Pak Aby dan rekans,
 
Ini saya mau menggoda saja. Kok kayaknya tiap ada masalah penataan ruang, entah 
betul, entah karena rumit akarnya. Tuduhannya kok selalu "pengusaha serakah". 
 
Tapi dalam rencana milik Pemkot/Pemprov apa memang ada ruang bekerja untuk 
sektor informal, the poor? Kalau ada, kan swasta bisa dipaksa nurut, kalau 
tidak nurut ya ditindak. Disiarkan ke publik. Kalau memang tak ada, ya swasta 
gak salah dong tidak memberi tempat.
 
Kalau memang tidak ada alokasi ruang untuk the poor, terus mereka berupaya 
sendiri. Sebagai PKL atau menggunakan rumahnya untuk warung. Lha kok 
diuber-uber, dibongkar petugas keamanan kota, dengan tuduhan melanggar rencana 
tata ruang. 
Apakah swasta yang salah lagi - yang gurem, yang kecil, sedang, yang besar?
Siapa sih swasta itu? Jangan-jangan 85% dari warga kota.
 
Jangan-jangan rencana tata ruang memang hanya pas untuk developer? Usaha 
rumahan digrebek supaya pindah ke ruko-rukan yang dibangun developer? Alasannya 
mau ngundang investor?
 
Salam,
Risfan Munir

--- On Mon, 6/16/08, hengky abiyoso <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

From: hengky abiyoso <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: [perkotaan] Re: Re: Geser Dikit Kekota Re: Ikan Indonesia Masuk ke 
Rumpon Malaysia
To: [email protected], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED]
Date: Monday, June 16, 2008, 4:08 AM







Pak Abimanyu ysh,
 
Hehe.. maap........ ..saya takut kali yang ini kita bisa  “nggak saling 
nyambung”.... ...
Khusus yang menyangkut “diskusi dengan contoh ‘kawasan sudirman” antara saya 
dan pak Risfan ... ini  memang ‘sedikit bergeser’  kemasalah 
 ‘urban space also for the poor’ yang mengambil contoh mikro seperti 
tentang tak adanya/ amat kurangnya  fasilitas makan siang untuk karyawan 
kecil di SCBD/Kuningan itu.....  sekedar menggambarkan bagaimana kalau 
sebuah kawasan strategis kota dalam space yang demikian luasnya lalu diserahkan 
“seluruhnya” dan “sepenuhnya” kepada swasta...... dengan  ‘watak khas’ 
developer swasta  ‘overcommercializati on’ .... tentu bisa nyaris tak ada 
lagi fasilitas memadai  untuk sikecil (walau pake dasi) dikawasan CBD kota 
besar ......  masalah ini juga dulu sekali pernah dikemukakan oleh pak 
Risfan juga ........ 
Tentang  kekhawatiran anda  tentang ’contoh terbatas’ .... Saya 
 berupaya membatasi posting saya agar tak kepanjangan. ..... agar para bos 
yang masih berkenan membaca tidak sebel.... jadi saya tak leluasa menuliskan 
apa saja pada satu posting..... ..
 
Salam,
aby

abimanyu takdir alamsyah <[EMAIL PROTECTED] com> wrote: 


Pak Aby ysh,



Recent Activity


 1
New MembersVisit Your Group 


Y! Messenger
All together now
Host a free online
conference on IM.

Yahoo! Groups
Wellness Spot
A resource for Curves
and weight loss.

Yahoo! Groups
Familyographer Zone
Learn how to take
great pictures.
. 
 














      

Kirim email ke