Sudah ada gerakan serupa, malah lebih dulu... http://www.b2w-indonesia.or.id/
sayangnya ... minim perhatian pemerintah... Sekolah calon planner pun kurang sensitif terhadap hal ini... apa ada sekolah planner yg mensyaratkan ada-nya jalur pesepeda dalam merencanakan kota? bagaimana dengan menghitung kapasitas pedestrian? tapi kurikulum PT selalu memastikan setiap lulusan-nya mengetahui bagaimana kapasitas jalan raya perlu dibangun.... agar tidak macet katanya... kurikulum menghasilkan indikator-2 kinerja jalan dibandingkan dengan kemampuan jalan menampung mobil. tapi jarang sekali membahas kapasitas jalur utk pe-sepeda. jadi, sejak mahasiswa sudah dididik untuk memastikan bahwa si-kaya, pemilik mobil, dapat bermobil lebih nyaman... kurikulum kita berpihak pada mobil, perencanaan infrastruktur kota kita pun idem ditto... tidak pada sepeda... walhasil, ketergantungan thdp BBM terjadi secara sistematis, full circle.. sebelum Busway... trayek angkutan pun domain-nya swasta... swasta yg bikin proposal trayek, jumlah armada dll... pemerintah jualan izin... dan terus perlebar jalan agar mobil si kaya bisa kencang melaju.. menyemburkan asap knalpot utk dihisap si-miskin... yg mau naik sepeda, dipersilahkan mempertaruhkan nyawa di jalan... karena rambu-2 keselamat tdk ditujukan bagi-nya... disuruh beradu dengan mobil si kaya yang makin kencang... si kaya diperbolehkan sedot BBM bersubsidi... dan selalu dapat alokasi anggaran utk pelebaran dan pembangunan jalan baru (perkotaan... kalau jalan utk rural access sih ok.. meskipun lama-2 jadi urbanized juga)... yg tdak mampu beli mobil/motor... silahkan sedot asap knalpot-nya saja... kita-pun lebih sering membahas kemacetan daripada keberadilan menggunakan ruang publik... salam, -K- 2008/6/16 Delik Hudalah <[EMAIL PROTECTED]>: > Negara terkaya dan terkenal dengan kecintaan warganya terhadap mobil > (kendaraan pribadi), kini mulai bergeser ke sepeda, seiring dengan > kenaikan > BBM<http://www.detiknews.com/indexfr.php?url=http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2008/bulan/06/tgl/16/time/015517/idnews/956721/idkanal/10>(klik > judul 'BBM naik ...' di bawah teks utama). Mudah-mudahan masyarakat > dan pemerintah Indonesia juga memikirkan ide perubahan budaya menglaju > yang lebih hemat, efisien, berwawasan lingkungan, sehat, produktif, dan > adil. > > Salam, > > Delik > > -- Harya Setyaka Duren Tiga Selatan 89 Jakarta Selatan 12760 Cell : +62 815 607 0927 T/F : +62 21 7997039 INDONESIA

