Halo Pak Wawo, wah agaknya Pak Wawo nyentil saya koq lama saya
tidak menyapa Pak Wawo. Sehat saja Pak? Ya..ya..maaf saya selama ini
sangat jarang nimbrung perbincangan tentang tata ruang. Setiap kali mau
nimbrung, urung lagi urung lagi. Maklum lah yang saya hadapi (pekerjaan)
aneh-aneh ada soal tentang Carbon Credit, Invetasi Daerah, pengembalian
pinjaman PDAM, dsb dan agak menjauh dengan tata ruang. Tapi saya senang
saja. 

Tentang Sarangan Pak, memang dari Madiun ke Magetan
masih lurus dan semakin lebar. Tapi sudah bahaya karena sering terjadi
kecelakaan. Sedangkan mulai Ngerong sampai Sarangan masih berkelok, tetapi
zigzagnya tidak senikmat dulu. Maklum sudah banyak bangunan rumah dan
cukup ramai dengan sepeda motor. Kalau dari Sarangan ke Solo sekarang
lumayan ada jalan alternatif yang tidak begitu menanjak. 

Tapi
Pak, kalau ke Telaga Sarangan, saya sedih. Selain debit airnya jauh
berkurang, banyak bangunan-bangunan hotel dan bangunan lain berada di
pinggir telaga itu. Betul-betul tata ruangnya kacau. Masyarakat tersisih
untuk bisa menikmati telaga yang indah itu. Setiap lebaran, saya masih
tetap ingin menikmati Sarangan... hanya sekedar minum wedang ronde. 

Pak saya pada bulan puasa ini baru saja membaca "Beriman
Tanpa Rasa takut, Tantangan Umat Islam Saat Ini" oleh Irshad Manji.
Saya geleng-geleng kepala membacanya. Hizbut Tahir bisa marah kalau
membacanya. Luar biasa itu cewek. Sebetulnya kita punya orang macam Manji
ini, namanya Ahmad Wahid dalam bukunya "Pergolakan Pemikitan
Islam". Ia bisa lebih hebat dari Manji. Sayang ia meninggal akibat
kecelakaan pada usia muda. 

Thanks Pak. Salam sejahtera. CU.
BTS. 


----- Original Message ----- 
From: Hannie
Waworoentoe 
To: [email protected] 
Sent: Tuesday,
September 09, 2008 2:47 PM 
Subject: Re: [referensi] Bengkok-Lurus


Bambang TS, Ini memang response yang rada lambat mengenai
jalan yang lurus dan yang bengkok, walaupun masih dalambulan Puasa -
sederhana dan singkatnya jalan dari Sarangan lewat Ngerong pasti bengkok
bengkok, dari Magetan terus ke Madiun jelas sudah lurus, apalagi kalau
sudah sampai jalan Sudirman di Madiun, waktu bulan lalu semestinya saya ke
Bukittinggi dan Padang lihat benteng Bonjol, tapi karena tidak ada budget
airline dari Singapura ke Padang yah terpaksa lewat Jakarta nah kalau
budget saya cuma sebagai pensiunan lebih mudah langsung ke Bandung lantas
kepingin ke Sarangan itu nostalgi saya lebih 50 tahun lampau, yah Sarangan
sekarang sudah agak lain tapi jalan ke Ngerong masih hampir sama apalagi
Magetan Madiun, mudah-mudahan saya masih terus akan menikmati jalan lurus
dan bengkok di kota asal Bambang TS. Pak Wawo 


Kirim email ke