Buat yang akan mudik kearah Cirebon, mungkin memerlukan info ini.....titidj
ya.....met lebaran.
Salam - 2ny
--- On Fri, 9/26/08, connie carolina <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
From: connie carolina <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: Info buat yang mudik lewat cirebon (dr milis tetangga)
Date: Friday, September 26, 2008, 1:50 AM
Tetap happy saat terjebak macet di Cirebon
Seperti tahun-tahun sebelumnya Kabupaten Cirebon adalah jalur tersibuk dan
terpadat di masa arus mudik dan balik lebaran. Hal ini dikarenakan Kabupaten
Cirebon adalah perbatasan wilayah Jawa Barat dan Jawa Tengah di jalur pantura.
Namun kepadatan jalur lalu lintas di wilayah Kabupaten Cirebon jangan terlalu
dikhawatirkan karena para pemudik dapat beristirahat sejenak sambil berwisata
di Kabupaten Cirebon. Mulai dari wisata rohani, wisata belanja sampai wisata
kuliner.
Kepada para pemudik dihimbau untuk berhati-hati dalam menjalankan kendaraannya.
Beristirahatlah apabila terasa lelah/ngantuk. Udara Cirebon sangat panas dan
matahari bersinar sangat terik. Untuk itu pastikan AC kendaraan berfungsi
dengan baik. Kalaupun kendaraan tidak dilengkapi dengan AC, agar tetap dalam
kondisi yang fit selama perjalanan, sempatkan untuk beristirahat di mesjid, di
tempat-tempat rindang lainnya atau mampir sejenak ke tempat wisata di Kabupaten
Cirebon.
Berikut ini jalur padat yang rawan macet namun dapat dimanfaatkan para pemudik
untuk beristirahat sambil menikmati kekhasan Kabupaten Cirebon:
- Pasar Celancang
Kemacetan di sekitar Pasar Celancang terjadi karena adanya pasar tumpah. Hari
pasaran adalah hari Jumat namun menjelang lebaran, jalur di sekitar pasar ini
kerap dilanda kemacetan karena banyaknya masyarakat yang berbelanja ke pasar
tersebut dan juga volume arus lalu lintas yang kian padat.
Dari arah Jakarta/Indramayu, sekitar 2 km sebelum Pasar Celancang, tepatnya di
sebelah Kantor Kecamatan Suranenggala terdapat Tempat Pelelangan Ikan (TPI).
Pemudik dapat menjumpai hasil laut segar yang baru diturunkan dari
kapal/perahu, biasanya mulai pukul 13.00 hingga sore hari.
- Makam Sunan Gunung Jati
Sekitar 1 km dari Pasar Celancang, para pemudik akan melewati Kompleks Makam
Sunan Gunung Jati. Di sini, para pemudik dapat berwisata rohani dengan
melakukan ziarah kubur ke makam Sunan Gunung Jati dan istrinya yang berasal
dari Tiongkok, Putri Ong Tien. Pada hari-hari biasa, kompleks makam ini banyak
dikunjungi oleh peziarah dari seluruh nusantara.
- Pasar Tegal Gubug
Apabila di pertigaan Celeng-Indramayu pemudik mengambil jalur belok kanan
menuju Palimanan, maka pemudik akan melewati Pasar Tegal Gubug. Daerah ini
rawan macet terutama saat hari pasaran yaitu hari Selasa dan Sabtu.
Pasar Tegal Gubug-Arjawinangun dikenal sebagai sentra penjualan tekstil
terbesar di Asia Tenggara. Para pemudik dapat berbelanja aneka tekstil, mulai
dari kain meteran/kiloan sampai pakaian jadi dengan harga yang lebih murah.
Sekitar Tegal Gubug, di Desa Gegesik Wetan Kecamatan Gegesik (sekitar 7 km dari
Pasar Tegal Gubug) terdapat sentra Lukisan Kaca.
Masih di wilayah Arjawinangun, di Desa Slangit, dapat ditemui para pengrajin
topeng yang biasa digunakan untuk Tari Topeng, tarian khas Cirebon.
- Pasar Jamblang
Bagi pemudik yang melintasi Cirebon di malam hari, setelah Palimanan, maka akan
melewati daerah Jamblang. Di Pasar Jamblang ini, khususnya di malam hari,
banyak yang berjualan Sega Jamblang (Nasi Jamblang) yang merupakan makanan khas
Cirebon. Nasi jamblang terdiri dari nasi putih yang dibungkus dengan daun jati
dalam ukuran yang kecil, sedangkan lauk pauknya terdiri dari pepes telur
rajungan, otak, semur tahu, jambal asin, semur daging, tahu tempe goreng serta
masih banyak lagi.
Apabila pemudik menggunakan jalan tol (tidak melalui jalur Jamblang), begitu
keluar dari pintu tol Plumbon (Jalan Tol Palikanci) pemudik akan menjumpai
Sentra Industri Rotan Terbesar di Dunia, yaitu Desa Tegalwangi dan sekitarnya.
Para pemudik dapat berbelanja aneka produk rotan kualitas ekspor dengan harga
yang relatif murah, mulai dari furnitur, souvenir sampai pernak-pernik hiasan
rumah.
- Pasar Pasalaran Plered
Setelah melewati daerah Tegalwangi, para pemudik biasanya terjebak kemacetan di
Pasar Plered. Dari arah Tegalwangi, pasar ini terletak di sebelah kiri
perempatan lampu merah. Apabila belok kanan menuju Kompleks Perkantoran
Pemerintah Kabupaten Cirebon di Sumber sedangkan belok kiri menuju Desa Wisata
Belanja Batik Cirebonan, Trusmi.
Di Desa Trusmi, dapat dijumpai banyak home industry yang menjual batik khas
Cirebon. Sentra batik ini akan lebih ramai pada akhir pekan oleh pembeli yang
datang dari luar kota dan luar negeri. Motif batik yang terkenal dari kawasan
ini adalah motif Mega Mendung.
Apabila pemudik ingin memasuki kawasan batik namun enggan terhadang kemacetan
pasar, tidak perlu belok kiri setelah melewati perempatan lampu merah Pasar
Plered. Dari perempatan tersebut berjalan sekitar satu kilometer, di sebelah
kiri ada Jalan Panembahan. Di Panembahan banyak juga dijumpai showroom dan home
industry . Desa Panembahan ini, masih bersebelahan dengan Desa Trusmi,
karenanya ada jalan yang menghubungkan kedua kawasan ini.
Apabila masih punya waktu, dari Trusmi para pemudik dapat meneruskan perjalanan
ke Desa Kaliwulu. Desa ini dikenal sebagai sentra industri mebel kayu. Jangan
khawatir kesulitan membawa barang yang dibeli karena barang yang dibeli
tersebut bisa diantar ke rumah pembeli, bahkan pembeli yang berasal dari luar
kota.
- Pasar Kue Setu
Tidak jauh dari Pasar Plered, para pemudik akan kembali dihadang kemacetan
Pasar Kue Setu. Kue-kue yang penjualannya tersebar hingga ke hampir seluruh
Indonesia dan kebanyakan berupa cemilan ini diproduksi oleh industri rumahan di
Desa Setu dan sekitarnya.
Cemilan khas cirebon yang banyak dijual bernama unik, diantaranya kerupuk kulit
kerbau/rambak, kerupuk melarat, kerupuk geol, kerupuk upil, kerupuk gendar,
kerupuk jengkol, jagung marning, rengginang mini, emping, kelitik, kue atom,
maypilow, kembang andul, ladu, simpil, gapit, otokowok, opak, welus, sagon dan
masih banyak lagi.
Di sepanjang jalan Plered-Setu- Tengah Tani ini para pemudik juga dapat
menikmati makanan khas Cirebon di daerah asalnya, yaitu Empal Gentong Plered
sebagai hidangan berbuka puasa. Empal di Cirebon berbeda dengan empal pada
umumnya, yaitu tidak berbentuk kering seperti gepuk namun empal gentong ini
sekilas mirip gulai sapi dan dimasak dengan menggunakan gentong dan kayu bakar.
Sekarang empal gentong dibuat variasi, Empal Gentong Asem, yaitu empal dengan
kuah bening dan terasa asam menyegarkan, sangat cocok untuk mereka yang
menghindari kuah santan.
Selain kue cemilan, di sekitar Pasar Setu ini banyak pula dijual sandal karet
dan kulit. Penjualan sandal produksi industri rumahan ini sudah menyebar hingga
ke pelosok nusantara.
Di sepanjang jalan Plered-Setu- Tengah Tani ini para pemudik juga dapat
menikmati makanan khas Cirebon di daerah asalnya, yaitu Empal Gentong Plered
sebagai hidangan berbuka puasa.
Di Kecamatan Tengah Tani ini terdapat pula sentra kerajinan kulit kerang yang
sangat pas untuk dibawa sebagai souvenir/oleh- oleh bagi kerabat. Kulit kerang
ini diolah sedemikian rupa hingga dibuat menjadi lampu, bingkai, hiasan
dinding, vas bunga dan masih banyak lagi.
- Pasar Gebang
Kemacetan terparah di wilayah Kabupaten Cirebon biasanya terjadi di sekitar
Pasar Gebang. Hal ini terjadi karena pasar tumpah. Di sepanjang pasar ini para
pemudik juga dapat berbelanja aneka jenis ikan laut segar.
Sekitar 5 km dari Pasar Gebang, di sebelah kiri, dapat dijumpai Pasar Bawang,
yang akan sangat ramai pada masa panen.
Sebagai informasi, di sepanjang jalur mudik banyak ditemui warung-warung
dadakan yang menjual aneka makanan khas Cirebon. Banyak pula operator seluler
dan bengkel resmi kendaraan bermotor yang membuka outlet dan dapat digunakan
sebagai tempat beristirahat.
Untuk para pemudik yang memerlukan bantuan kesehatan, Pemerintah Kabupaten
Cirebon menyediakan fasilitas kesehatan di tiap puskesmas yang berada di jalur
mudik pantura.
Apabila Melintasi Jalur Kota Cirebon
Pemudik yang datang dari arah Palimanan – Kedawung – By Pass bisa memasuki
daerah Kota Cirebon melalui Jl. Tuparev. Pada saat siang hari dan sore hari
menjelang buka puasa, lalu lintas sepanjang jalan ini cenderung padat bahkan di
sekitar jembatan perbatasan Kabupaten – Kota (dekat Tower PDAM “Selamat Datang
di Kota Cirebon”) kerap terjadi kemacetan.
Sedangkan pemudik yang datang dari arah Indramayu pada saat melewati Krucuk
(Depan Gedung Merdeka/Kantor Bakorwil Cirebon) dapat langsung belok kiri ke Jl.
P. Diponegoro apabila tidak ingin melewati kota. Namun untuk yang ingin
melewati kota bisa mengambil arah lurus ke Jl. Siliwangi.
Jalan rawan macet di Kota Cirebon:
Jl. Tuparev
Jl. RA Kartini
Jl. Tentara Pelajar
Jl. Cipto Mangunkusomo (mulai depan Mal Grage – Carrefour)
Jl. Siliwangi (mulai Toserba Yogya – Toserba Asia)
Jl. Karanggetas
Jl. Pekiringan
Jl. Sisingamangaraja (mulai Pintu I Pelabuhan – Sekolah Santa Maria)
Jl. Abdurahman Saleh (dh. Jl. Bahagia)
Jl. Nyimas Gandasari (dh. Jl. Kembar)
Jl. Lawanggada
Jl. Pekalipan
Tempat Makan Khas untuk Berbuka Puasa di wilayah Kota Cirebon:
Empal Gentong
Gentong Sari, Jl. Tuparev, dekat lampu merah, depan Polsek Cirebon Barat
Mang Dharma, Jl. Slamet Riyadi – Krucuk
Nasi Jamblang
Depan Mal Grage, Jl. Tentara Pelajar – Gunungsari (tanyakan harga sebelum makan)
Nasi Jamblang Pelabuhan, Jl. Yos Sudarso, dekat Pintu III Pelabuhan
Nasi Lengko & Sate Kambing
Jl. Pagongan, sebelah Kantor Telkom
Pujasera
Tenda CSB, Jl. Cipto MK (free hot spot)
Wisata Kuliner, Jl. Kesambi
Warung Mang Kapi, Jl. Tentara Pelajar
Pujasera Lido Bowling, Jl. Cipto MK
Parkir Barat Mal Grage, Jl. Tentara Pelajar (free hot spot)
Warung Tenda/Kakilima
Sepanjang Jl. RA Kartini
Sepanjang Jl. Tuparev
Sepanjang Jl. Cipto MK (mulai depan SMAN 2 – depan Carrefour)
Sepanjang Jl. Tentara Pelajar, mulai depan Mal Grage – jalan kereta api dekat
Jl. Ampera
Sea Food
H. Moel’s Seafood, Jl. Kalibaru dan Jl. Cipto MK (depan SMA Kristen)
Hasil Laut Indonesia – Tenda CSB, Jl. Cipto MK
Toko Bahan Kue
Toko Sanitas, Jl. Pasuketan (buka Senin – Sabtu, pk. 08.00 – 17.00)
Toko Subur, Pasar Kanoman (buka tiap hari, pk. 07.00 – 16.00)
Hampir semua tempat makan di atas mempunyai mushola yang cukup memadai dan
beberapa di antaranya menawarkan lokasi open air, sangat cocok untuk menikmati
buka puasa yang sejuk di tengah panasnya udara Cirebon meski malam menjelang.
Have a nice trip and take care!