak mudah didarati ....... tak seramah seperti Pantura Jawa yang hampir semua bagian pantainya dapat didarati perahu dan menjadi pemukiman... karena pantainya yang rata-rata landai dan berpasir..... Das Kakab sangatlah kurang infrastruktur pendukungnya......... maka Kapet itu akan diperkecil wilayahnya menjadi antara Sampit hingga Pangkalan Bun.....yang memang walau itu masih juga cukup berat.... tetapi setidaknya itu sudah jauh lebih masuk diakal dibanding dengan rencana ambisius sebelumnya yang nampaknya lebih bermodalkan semangat saja...... dan sejak awalpun sudah lumayan jauh dari logika keberhasilan....... Dengan koreksi, disitu nampak bahwa setidaknya bila semula Das Kakab itu meliputi panjang pantai tak kurang dari 600km..... maka kawasan pengembangan ekonomi itu kini dipersempit menjadi sekitar antara Sampit dan Pangkalan Bun saja yang panjang pantainya menjadi sekitar 200-an km saja....... dan diharapkan dua titik pertumbuhan kota Sampit dan kota Pangkalan Bun itu akan relatif lebih menarik, lebih aglomeratip dan lebih masuk diakal untuk mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan ditengah diantara keduanya.........

