Potret Hitam Energi Nasional
Oleh : Em. Lukman Hakim, BP Jatam dan Dosen Unija Madura
Dimuat Di Harian KONTAN Rabu 6 Agustus 2008
Sebanyak 23 asosiasi industri yang menolak kenaikan tarif dasar
listrik (TDL) meminta agar pemerintah menjalankan kewenangannya untuk
mengatasi kesulitan keuangan PT Perusahaan Listrik Negara (PT PLN).
Opsi yang bisa diambil adalah memenuhi subsidi listrik dan membenahi
kebijakan energi primer. (Kompas, 5 Agustus 2008)
Penolakan di atas tidak saja mengancam animo investasi di negri ini,
akan tetapi merupakan rangkuman atas ketidaksanggupan pemerintah
memastikan ketahanan energi nasional. Fakta ini berkebalikan dengan
eksploitasi minyak dan gas (migas) yang sudah berlangsung empat dasa
warsa. Kebijakan keruk habis sumber-sumber energi tanpa
mempertimbangkan pencadangan energi untuk generasi mendatang membuat
negeri ini dilanda krisis. Anehnya, pemerintah malah terus menjual
blok migasnya. Dari 50 blok migas yang ditenderkan tahun ini, 25 blok
telah ditawarkan pada 30 Mei lalu, sisanya pada Oktober mendatang.
Berita selanjutnya dapat dibaca di www.jatam.org
--------------------------------------------------------------------
Informasi lain terkait dengan advokasi pertambangan mineral dan
energi dapat dilihat di www.jatam.org
Dapatkan update informasi dari website kami dengan mendaftarkan
alamat email anda sebagai anggota Info Kilat JATAM yang ada di bagian
kiri dalam website kami.
===================================
Luluk Uliyah
Sekretariat JATAM
email : [EMAIL PROTECTED]
Jl. Mampang Prapatan II/30 Jakarta Selatan
Telp/Fax. 021- 794 1559
===================================