Hengky dan jelas juga Eko, hampir saya mau bilang rekan-rekan Foucauld ian, karena saya punya firasat bahwa barangkali kita semua harus mengakui bahwa kita mutlak menjadi produk post modernisme, yang barangkali bakal disangkal oleh rekan Risfan yang masih terpuruk juga dalam 'governmentality ' atau rada lain dikit kalau di eja secara francophile governmentalite mestinya pake tanda ' diatas huruf e terakhir kan Eko, tapi pasti kita harus terima kasih kalau Eko bisa terjemahkan atau lebih baik kunyah ngemut buku Foucault Eko apa betul ini Michel Foucault (1926-1984) yang terutama membahas buku-buku 'archeological' namun inaugural lecture nya adalah 'The Discourse on Language' (1971). Yah memsaya kutip dari buku the Oxford Companion on Philosophy, memang buku-bukunya Foucault itu rada menggelitik (The Will to Knowledge (1976), lantas lebih ambisius History of Sexuality . Barangkali Eko bisa jelaskan langsung context post-modernism (tapi jangan dalam bahasa Perancislah. Diam-diam saya sungguh terkesan lihat pembebasan dan sambutan Preiden Sarkozy untuk Ingrid Bettancourt, baru-baru ini di televisi. Tapi kalau terrorism di Colombia itu memang teperdaya oleh tentara Columbia, wah itu memang merupakan prestasi, kelihatannya bisa punya pengaruh positip di beberapa front lain. Tapi issue-issue ekonomi atau bbm dan makanan dan masalah lingkungan masih lebih mencekam. Bagaimana sebetulnya masalah kemiskinan struktural itu, bukan engga ada gunanya di entaskan, honestly we still need poverty that will make us smart instead of affluence that will make us stupid. Oklah saya engga mau bikin discourse baru lagi, Hengky dan teman-teman sudah cukup banyak habisin pulsa atau bytes. Tapi sebetulnya juga tidak habis cuma sekarang sudah jadi file atau record, tinggal di edit saja itupun kan sudah ada robotnya. Katanya di Argentina diketemukan film dari orang Jerman Fritz Lang yang pernah bikin film sf (science fiction) yang menggambarkan masyarakat yang udah bisa pakai robot yang juga bisa melayani kebutuhan seksual, namun juga bisa diprogram menurut rumus demografi. Well ini masih histoire cinematographique tapi entah sekarang sudah ada juga mesin-mesinnya. Saya baca di THe Economist June, sudah ada mesin CAD yang baru Building Information Modelling (BIM) yang sekaligus tidak saja bikin image bangunan yang lengkap tapi bisa juga bikin anggaran dan kemungkinan kesalahan atau deteksi kesalahan dini. Yah pasti ada arsitek yang sekaligus bikin rencana yang punya strategi politiknya, kira-kira ini mungkin yang rekan Roos Akbar mau bikin dengan jurusan Public Policy Design. Ah rada cape bikin-bikin kurikulum lebih enak kasih kepada robot. Well udah malam nih selamat berjoang. Pak Wawo.

